Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 127. Aksi Pencuri


__ADS_3

“Ibu Retno sudah pasti keluar dengan selamat, tapi kenapa perasaan ku kok masih tidak enak ya.” Ucap Ixora saat mobil Ibu Dosen Retno sudah keluar aman dari halaman kampus fakultas vokasi. Mobil yang ditumpangi oleh Ixora pun sudah mulai berjalan.


“Itu sepertinya orang yang menguntit aku di malam aku pulang kuliah, apa dia masih mencari Isomah.” Gumam Ixora dalam hati.


“Pak, tolong ikuti mobil Ibu Dosen Retno ya.” Ucap Ixora yang masih mengkhawatirkan Ibu Dosen Retno, dia khawatir jika orang yang mencurigakan itu tadi bekerja sama dengan orang lain untuk mengikuti Ibu Dosen Retno.


“Baik Nona.” Ucap Pak Sopir sambil menganggukkan kepalanya.


“Ikuti, sampai Ibu Dosen Retno benar benar aman dan selamat sampai di rumah nya.” Ucap Ixora lagi. Dan mobil terus mengikuti mobil Ibu Dosen Retno. Ibu Dosen Retno melihat dari kaca spion mobil yang ditumpangi Ixora mengikuti nya, akan tetapi perkiraan beliau hanya karena sama jalan saja, karena entah ada perlu apa, tidak tahu jika itu mengawal diri nya.


Sementara itu di tempat lain di fakultas vokasi di malam hari.


“Hmm semua karyawan, dosen dan mahasiswa sudah tidak ada. Tinggal petugas keamanan di tempat dia jaga.” Gumamnya saat melihat situasi sudah sepi.


“Gampang saja untuk mengatasi dia.” Gumam nya dalam hati lalu dia menuangkan cairan bius dari botol pada sapu tangannya.


“Hei siapa malam malam datang ke sini.” Teriak petugas keamanan saat melihat sosok yang mencurigakan.


“Maaf Pak mau jemput adik saya.” Jawab nya sambil terus melangkah mendekati Petugas keamanan.


“Sudah dihubungi hand phone nya belum? Nama adiknya siapa?” tanya petugas keamanan itu.


Namun tiba tiba orang misterius itu membungkam mulut dan hidung petugas keamanan dengan sapu tangan nya yang sudah diberi bius.


“Kuuurang aaajar kaaamu, kaaamu penjahaaat.” Ucap petugas keamanan dengan susah sebab mulut nya masih dibungkam meskipun sudah agak longgar akan tetapi obat bius nya sudah terhirup oleh hidung petugas keamanan itu.


Petugas keamanan itu pun merasakan kepala nya pusing dan selanjutnya roboh di lantai.


“Hmmm aman, aku panggil yang lain sekarang.” Ucap nya lalu dia pun segera mengambil hand phone dari saku jaket kulit nya yang berwarna hitam itu. Selanjutnya terlihat dia mengusap usap layar hand phone untuk mencari nama kontak temannya yang akan disuruh membantunya.


“Cepat datang sudah aman, jangan lupa bawa alat alat.” Ucap nya lalu dia pun segera menaruh lagi hand phone ke dalam saku jaket nya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian muncul sepeda motor yang dikendarai oleh dua orang laki laki yang juga memakai jaket kulit warna hitam dengan memakai masker pada wajah nya. Kedua orang itu memakai topi sebagai penutup kepala.


“Cepat matikan mesin motor mu.” Ucap laki laki berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu saat motor temannya sudah dekat pada diri nya.


“Ayo cepat keburu efek bius nya habis.” Ucap nya lagi.


Satu orang pengendara motor itu lalu membuka bagasi motor nya dan terlihat dia mengambil alat alat yang dia bawa, ada obeng, pisau dan entah alat apa lagi yang dia ambil.


Mereka bertiga pun segera berjalan menuju ke dalam lokasi kampus fakultas vokasi itu.


“Tempat nya di mana?” tanya salah satu laki laki bermasker itu.


