Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 79. Malu


__ADS_3

“Apa yang sudah terjadi? Apa ada urusan nya dengan kita?” tanya Tuan Alfredo dengan nada tinggi sambil menatap tajam pada seorang pelayan yang baru saja datang itu.


“Kalau tidak ada hubungannya dengan Tuan dan Tamu Tuan, saya tidak akan melaporkan hal ini Tuan.” Ucap sang pelayan masih terlihat wajahnya tampak kuatir.


“Cepat katakan jangan membuat kami kuatir!” ucap Carol dengan tidak sabar, Carol sangat kuatir yang membuat keributan adalah Anneke yang akan mengatakan pada keluarga William kalau dia adalah isteri Carol.


“Itu Tuan Muda, pengawal Tuan William pinjam motor pegawai Tuan Alfredo untuk mengejar orang yang mencurigakan, katanya sejak tadi mengikuti mobil Tuan William. Dan itu orang nya sudah tertangkap.” Jawab sang pelayan kemudian dengan nada serius.


“Hah, ayo kita lihat Deal!” teriak Caroline yang sudah akrab dengan Dealova.


“Ayok!” teriak Dealova juga dan mereka berdua langsung bangkit berdiri dan berlari meninggalkan ruang makan


Sedangkan Carol sedikit lega sebab bukan Anneke yang datang untuk membuat keributan. Mereka semua akhirnya juga penasaran ingin tahu tentang kejelasan informasi dan apa yang telah terjadi.


Saat mereka sudah keluar dari pintu utama Mansion, terlihat memang di luar pintu gerbang mansion Alfredo ada beberapa orang berkerumun. Terlihat dua orang pengawal Tuan William, petugas keamanan Tuan Alfredo, beberapa pegawai Mansion Alfredo dan juga satu orang yang terlihat kedua tangannya sudah diborgol.


Dealova dan Caroline meskipun tadi dengan semangat ingin melihat akan tetapi kedua anak itu hanya berani melihat dari jauh. Mereka hanya berdiri di depan pintu utama sejak tadi.


Tuan William yang juga berdiri di depan pintu lalu terlihat menghubungi salah satu pengawal nya agar datang pada diri nya untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi.


Sesaat terlihat salah satu pengawal Tuan William masuk melewati pintu gerbang dan terlihat berlari lari menuju ke arah Tuan William yang masih berdiri di depan pintu utama Mansion Alfredo di antara yang lain lainnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian pengawal itu sudah berada di depan Tuan William.


“Siap Tuan.” Ucap nya dengan nafas yang terdengar sebab jarak dari pintu gerbang sampai pintu utama lumayan jauh.


“Apa orang yang naik motor tadi yang kamu tangkap? Dan apa yang sudah dia lakukan?” tanya Tuan William sambil menatap Sang pengawal.


“Iya Tuan. Waktu saya awasi, mereka menelepon seseorang dan dari percakapannya disebut sebut nama Nona Ixora.” Jawab sang pengawal dengan nada serius


“Tapi maaf Tuan yang satu orang tidak tertangkap, dia yang menelepon, jadi kami tidak tahu dia menelepon siapa dan itu orang yang tertangkap hanya tutup mulut.” Ucap nya lagi dengan penuh penyesalan karena tidak bisa menangkap orang mencurigakan yang membawa telepon sehingga tidak bisa menyita telepon nya dan tidak bisa melacak siapa orang yang ditelepon


“Bagaimana kerjamu itu menangkap orang gitu saja tidak bisa.” Ucap Tuan William sambil menatap tajam sang pengawal dan sang pengawal akhirnya menundukkan kepalanya.


“Hmmm itu pasti mata mata Anneke.” Gumam Carol dalam hati yang sudah mencurigai Anneke memasang mata mata.


“Aihhhh aiiiihhh calon mantu idaman.” Ucap Nyonya William sambil tersenyum dan mata berbinar binar kagum menatap wajah Carol yang berkata akan melindungi Ixora. Nyonya Alfredo pun tampak tersenyum sambil menepuk nepuk pundak anak laki lakinya. Tuan William dan Tuan Alfredo pun terlihat mengangguk anggukkan kepalanya. Sedangkan Ixora hanya diam berdiri dan ekspresi wajahnya hanya datar datar saja.


“Tapi sepertinya tidak terlalu penting dech, bukannya kemarin preman yang mengejar Kak Ixora terkapar cuma dengan serangan tangan kiri Kak Ixora.” Ucap Dealova dengan nada serius tapi santai dan membuat Carol seketika kicep, diam tidak bisa berkata kata lagi. Nyonya William pun lalu menoleh ke arah Dealova sambil menatap dengan mata melotot.


“Benarkah Deal? Kak Ixora hanya dengan tangan kiri bisa mengalahkan teman orang itu?” tanya Caroline sambil menatap Dealova, Dealova pun mengangguk dengan mantap. Dan selanjutnya Caroline menatap Ixora dengan kagum.


“Kalau aku yakin Kak Carol pasti menyuruh orang untuk menangkap penjahat itu.” Ucap Caroline sambil menatap Kakak nya. Dan Carol melotot ke arah Caroline.

__ADS_1


“Sama kecoa aja takut.” Ucap Caroline selanjutnya, dan Dealova yang mendengar kalimat terakhir Caroline langsung tertawa dan Caroline pun akhirnya juga ikut tertawa.


“Ha.... ha... ha... ha....” Dealova dan Caroline tertawa terbahak bahak sambil menatap wajah Carol yang memerah karena malu dan marah pada Caroline yang sudah membuka aib nya di depan Ixora dan calon mertua.


“Tuan dan Nyonya Alfredo, lebih baik kami pamit. Terima kasih atas jamuan makan malam buat kami.” Ucap Tuan William yang tidak ingin Carol jatuh harga diri nya karena obrolan Dealova dan Caroline .


“Tuan kenapa tergesa gesa saya masih ingin ngobrol dengan Dealova dan Kak Ixora.” Ucap Caroline yang langsung terhenti tawa nya, karena mendengar Tuan William pamit.


“Lain kali kalian bisa bertemu lagi Nona Caroline.” Ucap Tuan William sambil tersenyum menatap Caroline. Tuan William sebenarnya juga ingin menertawakan Carol akan tetapi dia tahan.


Setelah keluarga Tuan William pulang. Caroline langsung berlari menuju ke kamar nya dan mulutnya masih tertawa.


“Oliiiiiinnnnn.” Teriak Carol yang mengikuti langkah kaki Caroline dia ingin menjewer kuping adiknya itu.


Akan tetapi..


“Carol!” teriak Tuan Alfredo agar Carol tidak mengejar adik nya. Sedang Nyonya Alfredo hanya diam sambil menutup pintu Mansion.


“Pa, dia sudah membuat aku menjadi malu.” Ucap Carol yang mau tak mau menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Papa nya.


“Kenapa kamu malu kalau itu suatu kenyataan. Calon isteri mu memang hebat. Kamu harus berusaha untuk mendapatkan hatinya.” Ucap Tuan Alfredo yang sangat mantap untuk menjadikan Ixora sebagai menantunya.

__ADS_1


“Berjuanglah lebih keras. anakku.” Ucap Tuan Alfredo lagi dan Carol pun menganggukkan kepalanya.


__ADS_2