
Kejutaaannnn.....
Semua orang disana berteriak lantang,
Dery masih terpaku, semua orang tersenyum senang, Tuan Rahadi, keluarganya, putranya, Joe, Zyan dan hampir semua karyawan, bahkan sahabatnya serta keluarga mereka ada disana.
Dery sedang berdiri didepan semua orang sekarang, dengan gaun yang sangat cantik dan Rizal berjongkok didepannya membawa bunga serta kotak cincin yang sangat indah.
"Dery, maukah kau menikah dengan ku, menghabiskan sisa umur mu bersama ku dan jadilah ibu untuk anak-anak ku," dengan lantang Rizal melamarnya didepan semua orang.
Dery masih diam terpaku menyaksikan apa yang baru saja terjadi.
apa mereka semua mengerjai ku? Rizal apa-apaan ini. ayah ibu, mereka baik-baik saja, mereka membuat ku terpaksa mengatakan jika aku hanya mencintai tuan muda menyebalkan ini.
Plaakk
Satu pukulan keras mendarat di lengan Rizal.
"kalian mengerjai ku, hah?" pekik Dery dengan air mata mengalir.
"kalian membuat ku hampir mati karena takut terjadi hal buruk pada kalian," Dery mulai terisak.
Rizal meringis, pukulan yang Dery layangkan benar-benar sakit, "aku hanya ingin memberi mu kejutan sayang," Rizal bangkit memeluk Dery "jangan menangis ku mohon, maafkan aku ya, ini semua rencana Joe dan Zyan,"
Mendengar itu Joe dan Zyan melotot pada Rizal, bisa-bisanya menjadikan mereka sebagai kambing hitam.
"kau jahat sekali pak tua, apa kau ingin aku mati jantungan," mendelik menatap tajam Rizal.
"tentu tidak, aku hanya ingin melamar mu dengan cara yang berbeda," mengecup pipi Dery lembut.
"lalu apa kau mau menjadi istri ku? tadi kau bilang hanya mencintai Rizal Arandra dan hanya ingin menikah dengan ku kan," Rizal menaik turunkan alisnya.
Terima....Terima..... Terima.....
Semua orang sorak.
__ADS_1
Meski kesal, tapi apa yang Rizal lakukan sungguh membuatnya bahagia.
Rizal melamarnya dengan cara yang sangat berbeda.
Dery mengangguk "ya, aku mau menikah dengan mu, aku mau menjadi istri mu," Dery tersenyum.
Semua orang bersorak senang.
"akhirnya kita akan menjadi satu keluarga, tuan," Tuan Rahadi memeluk hangat pak Rahmat.
"tentu tuan," pak Rahmat membalas pelukan dari calon besannya itu.
Rizal memasangkan cincin pada jari manis Dery, cincin yang dulu dia beli untuk melamar Dery tapi gagal, cincin yang didesain khusus untuk wanita yang sangat dia cintai.
Rizal berdiri lalu memeluk hangat Dery.
"aku mencintaimu," bisik Rizal.
"apa? aku tidak dengar,"
"aku mencintaimu," ulang Rizal.
"aku mencintaimu Dery Pratiwi," teriak lantang Rizal, membuat ruangan bergema karena suaranya.
Dery tersenyum lalu memeluk Rizal erat,
"aku juga mencintaimu kak," bisiknya didalam dekapan Rizal.
Ikbal yang duduk berdampingan dengan Iwan dan Roby, menatap nanar wanita yang dia cintai menerima lamaran pria lain.
semoga kau selalu bahagia jah, aku akan selalu mencintaimu. Melihat mu bahagia, membuat ku ikut bahagia. batinnya.
"lo kuat bal, pasti Lo bakal menemukan cinta sejati Lo," Roby memeluk Ikbal, dia tahu sahabatnya ini sedang patah hati.
"gue baik kok rob, melihat Dery bahagia itu udah cukup buat gue," senyum Ikbal.
__ADS_1
Iwan Roby dan Ikbal saling berpelukan.
Kebahagiaan Dery memang menjadi tujuan mereka kan, selama ini Dery sudah banyak menderita.
Acara lamaran berjalan dengan sangat lancar. Semua orang bersuka cita, kebahagiaan terpancar dari wajah mereka.
Dery dan Rizal berjalan menghampiri kedua orang tua mereka, memeluk mereka satu persatu.
"ayah, ibu," air mata Dery meleleh saat memeluk kedua orangtuanya.
"semoga kalian bahagia nak, ayah dan ibu merestui kalian. percepat pernikahan kalian, jangan terlalu lama, ayah ingin cucu dari kalian," pak Rahmat memeluk erat Putrinya dan calon menantunya.
Tuan Rahadi menatap Dery dengan kasih sayang, "segera lah menikah, ayah ingin melihat kalian bahagia bersama," ucap lembut tuan Rahadi, memeluk Dery.
"tentu, tuan," Dery masih gugup jika berhadapan dengan tuan Rahadi.
"hei aku ini ayah mu, jadi panggil aku ayah," tuan Rahadi mengusap pucuk Kepala Dery. "jika anak kurang ajar ini menyakiti mu, ayah sendiri yang akan menghajarnya." melirik Rizal.
"ayah, yang anak mu itu Dery atau aku sih," memeluk sang ayah.
"sepertinya ayah akan lebih menyayangi Dery daripada kamu," tuan Rahadi menjewer telinga Rizal. "jangan buat anak perempuan ayah menangis lagi,"
"auuww yah jangan begini, disini banyak orang aku malu," Rizal cemberut.
"salah sendiri, kenapa melamar harus pakai acara culik-culikan," gerutu tuan Rahadi, dia bahkan baru tahu rencana Rizal saat sudah tiba ditempat ini.
"Mama..." suara Ramon mengalihkan perhatian Dery.
"sayaang, anak mama," Dery berjongkok memeluk Ramon.
"apa Mama dan Papa akan tinggal bersama setelah ini?" polos Ramon.
"emm belum sayang, nanti ya setelah semuanya selesai kita akan tinggal bersama," Dery mengusap pipi Ramon.
Ramon mengangguk, senyumnya mengembang lalu mengedipkan sebelah mata pada Rizal.
__ADS_1
Rizal menarik Ramon dalam gendongannya, lalu memeluk erat Dery.
bersambung......