Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 51. Batas Waktu


__ADS_3

“Sabar, sabar.., tapi sabar itu ada batasnya. Kalau tidak mendapat restu ya sudah tinggalkan saja. Atau bawa lari ke Belanda kalau gadis mu itu benar benar cinta kamu.” Ucap Nyonya Jansen dengan nada sedikit emosi sambil menatap wajah anaknya.


“Aku satu minggu di sini. Pertemukan aku dengan dia. Kalau dia tidak mau menemui aku berarti dia tidak sungguh sungguh mencintai dan menginginkan kamu sebagai suami nya .” ucap Nyonya Jansen selanjutnya


“Tapi dia sedang sakit Ma.” Ucap Bang Bule dengan wajah sendu.


“Bawa aku ke tempat dia berbaring kalau dia sedang sakit.” Ucap Nyonya Jansen lalu dia bangkit berdiri.


“Iya Ma.” Ucap Bang Bule akhirnya dan dia terlihat berpikir keras untuk mencari cara agar bisa mempertemukan Sang Mama dengan Ixora.


Nyonya Jansen berjalan keluar dari kamar Bang Bule. Sedangkan Bang Bule masih memijit mijit pelipisnya.


“Hmmm aku saja susah setengah mati untuk bertemu dengan Ixora, apalagi mempertemukan Mama dengan Ixora.” Gumam Bang Bule masih berpikir pikir mencari jalan untuk mempertemukan Sang Mama dengan Ixora. Akan tetapi masih saja buntu belum mendapatkan cara.


“Kalau Mama aku ajak menyamar dan menemui Isomah pasti Mama akan menolak karena melihat wajah jelek Isomah.” Gumam Bang Bule masih berpikir pikir.


“Ah dipikir nanti saja.” Ucap Bang Bule selanjutnya lalu Bang Bule pun bangkit berdiri dan berjalan menuju ke meja kerjanya. Dia teringat masih ada suatu pekerjaan yang menurutnya sangat penting yang tadi tertunda karena tiba tiba ada Sang Mama di kamarnya.


Bang Bule membuka lap topnya. Dengan segera dia mengaktifkan program programnya. Jari jarinya pun segera sibuk dengan tuts tuts keyboard dan tetikus alias mouse.


Bang Bule membuka kiriman email dari petugas gedung pusat kampus Mahardhika tadi. Dia buka kiriman CCTV dan dia amati dengan teliti.


“Benar dipotong di jam saat kepulangan Ixora.” Gumam Bang Bule lalu dia menggunakan programnya untuk memulihkan bagian data yang sudah dihilangkan oleh pihak kampus.


Dengan sabar Bang Bule menunggu proses pemulihan.


Saat proses sudah selesai seratus persen. Bang Bule yang penasaran sudah tidak sabar untuk melihat tangkapan gambar apa yang sudah dihilangkan oleh pihak kampus. Dengan segera Bang Bule menekan tombol play untuk melihat semua hasil pemilihan data.


Beberapa menit kemudian...

__ADS_1


Mata Bang Bule melotot kaget dan otot di wajahnya menegang saat melihat ada mobil yang menyerempet Isomah hingga Isomah terjatuh.


“Bukannya itu mobil nya Carol..” gumam Bang Bule yang pernah beberapa kali melihat mobil Carol saat mengantar Anneke di kampus dan juga saat acara pernikahan Alexandria.


“Godverdomme!” umpat Bang Bule dengan penuh emosi. Dia jadi ikut ikutan Sang Mama mengumpat memakai bahasa Belanda.


“Dia tidak menolong hanya melongok dan melemparkan uang.” Ucap Bang Bule selanjutnya saat melihat peristiwa itu.


“Hmm makanya dipotong oleh pihak kampus karena putera pemilik kampus seperti itu tingkah lakunya.” Gumam Bang Bule masih terus bermonolog


“Kenapa Ixora tidak mengatakan kalau Carol yang menabraknya. Apa Ixora sudah tahu jika dia dijodohkan dengan Carol dan Dia tidak ingin perjodohan itu batal.” Ucap Bang Bule yang tiba tiba wajahnya berekspresi sedih.


“Apa Ixora menyetujui perjodohan itu.” Ucap Bang Bule sambil terus berpikir pikir lalu dia mengambil hand phone nya


“Apa dia sudah berpikir panjang dijodohkan dengan laki laki yang memperlakukan seperti itu pada dirinya.” Gumam Bang Bule lagi.


