
Keesokan hari nya. Sabtu pagi, di mansion Alfredo. Carol pagi pagi sudah bangun lebih pagi. Carol berjalan menuju ke kamar mandi yang berada di dalam kamar nya. Dengan segera dia membuka piyama tidurnya. Carol memandangi tubuhnya di pantulan cermin yang berada di dalam kamar mandi itu. Dia menunduk melihat senjatanya yang beberapa hari beristirahat karena masih terasa sakit, dia mencoba bersolo karier di kamar mandinya.
Beberapa menit kemudian.
“Hmmm sepertinya barang ku sudah sehat, sudah tidak terasa sakit.” Gumam Carol setelah selesai bersolo karier.
“Minggu depan aku bisa mendatangi Anneke.” Gumam Carol sambil tersenyum dan selanjutnya lalu dia dia berjalan menuju bath up dan berendam di sana untuk membersihkan tubuhnya agar harum mewangi saat berjumpa dengan Ixora nanti.
Setelah Carol sudah selesai mandi dan sudah tampil rapi, wangi dan keren. Dia segera keluar dari kamarnya. Tampak suasana Mansion masih sepi. Seperti nya kedua orang tuanya dan Caroline masih berada di dalam kamar nya masing masing masih bermalas malas di hari sabtu karena Caroline di hari sabtu libur sekolahnya.
Carol terus berjalan menuju ke ruang makan. Terlihat di meja makan sudah tersedia menu sarapan. Carol segera duduk di kursi. Tidak lama kemudian satu orang pelayan datang untuk melayani kebutuhan Carol untuk makan paginya.
Tanpa mengucap sepatah kata apa pun Sang pelayan menyiapkan kopi dan makanan buat Carol. Padahal di dalam hatinya sebenar nya dia ingin bertanya kenapa hari Sabtu pagi pagi sudah siap rapi, segar dan wangi padahal yang lain masih tidur.
Setelah selesai sarapan, Carol segera melangkah meninggalkan ruang makan menuju ke pintu utama Mansion. Dengan segera dia membuka pintu utama. Carol terus melangkah lalu menuruni anak tangga teras. Dia terus berjalan menuju ke garasi mobil, sebab Sang sopir belum menyiapkan karena tidak tahu jadwal Carol hari ini.
“Aku harus segera sampai Mansion William sebelum Anneke nekat menyusul aku di sini.” Gumam Carol lalu dia segera membuka pintu mobilnya. Saat Carol mengatakan tidak bisa ke rumah Anneke, karena ada acara keluarga ke luar kota. Anneke mengatakan ingin ikut.
Carol segera melajukan meninggalkan Mansion Alfredo untuk menuju ke mansion William. Tidak lupa dia mampir di toko bunga untuk membelikan bunga tercantik buat Ixora.
Sementara itu di Mansion William, tepatnya di kamar Ixora. Dia sudah bangun sejak tadi. Dia sibuk mengerjakan tugas tugas kuliah nya. Sesaat kemudian terdengar suara ketukan di daun pintu kamarnya.
Ixora segera bangkit berdiri dan berjalan menuju ke pintu kamarnya. Kini dia hanya seorang diri di dalam kamar nya. Tempat tidur untuk sang perawat pun sudah tidak ada di dalam kamarnya.
__ADS_1
Saat pintu sudah dibuka tampak sosok Nyonya William dengan tangannya membawa satu buah gaun yang cantik.
“Sayang kamu sudah mandi?” tanya Nyonya William sambil terus melangkah masuk ke dalam kamar Ixora sambil membawa satu gaun baru buat Ixora.
“Sudah Ma.” Jawab Ixora
“Kamu pakai ini ya, Mama belikan buat kamu. Cantik kan, sangat cocok buat kamu.” Ucap Sang Mama sambil tangannya mengulurkan gaun itu pada Ixora.
