
Setelah mereka melihat satu persatu sandera yang diselamatkan Juii, dan telah mengetahui dimana istri dan sahabatnya dimakamkan, kini mereka bergegas menuju ruang rawat Dery.
Meski Rizal sendiri masih belum tahu dimana putranya saat ini, tapi desakan Marco membuatnya harus segera menemui sangat istri secepat mungkin.
"atur nafas mu tuan muda, sebelum masuk kedalam, " peringatan Marco membuat Rizal semakin dilanda ketakutan.
Apa yang harus dia katakan pada sangat istri, jika nanti Dery menanyakan dimana putranya.
"Juii," Rizal menarik tangan Juii dengan cepat. "kau harus ikut masuk dan menjelaskan pada istri ku, jika baby R ada pada mu. " ucapnya dengan suara tertahan.
Juii hanya bersedih kesal saat dirinya diseret masuk oleh Rizal.
Dasar bucin, lihat saja nanti. batin Juii
Baru saja Rizal membuka pintu, sudah disambut dengan tatapan amarah dari sang istri yang lansung bangkit dari ranjang rumah sakit.
"sa.. sayang dengarkan aku dulu ya, ini semua kar... "
Plaaakkk
Pukulan keras mendarat tepat di lengan Rizal, membuat pria itu meringis kesakitan.
"sayang dengarkan dulu, Juii akan menjelaskan semuanya, " Rizal mencoba memeluk sang istri yang terlihat begitu marah.
"Marco dan Juii sudah menjelaskan segalanya, kau ini memang ayah yang tidak bertanggung jawab, suami durhaka, " sentak Dery menepis pelukan Rizal.
lumayan dapat tontonan drakor secara live. batin Marco
drama rumah tangga apa lagi ini. batin Zyan
begini ini kalau suami bucin takut istri. Joe
"maafkan aku sayang, tapi aku tidak bermaksud begitu,"
"aku baru saja melahirkan putra kita, tapi kau malah mementingkan pekerjaan mu, apa karena klien mu itu seorang wanita cantik, kau jadi melupakan aku dan putra ku? haaah" pukulan bertubi-tubi Dery layangkan pada Rizal.
Sedangkan Rizal yang tidak tahu maksud sang istri hanya diam sambil mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Dery.
"kau tahu aku dan ibu sejak tadi kerepotan mengurus putra kita yang tidak mau berhenti menyusu, setiap dia baru saja berhenti menyusu dia akan menangis dengan kencangnya, sekarang giliran mu menggendongnya," dengue Dery dengan kesalnya.
"ja.. jadi Baby R ada disini? " tanya Rizal dengan bodohnya.
"tentu saja disini kau pikir dia akan kemana? mencari papa baru, begitu? " pertanyaan Rizal sontak membuat semua orang menahan tawa, dan tentu saja membuat Dery semakin kesal.
"ta.. tapi Juii bilang.. " saat melihat Juii yang terkikik geli, akhirnya membuat Rizal sadar jika Juii dan Marco sedang mengerjai nya.
__ADS_1
"kalian mengerjai ku haahh? aku sejak tadi kebingungan dimana kau bawa putra ku, kalian malah mengerjai ku, "
"Heeiii tuan, pelan kan suara mu, " seru Juii dengan beraninya.
"jika bukan karena aku maka baby R pasti belum ada disini sekarang, "
"aku masih tidak mengerti dengan semua ini, " ucap Rizal
"ayah juga tidak mengerti nak, tapi setidaknya cucu ayah baik-baik saja, dan semua itu berkat Juii, " Tuan Rahadi menepuk pundak Juii dengan penuh rasa bangga. "bisa kau ceritakan semuanya, Ju? "
"Tentu saja Tuan.. "
"Sebenarnya aku sudah cukup lama menyamar dan masuk dalam tim Sonya, aku juga mempelajari segala hal tentang TheBlackDelta, sampai pada saat aku mengetahui rencana wanita itu untuk menculik baby R, aku membuat rencana untuk menyembunyikan baby R, aku meminta tim dokter dan para suster untuk memindahkan baby R ke ruangan lain dengan pengamanan lebih, dan yah kalian semua terkecoh dengan permainan ku kan," Juii tersenyum penuh kemenangan.