“Hmmm aku harus menanyakan pada Ixora.” Ucap Bang Bule lalu dia akan menghubungi nomor hand phone Isomah.


“Aku hubungi Nyonya William aku katakan kalau sore ini aku akan menjaga Isomah. Aku tanyakan langsung saja ke dia. Kalau tanya Ixora lewat telepon malah ribet.” Ucap Bang Bule selanjutnya lalu dia mengambil hand phone satunya.


“Tapi bagaimana cara aku menyamar menjadi Kakek kalau ada Mama di sini.” Ucap Bang Bule dengan wajah masih terlihat tegang karena berpikir keras.


“Ah itu urusan nanti.” Ucap Bang Bule lalu dia terlihat jari jarinya sibuk mengetik ngetik di layar hand phone nya.


Bang Bule pun lalu mengirim pesan teks di aplikasi chatting untuk Nyonya William yang memakai nomor hand phone Pak Wagiman. Bang Bule mengatakan kalau pengiriman orderan obat sudah terlaksana dan dia akan bertugas menjaga Isomah sore hingga malam.


Pesan teks sudah terkirim Bang Bule menunggu balasan.


“Hmm nanti kalau Nyonya William atau Alexa sedang keluar dan aku ada kesempatan berdua dengan Ixora akan aku tanyakan tentang perjodohan nya dengan Carol. Dan aku tanyakan kenapa dia tidak menceritakan kalau Carol yang menyebabkan dia celaka.” Gumam Bang Bule yang sudah tidak sabar untuk menemui Ixora dan bertanya pada Ixora.

__ADS_1


Sesaat kemudian terdengar suara notifikasi di hand phone baru Bang Bule. Bang Bule pun segera meraih hand phone nya karena itu sudah dipastikan pasti balasan dari Nyonya William.


Benar, Bang Bule pun segera membuka pesan balasan dan membacanya.


“Maaf Kek, Isomah sudah tidak berada di rumah sakit. Terima kasih kasih banyak atas pertolongan dari Kakek. Kapan kapan kami sekeluarga akan berkunjung ke rumah Kakek.”


Keringat Bang Bule mulai keluar karena dia tidak menyangka Ixora segera keluar dari rumah sakit. Pesan balasan itu pun mungkin Pak Wagiman yang menulisnya.


Bang Bule pun segera mengambil hand phone nya dan dia menghubungi nomor hand phone Alexadria.


“Al, di mana Ixora?” tanya Bang Bule saat Alexandria sudah menerima panggilan suara nya.


“Dibawa ke mansion Bang. Papa menginginkan Ixora dirawat di mansion saja. Dokter pribadi keluarga William yang akan merawat Ixora.” Jawab Alexandria yang sedang sibuk turut mengatur kamar Ixora yang akan digunakan untuk kamar perawatan Ixora.


“Al, apa benar Ixora dijodohkan dengan Carol?” tanya Bang Bule


“Jawab aku Al.” Ucap Bang Bule yang tidak sabar menunggu jawaban dari Alexandria


“Bang maaf ya ini Ixora sudah akan dibawa masuk ke kamarnya, Mama juga akan turut masuk.” Ucap Alexandria lalu dia menutup sambungan teleponnya. Alexandria memang dipesan oleh Sang Mama untuk tidak mengatakan perihal perjodohan itu pada Bang Bule agar tidak membawa kabur Ixora.


“Sial! Kenapa semua menyembunyikan sesuatu pada ku.” Ucap Bang Bule lalu menaruh hand phone nya


“Ixora di mansion, sama saja aku tidak bisa menemui dirinya.” Gumam Bang Bule sambil kedua tangannya menopang dahinya.


Bang Bule pun mencoba menghubungi Ixora akan tetapi hand phone Ixora tidak aktif. Bang Bule lalu terlihat mengetik ngetik di layar hand phone nya dia mengirim pesan buat Ixora.


“Beb, hubungi aku ya. Penting!”


Ting pesan terkirim, akan tetapi hanya centang satu.

__ADS_1


"Waktu satu minggu apa bisa aku mempertemukan Ixora dengan Mama?" tanya Bang Bule pada dirinya sendiri


“Aku akan mencari Anneke meminta bukti itu. Dan selanjutnya aku akan mendatangi Ixora.” Gumam Bang Bule selanjutnya.


__ADS_2