Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 22. Virus Cinta


__ADS_3

Isomah pun segera melangkah dengan cepat meninggalkan Bang Bule yang masih berdiri mematung. Bang Bule sebenarnya belum ikhlas dan rela jika harus berpisah dengan orang yang sangat dia rindukan selama ini.


Setelah Isomah semakin menjauh Bang Bule pun segera membalikkan tubuhnya dan kembali berjalan menuju di tempat mobilnya yang masih terparkir.


Suasana di tempat mobil Bang Bule terparkir sudah sepi. Hanya ada mobil Bang Bule saja dan sudah tidak ada satu orang pun di sana. Bang Bule segera masuk ke dalam mobil dan seterusnya dia segera melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.


Di sepanjang perjalanan Bang Bule terus berpikir bagaimana caranya agar bisa bertemu Ixora dengan lebih leluasa.


“Hmmm kampus itu milik Tuan Alfredo yang kenal baik dengan keluarga William. Pasti Nyonya William juga memasang mata mata di kampus kalau tahu aku bekerja di kampus Ixora. Bisa bisa aku dikeluarkan dan tidak boleh menjadi pelatih di kampus Mahardhika.” Gumam Bang Bule yang terus berpikir pikir mencari cara.


“Kalau aku datang ke kost sudah pasti tidak bisa karena ada penjagaan ketat dari Ibu Kost nya.” Gumam Bang Bule lagi


“Hmmm susah sekali. Vadeo dan Alexa kenapa tidak juga peduli pada nasibku ini. Malah mereka berdua enak enakan.” Gumam Bang Bule sambil terus memacu mobilnya


“Coba nanti aku hubungi Vadeo dan Alexa siapa tahu mereka berdua mau membantu.” Gumam Bang Bule dan menambah laju mobilnya agar segera sampai ke rumahnya.


Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman rumah Bang Bule. Tampak beberapa anak buah Bang Bule mengawasi para binaan yang mendapat tugas kerja bakti di hari Minggu. Bang Bule segera keluar dari mobilnya.


Nency yang juga ikut kerja bakti hanya bisa menatap Bang Bule dari kejauhan dan tidak bisa berteriak atau berlari mendekati Bang Bule.


Bang Bule terus melangkah menuju ke rumah dan segera masuk ke dalam kamarnya. Setelah duduk di kursi dia pun segera menghubungi Vadeo.

__ADS_1


“Kalian kenapa tidak bilang kalau Ixora itu menyamar?” ucap Bang Bule setelah Vadeo sudah menerima panggilan telponnya.


“Bro bagaimana pun aku harus patuh pada Mama mertuaku yang sekarang juga sudah aku anggap sebagai Mamaku sendiri.” Ucap Vadeo yang berada di posisi yang serba salah satu sahabat satunya Mama mertua.


“Aku dan Alexa pun sudah membantumu dengan memberi tahu di mana Ixora kuliah dan tinggal. Selamat kalau kamu sudah bisa menemukan Ixora.” Ucap Vadeo dengan nada suara terdengar lega dan bahagia karena akhirnya Bang Bule sudah mengetahui dimana Ixora berada.


“Iya Bro tapi tetap susah, hand phone Ixora disadap Nyonya William, tempat kost juga dijaga.” Ucap Bang Bule dengan nada sedih sebab dia belum bisa leluasa menemui dan berkomunikasi dengan Ixora.


“Kenapa tidak kamu belikan saja Ixora hand phone yang khusus untuk berkomunikasi dengan kamu?’ ucap Vadeo dengan santai


“Ooo iya ya Bro..” ucap Bang Bule sambil menepuk jidatnya sendiri. Dia pun lalu segera memutus sambungan teleponnya dengan Vadeo.


Sedangkan Bang Bule di kamarnya dia segera bangkit dari tempat duduknya.


“Hmmm benar juga aku harus belikan hand phone khusus buat Ixora, aku berikan pada dirinya saat latihan Minggu depan.” gumam Bang Bule lalu dia segera keluar lagi dari kamarnya. Dia akan segera pergi untuk membeli hand phone baru buat Ixora.