"jadi, kau sengaja membuat kami panik ju? " ketua Daniel.
"yaa, aku harus melakukan itu karena ada pengawal Sonya yang menyusup dalam jajaran tim kita tuan Daniel. " acuh Juii "aku membuat seolah-olah penculikan itu benar-benar terjadi agar Sonya merasa diatas angin, agar ia lengah dan mudah dilumpuhkan. Jadi setelah kalian semua pergi bersama penyusup itu, aku membawa baby R pada nona muda, dan dengan bantuan Marco rencana ku semakin berjalan mulus, " sambungnya.
Mendengar penjelasan Juii membuat semua orang menggelengkan kepala.
Kecerdikan dan keberanian Juii membuat permusuhan yang selama ini terjadi telah usai.
TheBlackDelta telah berada dibawah naungan TheRedDelta, Sonya telah dikurung dan akan menunggu hukumannya.
Keluarga tuan Rahadi telah berkumpul, kini tinggal satu yang harus mereka lakukan.
.
Waktu berlalu dengan cepat, setelah satu minggu Dery dirumah sakit kini tibalah mereka di rumah utama.
Semua orang telah kembali pada kegiatan masing-masing.
Rizal dan tuan Rahadi menyerah kan TheRedDelta pada Juii, Marco dan juga Jack.
Sedangkan Joe dan juga Zyan mereka fokus pada perusahaan yang dipimpin Rizal.
Tak akan lagi ada permusuhan, semua sudah selesai.
Sonya dibiarkan merenung dalam penjara markas TheRedDelta.
Rizal yang tengah melamun dikagetkan dengan Ramon yang tiba-tiba memeluknya dengan erat.
"ada apa sayang? " tanya Rizal gemas.
"apa papa akan melupakan aku setelah ada baby R? " tanya Ramon dengan polosnya.
__ADS_1
"kenapa kau bertanya begitu sayang? "
"karena aku bukan putra kandung papa dan mama,"
"kau tetap putra Kami sayang, jadi jangan berfikiran kami tidak menyayangi mu, " dengan lembut Rizal mengusap pucuk kepala Ramon.
"Rizal, " suara bariton Tuan Rahadi mengalihkan perhatian Rizal dan Ramon.
"iya yah? "
"sepertinya Daniel akan benar-benar meninggalkan kita, " ucap Tuan Rahadi
"dia hanya akan melanjutkan studinya yah, lagi pula dia sudah dewasa, apa yang ayah khawatirkan? " meski sebenarnya Rizal pun tak rela jika harus berjauhan lagi dengan sang adik, tapi dia begitu gengsi untuk mengakui itu.
"kita baru saja berkumpul nak, ini terlalu cepat, ayah masih ingin kita berkumpul dirumah ini lebih lama lagi. "
"ayolah yah, aku akan sesering mungkin pulang kemari, aku juga tak akan bisa berlama-lama jauh dari kedua keponakan ku yang menggemaskan ini, " Daniel yang baru saja bergabung langsung memeluk Ramon dengan eratnya.
"kau mau kan jadi putra ku juga? " tanya Daniel dengan wajah memohon.
"aku kan memang putra mu dad, " jawab Ramon dengan is akan kecil.
Deg
Kalimat Ramon sukses membuat Daniel mematung.
kau memang putra ku nak, putra kandungku ku. gumam Daniel dengan mata berkaca-kaca.
"kenapa menangis dad? " tanya Ramon "aku memang putra mu kan? putra kandung mu? "
Semua orang yang ada disana menatap tak percaya pada Ramon.
Bagaimana anak itu tahu jika Daniel lah ayah kandungnya.
"Ra.. Ramon kau tahu dari mana? " tanya Daniel tak percaya.
"ak mendengar semuanya dad, aku mendengar saat daddy menangis dikamar malam itu, " Ramon memeluk erat leher Daniel.
Suasana berubah begitu haru, Ramon ternyata telah mengetahui semuanya.
Bukankah itu menambah kebahagiaan dalam keluarga Tuan Rahadi.
Bersambung....
*Terima kasih udah setia dengan karya receh othor ya reader kesayangan, Mon maap ya karena mimin terlalu lama gak update,
__ADS_1
setelah ini insyaallah othor bakal rajin update lagi...
mohon dukungannya yaa... Love yuuu*