“Iya Ma, taruh saja di situ.” Ucap Ixora lalu dia berjalan menuju ke meja belajar nya lagi.
“Ix, kamu pakai sekarang. Sebentar lagi Carol datang pasti ingin mengajak kamu keluar.” Ucap sang Mama sambil mendekati Ixora dan berdiri di dekat Ixora.
“Ma, banyak banget tugas tugas ku. Aku kemarin kan sudah bilang pada Pak Wagiman kalau aku akan di kost saja mau mengerjakan tugas tugas. Tapi Pak Wagiman bilang aku ditunggu makan malam. Ya sudah aku pulang sudah makan bersama dan sekarang aku mau ngerjain tugas.” Ucap Ixora sambil memperlihatkan tugas tugasnya pada Sang Mama
“Ya Mama saja yang menemui dia, kan Mama yang mengundang.” Ucap Ixora sambil kembali menyibukkan diri dengan tugas tugas nya.
“Kamu itu gimana sih. Carol pengen ketemu kamu, dia kan sudah membantu kamu pulang.” Ucap Nyonya William berusaha untuk mengingatkan akan jasa Carol yang sudah mengantar Ixora dari bandara ke Pak Dokter dan diantar pulang ke Mansion.
“Aku tidak minta bantuan dia.” Ucap Ixora dengan nada kesal sebab justru karena Carol mengantarnya pulang membuat hubungan nya dengan Bang Bule menjadi dingin dan hampa. Meskipun mereka berdua masih saling berkomunikasi akan tetapi tidak lagi seperti dulu. Ixora masih kesal karena tuduhan dari Bang Bule. Sedangkan Bang Bule pun juga masih cemburu dan juga mati langkah sendiri karena sudah membuat Ixora kesal dan sedih.
“Kalau aku temui dia, Mama yang akan mengerjakan tugas tugas ku?” ucap Ixora dengan menatap wajah Sang Mama
“Nih kalau Mama mau gantiin yang mengerjakan tugasku.” Ucap Ixora sambil mengangkat lap top nya dan mengulurkan pada Sang Mama.
__ADS_1
“Haduh.. Mama bisa buat apa, nanti malah kamu dapat hukuman kalau Mama yang mengerjakan.” Ucap Sang Mama dengan ekspresi wajah bingung
“Tolong dong Ix, temui sebentar saja tidak apa apa, ya Sayang .. nanti Mama buatkan kopi dan cemilan kesukaan kamu buat teman kamu mengerjakan tugas tugas.” Ucap Sang Mama lagi tetap terus membujuk Ixora agar mau menemui Carol sang calon menantu pilihan nya.
Sesaat kemudian
TING TONG TING TONG
TING TONG TING TONG
Suara sayup sayup bel tamu terdengar hingga masuk ke dalam kamar Ixora.
“Ix, itu pasti Carol yang datang.. kamu temui ya Sayang.. Mama turun lebih dulu, pasti pelayan mencari Mama.” Ucap Nyonya William lalu menaruh gaun di pangkuan Ixora.
Dengan langkah tergesa gesa Nyonya William berjalan keluar dari kamar Ixora. Saat dia menuruni anak tangga dia melihat seorang pelayan yang sedang berjalan dari arah ruang tamu.
“Bu, Bu siapa yang datang?” tanya Nyonya William sambil terus melangkah akan tetapi Sang pelayan tidak menjawab dan terus berjalan.
“Bu.. Bu... siapa yang datang?” tanya Nyonya William lagi dengan suara lebih keras agar Sang pelayan mendengar dan Nyonya William pun mempercepat langkahnya menuruni anak tangga.
Akan tetapi tiba tiba..
“Eee E.” Teriak Nyonya William sebelum sang pelayan sempat menjawab pertanyaan nya.
__ADS_1
“Hati hati Nyonya!” teriak Sang pelayan lalu dia berjalan tergopoh gopoh mendekat Nyonya William