Anak buah Bang Bule dan para binaan yang sedang kerja bakti tampak menatap Bang Bule dengan tatapan mata penuh keheranan, melihat Bang Bule yang baru saja pulang langsung tergesa gesa untuk pergi lagi. Anak buah Bang Bule pun akhirnya hanya bisa mengira jika Bang Bule mendapatkan pekerjaan penting dan mendadak. Padahal Bang Bule sedang terserang virus cinta.


Waktu pun berlalu. Bang Bule yang sudah membeli telepon seluler buat Ixora tidak sabar menunggu waktu Hari Minggu tiba jadwal pelatihan bela diri. Telepon seluler itu pun sudah di setting khusus oleh Bang Bule, sudah dilindungi dengan aman tidak bisa disadap orang lain. Juga sudah dipasang aplikasi agar Bang Bule bisa melacak keberadaan Ixora berada.


Dan akhirnya saat yang ditunggu tunggu pun tiba. Bang Bule pagi pagi sudah bangun dan menyiapkan segalanya. Telepon seluler yang akan diberikan pada Ixora sudah dia taruh di saku celana cargonya. Kardus dia tinggal di rumah, telepon seluler tidak perlu diberikan bersama kardus nya. Bang Bule pun segera melangkah menuju ke mobilnya yang akan membawanya menuju ke kampus Mahardhika.

__ADS_1


Sementara itu, Isomah di kamar kostnya juga sudah bersiap siap akan berangkat ke kampus untuk ikut latihan bela diri. Dia tetap berpenampilan jelek dan tidak menarik.


“Apa Bang Bule tetap suka padaku ya dengan penampilanku seperti ini.” Gumam Isomah setelah melihat penampilan di depan cermin, lalu dia melangkah menuju ke pintu tidak lupa tote bag dibawanya. Isomah pun terus memlangkah keluar dari kamarnya untuk berangkat menuju ke kampusnya.


Saat Isomah sudah berjalan di jalan depan rumah kostnya. Di depan mata di ujung jalan tampak mobil Bang Bule sudah terparkir menunggu dirinya. Isomah pun tersenyum.


“Hmmm Bang Bule tidak malu dengan penampilanku macam ini. Tetapi tetap bahaya jika orang orang Mama tahu.” Gumam Isomah dalam hati sambil terus berjalan.


Dan beberapa saat kemudian


“Selamat pagi Neng...” sapa Bang Bule sambil tersenyum lebar, dia sudah turun dari mobil saat Isomah sudah dekat pada mobilnya.


“Bang aku jalan kaki saja, Bang Bule langsung saja ke kampus naik mobil.” Ucap Isomah sambil terus berjalan.


“Kalau aku juga ikut jalan kaki bagaimana.. kita bisa omong omong kan tidak ada Ibu kost mu.” Ucap Bang Bule sambil berjalan di samping Isomah.


“Tetap bahaya Bang. Pasti akan segera viral beritanya.” Ucap Isomah sambil terus melangkah.


“Baiklah, tapi aku kasih ini ke kamu. Harus kamu pakai.” Ucap Bang Bule lalu memasukkan telepon seluler yang baru dia beli di tote bag Isomah. Dan setelah yakin sudah masuk ke dalam tas dengan aman, Bang Bule membalikkan badannya dan kembali menuju ke mobilnya sebab benar juga yang dibilang Isomah tetap bahaya jika mereka berjalan berdua, pasti akan heboh juga orang orang kampus.


Isomah meraba tote bag nya, dia pun penasaran benda apa yang diberikan oleh Bang Bule. Saat tangannya merasakan jika benda yang diberikan itu adalah telepon seluler, Isomah pun tersenyum senang. Dia pun tidak sabar agar acara latihan cepat terlaksana dan cepat selesai agar dia bisa segera pulang. Ingin rasanya segera melihat hadiah dari Bang Bule.

__ADS_1


__ADS_2