Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 28. Lampu Hijau


__ADS_3

“Pelcayalah pada aku, aku tidak akan menyakiti I.. Isomah anak yang baik hati ini.” Ucap Bang Bule sambil menepuk nepuk punggung Isomah. Bang Bule pun berdebar debar sebab dia tadi akan salah ucap kata dalam menyebut Isomah dia akan menyebut Ixora.


Sedangkan Isomah yang menyadari Bunda Naura masih mengawasi lalu menggeser pantatnya agar tidak terlalu dekat dengan Bang Bule.


“Diminum dulu Kek, teh nya.” Ucap Bunda Naura sambil menaruh cangkir teh di atas meja.


“Is, kalau kamu belum makan siang kamu makan di ruang makan sana sama Kakek Penjual Obat itu.” Ucap Bunda Naura sambil menatap Isomah.


“Kalau Kakek itu sakit malah repot kita semua.” Ucap Bunda Naura dengan nads dingin dan ketus, lalu melangkah meninggalkan ruang tamu untuk menyiapkan meja makan.


Sedangkan Bang Bule dan Isomah masih terus saja sibuk dengan hand phone dan barang barang dagangan yang digunakan untuk modus agar mereka bisa berdekatan.


Akhirnya Bunda Naura pun menyuruh mereka berdua untuk makan siang di ruang makannya. Dia merasa kasihan dan bertanggung jawab pada kesehatan Isomah, sambil akan mengawasi gerak gerik Kakek Penjual Obat.


Saat mereka berdua masih makan siang di ruang makan. Bunda Naura berjalan menuju ke kamarnya. Dia akan menghubungi Nyonya William, sebab dia sudah dipesan untuk melaporkan siapa saja orang orang yang dekat dengan Ixora


Bunda Naura lalu menutup pintu kamarnya rapat rapat saat dia sudah masuk di dalam kamarnya. Dengan segera Bunda Naura mengambil hand phone nya dan menghubungi Nyonya William lewat panggilan suara.


Sementara itu di mansion Willam, Nyonya William sedang duduk di ruang keluarga, dia baru saja menyelesaikan makan siangnya seorang diri karena Suaminya masih di William Group dan Dealova juga belum pulang sekolah karena ada tambahan pelajaran.


“Hmmm sepi juga kalau anak anak sudah besar besar.” Gumam Nyonya William yang duduk di sofa sambil mengusap usap layar hand phone nya.


Dan tiba tiba ada panggilan suara dari Nyonya Naura.


“Ada masalah apa Naura menghubungi aku. Apa Bule itu datang ke kost.” Ucap Nyonya William lalu segera menggeser tombol hijau.

__ADS_1


“Hallo, ada apa? Kalau Bule itu datang langsung usir saja.” Ucap Nyonya William dengan nada tinggi setelah menggeser tombol hijau. Dia masih saja emosi kalau mengingat Bang Bule.


“Bukan, bukan Bule itu. Tapi ini seorang Kakek Penjual Obat yang datang.” Ucap Bunda Naura


“Apa urusannya dengan Ixora?” tanya Nyonya William sambil mengeryitkan dahinya. Dan Bunda Naura pun akhirnya menceritakan kalau Ixora akan membantu Kakek itu untuk berjualan lewat on line.


“Hmmm, Ixora memang sejak dulu suka membantu orang lain, makanya dia ingin menjadi dokter agar bisa menolong orang dan katanya juga mau jadi Dokter yang obat obat nya bisa dibuat sendiri. “ ucap Nyonya William terharu mengingat kebaikan hati Ixora


“Apa mungkin Kakek itu juga bisa membuat obat obat tradisonal jadi Ixora mau belajar pada Kakek itu.” Gumam Nyonya William selanjutnya menerka nerka.


“Oooo mungkin juga, sebelum dia mengambil ilmu dari Kakek itu dia mengajari jualan on line.” Gumam Nyonya William lagi sambil tersenyum


“Mungkin begitu , kalau tidak berbaik baik dulu, mungkin tidak dikasih ilmu dan rahasia ramuan obat dan jamunya.” Ucap Bunda Naura yang mendengar gumaman Nyonya William


“Sudah kamu awasi aja dan baik baiki saja Kakek itu, sampai Ixora dapat resep resep obat dan jamunya.” Ucap Nyonya William selanjutnya


“Bagus, kalau perlu kamu masak kan apa makanan kesukaan Kakek itu.” Ucap Nyonya William selanjutnya.


