
Didalam mobil
Dery yang memilih duduk didepan dengan Roby hanya diam melihat keluar jendela. Merasa bersalah liburan yang telah direncanakan Ikbal berantakan karena dirinya tenggelam.
Memang bukan sepenuhnya ia yang bersalah tapi Dery juga tidak mungkin mengatakan kalau ia tenggelam karena Vina mendorong nya.
"gue tau der Lo pasti merasa bersalah" Roby mencoba menyalurkan rasa tenang dengan memegang tangan Dery.
"jah lo gak apa-apa kan?" mengusap punggung tangan Dery lembut, berharap dery mau bercerita.
"mmm gue baik kok rob" tersenyum samar tapi masih terus melihat keluar jendela.
"der gue mau tanya" Ikbal membuka suara
"siapa yang udah bikin Lo celaka tadi? gue harap Lo mau jujur" suaranya bergetar menahan emosi.
"Lo apaan sih, gak bisa kah Lo kasih pertanyaan yang lain" Roby yg emosi menepikan mobil, dan memaksa Ikbal keluar. "lo gilak ya, apa lo gak mikir Dery pasti masih trauma dengan kejadian tadi kalau Lo mau tanya nanti setelah dia lebih baik, dan lagi apa lo gak sadar Dery Begitu merasa bersalah karena sikap Lo, gue mohon Lo jaga hati dery jangan karena kejadian ini persahabatan kita jadi renggang" Roby mencoba menahan amarahnya yang kadung meledak.
"tapi gue mau tau siapa yang udah mencoba melukai Dery, Lo tau gue sayang sama Dery. siapa pun orang itu bakal dapet balasan dari gue" Ikbal membela diri.
"hahahaha Lo bilang Lo sayang sama Dery, tapi tololnya, Lo bahkan gak bisa jaga perasaan dery, bagus deh kalau Dery nolak cowok bego kayak Lo" Roby langsung mendapat pukulan keras dari Ikbal.
__ADS_1
"stooooppp" teriak dery memeluk Roby yang tersungkur di atas tanah.
Dery langsung berdiri tepat didepan Ikbal
"Lo mau tau siapa yang bikin gue tenggelam tadi, haaah Lo mau tau kan bal" suara Dery bergetar dengan mata yang berkaca-kaca.
"Itu semua karena Lo bal, seandainya Lo gak nolak Vina, dia gak akan nekat nyakitin gue." Dery mencoba meredam kemarahan nya.
" Lo udah tau sekarang terus Lo mau apa?" tangis Dery pecah.
Deg ucapan Dery Begitu menusuk hati Ikbal, tak disangka semarah itu dery hingga menyudutkan dirinya. "tapi der gue memang gak suka sama vina" Ikbal mulai merasa bersalah.
Belum selesai dia menjelaskan, Dery memilih masuk kembali kedalam mobil, menarik Roby duduk di kursi belakang.
"Lo gak salah kok jah, gue cuma gak mau Lo merasa gak nyaman. Udah gak usah nangis jelek tuh" tersenyum mengusap air mata dipipi dery.
"gue gantiin nyetir ya rob, Lo dibelakang aja tenangin Dery" usul iwan yg langsung mendapat anggukan dari Roby.
Perjalanan mereka lanjutkan tanpa ada yang bersuara, Ikbal yang ingin meminta maaf karena sudah lepas kendali mendapat isyarat dari Iwan agar menunda niatnya. Mengingat Dery masih begitu marah padanya.
"Lo minta maaf nanti aja kalau Dery udah lebih baik" Iwan melotot sambil berbisik.
__ADS_1
"tapi gue... yaudah deh" pasrah Ikbal.
Dery tertidur karena kelelahan, ditambah kepalanya pusing karena menangis walau tak bersuara. Tapi Roby tau jika Dery masih menangis hingga tertidur. "Lo pasti sakit banget ya der waktu Lo bilang kayak gitu ke Ikbal, kenapa lo gak jujur aja sih der kalo Lo juga sayang sama Ikbal" batin Roby.
"bal seharusnya Lo tadi gak tanya gitu ke Dery" Roby memulai percakapan.
"sakitkan waktu Dery jawab kayak gitu tadi" lanjutnya
"sorry ya rob gue lepas kendali, gue gak bisa nahan emosi. Harusnya gue gak mukul Lo tadi" Ikbal tertunduk. Merasa jika dirinya salah telah melukai hati sahabat-sahabatnya.
"udah lah lupain aja, nanti kalo Lo mau minta maaf gue harap Lo cari situasi yang pas waktu Dery udah lebih baik" Iwan ikut menimpali.
"semoga dengan kejadian ini kita makin saling menghargai satu sama lain" lanjutnya.
"Dery mau kita anter kerumahnya atau gimana? tanya Iwan yg masih fokus menyetir.
"kondisinya pasti bikin orangtuanya curiga" lanjutnya.
"kita pulang ke bengkel, tadi gue udah telfon orang tua Dery. minta ijin, gue alesan Dery musti lembur karena banyak kerjaan" jelas Roby.
"haha Lo emang pinter ya" Iwan mengacungkan jempol.
__ADS_1
*cerita ini hanya fiktif* jangan lupa like dan komen ya dear 🙏🙏❤❤