“Kata Bos di ruang laboratorium.” Jawab laki laki yang berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu, sambil terus berjalan di barisan paling depan dan tanpa menoleh.


“Apa kamu sudah tahu tempat nya di mana ruang laboratorium itu?” tanya salah satu laki laki bermasker.


“Goblok, kalau belum tahu bagaimana mungkin aku sudah berani melakukan aksi di malam ini.” Bentak laki laki berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu dengan nada tinggi penuh emosi.


Beberapa menit kemudian, tiga laki laki itu sudah sampai di gedung laboratorium.


Saat sampai di gedung laboratorium, kini tampak Laki laki berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu terlihat bingung.


“Ruangan mana yang harus dituju?” Tanyanya dalam hati


“Kok ternyata besar dan banyak ruang ruangnya ya?” gumam nya entah bertanya pada siapa sebab dia malu pada kedua temannya. Kepalanya pun tampak menoleh ke kiri dan ke kanan. Bingung.


“Aku tanya Bos dulu, dari pada nanti salah ambil.” Ucap laki laki berkaca mata hitam dan berjaket itu kemudian , lalu dia tampak mengambil hand phone dari saku jaket kulit nya dan seterusnya dia tampak mengusap usap layar hand phone nya.


Beberapa saat kemudian.


“Tuan, saya sudah di lokasi tapi saya bingung Tuan, banyak sekali ruangan nya.” Ucap laki laki berkaca mata hitam dan berjaket itu setelah sambungan telepon nya terhubung.

__ADS_1


“Goblok, penelitian tentang obat tradisional yang di ruang obat tradisional.” Teriak suara berat seorang laki laki dari balik telepon


“Tidak ada tulisan obat tradisional di ruangan ruangan nya Tuan.” Ucap laki laki berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu dengan takut takut.


“Battra, bodoh!” teriak suara berat seorang laki laki dari balik telepon.


“Ooo kalau itu ada Tuan, laboratorium battra.” Ucap laki laki berkaca mata hitam dan berjaket itu tampak lega.


“Terus aku dapat informasi dari orang dalam itu penelitian nya di taruh pada loker penelitian mahasiswa. Pokoknya kamu ambil semua.” Ucap suara berat laki laki di balik telepon.


“Dan jangan lupa ambil juga semua kelengkapan surat surat yang ada di Ibu Dosen nya!” perintah nya lagi.


“Baik Tuan.” Ucap laki laki berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu, dan selanjutnya tampak sambungan teleponnya sudah diputus oleh lawan bicara nya.


Setelah sambungan teleponnya terputus, laki laki berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu memasukkan lagi hand phone nya ke dalam jaket nya. Lalu dia segera melangkah mengikuti petunjuk arah menuju ke ruangan laboratorium bagian obat tradisional. Dua teman nya berjalan mengikuti dari belakang sambil berbisik bisik.


“Dia yang goblok ngatain kita goblok.” Bisik nya sebab dia tadi mendengar bentakan Bos nya.


“He eh.” Bisik temannya tidak mau menanggapi lebih lanjut takut kena marah.


Beberapa menit kemudian mereka bertiga sudah sampai di depan pintu ruang laboratorium yang ditujukan.


Laki laki berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu memutar hendel pintu.


“Congkel, pintu nya. Ini dikunci!” perintah nya pada kedua teman nya.


Kedua orang laki laki bermasker itu terlihat mendekati pintu ruang laboratorium itu , lalu mereka berdua terlihat dengan susah payah berusaha mencongkel kunci pintu ruang laboratorium itu dengan alat alat yang dia bawa.


“Cepat, keburu petugas keamanan tadi sadar!” bentak laki laki yang berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu.


“Susah ini.” Ucap salah satu laki laki bermasker itu sambil masih bekerja untuk mencungkil pintu ruang laboratorium itu.

__ADS_1


“Pakai tenaga yang kuat.” Perintah laki laki berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu dengan tidak sabar.


__ADS_2