
Liburan yang harusnya jadi momen membahagiakan, berakhir dengan kepanikan karena insiden Dery yg tenggelam.
Yang membuat mereka heran kenapa Dery bisa terjatuh dari dermaga, mereka tau Dery bukan gadis ceroboh.
Saat memberi pertolongan pertama pada Dery Ikbal sempat melihat ada bekas merah melingkar di lengan Dery, seperti bekas Cengkraman kuat, kalau tak sengaja terpeleset mana mungkin ada bekas cengkraman seperti itu.
"siapapun yg berusaha mencelakai dery, bakal gue kasih perhitungan" marah ikbal dalam hati.
"gye yakin itu pasti vina" ikbal mengepalkan tangan kuat sampai kuku nya seperti menancap ditelapak tangan.
"kita gak boleh asal nuduh dulu gaes, kita gak punya bukti apapun" Iwan mencoba menenangkan ikbal.
"kita tunggu dery bangun dan tenang nanti kita tanya apa yang sebenarnya terjadi" lanjutnya lagi bijaksana.
"yaa kita tunggu dery bangun" sambung Roby "gaes gue ke mobil ya, ambil baju kalian sekalian beli makanan dari siang kita belum sempet makan, yaaah siapa tau Dery bangun terus mau makan" Roby berdiri menepuk pundak kedua sahabatnya.
"Ok...." Iwan mengangguk setuju.
Tak berselang lama setelah Roby pergi, bidan Hesti keluar dari ruang praktek,
"teman kalian baik-baik saja, dia cuma shock aja, tolong ambilkan baju ganti ya karena dia cuma pakai selimut, kalian boleh masuk tapi jangan berisik biarkan dia istirahat, kalau dia sudah sadar baru boleh pulang" jelas bidan Hesti
Ikbal yang mendengar penjelasan bidan Hesti langsung berlari masuk menemui dery yang masih terlelap.
"makasih banyak ya bu sudah bantu kami" Iwan menyalami bidan itu.
__ADS_1
"maafkan temen saya ya bu dia memang bucin banget sama gadis yang ibu tolong" ucap Iwan cengengesan
"iya gak apa-apa kok, sebaiknya kamu cepat ganti baju. kalo gitu saya tinggal dulu, nanti kalau butuh sesuatu bilang sama bidan Sintia ya mas, yg duduk didepan itu" ucap lembut bidan Hesti
"baik Bu" singkat Iwan
.......
Setengah jam berlalu Roby datang dengan membawa baju ganti dan makanan untuk mereka berempat.
"gaes Dery udah bangun?" nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu,
"aahh gila Lo ngagetin, kalau masuk ketuk pintu Napa" sewot iwan kesal.
"bodooo" ledek Roby yang langsung duduk di samping Dery.
"apa sih Lo, gue bisa jalan sendiri kok" walau masih lemah tapi Dery berusaha kuat agar sahabatnya tak khawatir.
"habis ganti baju makan ya jah" seru Roby.
melihat Iwan dan Ikbal masih sibuk dengan pikiran mereka "jangan perlihatkan wajah menyebalkan kalian didepan Dery" melotot.
"apa? aku baik-baik saja cuma sedikit lelah" bantah Iwan balas melotot.
"sarimin ni dari tadi mukanya tegang" yang ditunjuk berdecak kesal.
__ADS_1
"ck kalian apaan sih, gue lagi mikirin siapa yang menyakiti der,,,,," Ikbal berhenti bicara saat dery tiba-tiba masuk ruangan.
"kalian ngomongin apa? kok gak dilanjutin?" Dery yang kembali duduk di ranjang melihat ketegangan tiga sahabat nya.
"bukan apa-apa kok jah, Lo makan dulu ya, sendiri apa mau disuapin?" menyodorkan nasi dengan lauk kesukaan dery.
"gue suapin ya jah" Ikbal yg langsung berdiri meraih makanan Dery dengan wajah tegangnya,
"gk usah gue bisa sendiri" tolak dery lembut,
"kalian makan juga gih" memasukan sesuap nasi kedalam mulut. "selesai makan kita pulang ya, gue udah baik-baik aja kok, keburu malem nanti emak gue nyariin" mencoba mencairkan suasana tegang diantara mereka,
"siap bos, apa sih yang gak buat lo" menyahut dengan mulut penuh makanan. Iwan dan Ikbal masih diam.
"apa Iwan sama Ikbal marah sama gue ya, dari tadi cuma diem aja, ditanya juga singkat banget jawabnya"
"gue udah kenyang" menutup makanannya.
"loh jah Lo makan baru dikit banget, biasanya makan Lo banyak" Roby tau jika suasana canggung membuat Dery merasa bersalah, bahkan pertanyaan Roby pun tak ditanggapi.
"kita pulang yuk, rob yuk aku udah sehat kok" terlihat jika Dery Begitu merasa bersalah, raut wajah sedih sangat ketara.
"yaudah yuk pulang, kita udah langsung bisa pulang kok, administrasi udah gue beresin" membereskan sisa makan dan membuangnya ketempat sampah.
"Lo berdua mau pulang gak? apa masih mau bengong disitu, sikap Lo tu bikin Dery makin merasa bersalah ngerti gak?" Roby mulai terpancing emosi melihat sikap dua sahabatnya. Berlari pelan menyusul Dery yang berjalan lebih dulu menuju mobil.
__ADS_1
Iwan dan Ikbal hanya bisa saling pandang tanpa bisa menjawab.
*cerita ini hanya fiktif* maaf jika masih banyak kesalahan. Jangan lupa like dan komen ya 🙏🙏🙏