Setelah selesai laporan tentang Kakek Penjual Obat yang sedang mendatangi Ixora. Mereka berdua pun lalu mengakhir percakapannya karena tidak ada lagi hal penting yang perlu disampaikan. Kost kost an berjalan aman seperti biasanya, penghuni kost lainnya masih cuek dan memandang rendah Isomah. Hal itu memang sesuatu yang lumrah di masyarakat, orang hanya memandang dari penampilan luarnya.


Setelah selesai menghubungi Nyonya William, Bunda Naura menaruh hand phone nya di meja yang berada di dalam kamarnya. Lalu dia melangkah keluar dari kamar.


Saat berjalan di meja makan tampak sudah tidak ada Isomah dan Kakek Penjual Obat. Meja makan pun sudah bersih. Isomah juga sudah mencuci piring dan gelas yang mereka pakai.


“Dimana kedua orang itu?” tanya Bunda Naura pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Bunda Naura lalu berjalan menuju ke ruang tamu. Terlihat Isomah dan Kakek sudah duduk di kursi ruang tamu. Isomah terlihat mengusap usap layar hand phone dan Bang Bule yang menyamar menjadi Kakek duduk di samping nya sambil turut melihat layar hand phone nya.


“Sudah kenyang Kek?” tanya Bunda Naura saat masuk ke dalam ruang tamu itu. Nada suara dan ekspresi Bunda Naura sudah berubah tidak lagi seperti tadi yang ekspresi wajahnya datar dan nada suaranya ketus.


“Hmm namanya olang tua makan tidak bisa banyak banyak.” Jawab Bang Bule sambil menatap Bunda Naura yang sudah mendekat lalu turut duduk di kursi tamu.


“Isomah yang makan banyak kalena dia masih muda.” Ucap Bang Bule selanjutnya berbohong padahal dirinya yang makan banyak tadi.


“Telima kasih ya Nyah.. sudah kasih makan aku.” Ucap Bang Bule sambil tersenyum


“Sama sama Kek. Kakek suka makanan apa, besok saya masak kan.” Ucap Bunda Naura sambil tersenyum menatap Kakek Penjual Obat itu.


Bang Bule dan Isomah tampak kaget, hingga tidak sadar mereka saling pandang karena saking kagetnya.


“Apa Bunda Naura sudah curiga ya...” gumam Isomah dan Bang Bule dalam hati.


“Nyah tidak usah lepot lepot aku bisa beli di walung atau on line.” Ucap Bang Bule sambil menatap Bunda Naura


“Benar Kek akan aku masak kan makanan kesukaan Kakek. Ya sudah silahkan melanjutkan kerja. Is ingat kamu juga kuliah sore, perlu istirahat sebentar. Mengajari Kakek bisa dilanjut besok lagi.” Ucap Bunda Naura sambil bangkit berdiri dan ekspresi wajahnya bersahabat.


“Kakek satu jam lagi pulang, dilanjut besok besok lagi, besok ke sini lagi. Biar Isomah juga istirahat dulu agar tidak capek nanti masih harus kuliah lagi.” Ucap Bunda Naura sambil menatap Bang Bule yang menyamar menjadi Kakek Penjual Obat, lalu dia melangkah keluar dari ruang tamu.


Setelah Bunda Naura keluar dari ruang tamu. Bang Bule dan Isomah saling pandang. Tatapan Bang Bule mengandung pertanyaan pada Isomah, kenapa Bunda Naura mendadak menjadi baik. Isomah yang juga heran tidak menyangka hanya mengangkat kedua bahunya.


“Hmm ada lampu hijau tapi buat Kakek bukan Vincent.” Gumam lirih Bang Bule sambil mendengus kesal.

__ADS_1


“Sabar Bang.. yang penting kita bisa ketemu.. meskipun wujud kita beda tetapi hati dan perasaan kita tetap sama he... he...” ucap Ixora juga dengan suara yang lirih, hanya Bang Bule yang mendengar. Bang Bule pun tersenyum, dia juga sependapat dengan Ixora.


__ADS_2