
Pagi menjelang...
Dery menggeliat, mengusap matanya beberapa kali. Menggeser sedikit tubuhnya agar dia bisa turun dari tempat tidur.
"eeh! kakak sudah bangun," Rizal malah mengeratkan pelukannya.
"dia juga sudah bangun," ceplos Rizal diiringi cengir kuda.
"aku mau mandi kak lengket nih, semalaman kau terus saja mengerjai ku," Dery memanyunkan bibirnya.
"boleh, asalkan buat dia tidur dulu," bisik Rizal.
"hmm.."
Dery mengikuti kemauan Rizal, meski semalaman Rizal tidak membiarkannya istirahat, Dery tetap melayani sang suami dengan senang hati.
Setelah menyelesaikan kegiatan pagi ini, Rizal mengangkat sang istri masuk ke kamar mandi.
Acara mandi mereka lagi-lagi diwarnai dengan adegan drama Rizal yang tidak ingin melepaskan Dery.
Berjam-jam mereka berada didalam kamar mandi.
"kak, aku lapar," rajuk Dery.
"kamu ganti baju dulu, aku pesankan sarapan ya," Rizal mengusap sisi wajah istrinya.
"sarapan apanya," Dery menatap Rizal kesal. "ini sudah pukul 11 siang kak, waktunya makan siang, sejak kemarin bahkan kau tidak membiarkan ku istirahat."
"haha," Rizal memeluk sang istri "kau membuatku tergila-gila sayang, sepertinya kau selalu melakukan perawatan ya, milikmu sangat sempit, aku bahkan tidak rela sekejab saja melepasmu," Rizal menciumi wajah Dery, meninggalkan jejak kepemilikan di leher dan dada sang istri.
"kak, stop," Dery mendorong Rizal, lalu berjalan menuju sofa, wajahnya memerah menahan malu.
Rizal hanya terkekeh melihat istrinya merajuk.
"sayang, jika kamu merajuk seperti itu, aku semakin ingin melahap mu lagi,"
"kakak," teriak kesal Dery.
"aku ini suami mu sayang, jangan terus memanggil ku kakak," Rizal menjatuhkan diri disamping Dery.
Merebahkan kepalanya pada pangkuan sang istri.
"lalu? aku kan jauh lebih muda dibandingkan kakak,"
"aku juga masih muda sayang,"
"muda apanya, kau itu sudah tua," Mendengar kata tua, spontan Rizal menggigit bibir Dery, menariknya lebih dalam.
Desahan lolos dari mulut Dery, membuat Rizal semakin bersemangat membuat istrinya melayang.
Kini Rizal sudah menindih sang istri, menyingkap kemeja tipis yang menutupi area favoritnya, untung saja tadi Rizal sukses memaksa Dery agar tidak memakai baju dalam sehingga dia mudah menikmati tubuh sang istri.
Tangan Rizal pun tidak tinggal diam, terus menyusuri setiap lekuk tubuh seksi Dery,
ssshhh aahhh
lenguhan Dery menandakan jika ia menikmati permainan sang suami.
Gairah Rizal sudah memuncak, baru akan melancarkan aksinya, ketukan pintu menghentikan kegiatan Rizal.
"huhh!! menganggu saja, apa mereka tidak tahu ini kamar pengantin," gerutu Rizal mengenakan pakaiannya asal.
__ADS_1
Dery terkikik "bukanya tadi kakak sendiri yang memesan makanan," Dery bangkit dari sofa, merapikan kemeja tipisnya.
pantas saja memaksa agar aku tidak menggunakan dalaman , ternyata agar dia lebih mudah menikmati nya. batin Dery.
Makanan mereka sampai,
Dery makan dengan lahap, dia sungguh sangat kelaparan, terlebih tenaganya dikuras habis oleh Rizal.
"pelan-pelan sayang makannya," Rizal mengusap sudut bibir Dery yang belepotan.
"hmm..." melirik suaminya.
"ini kan karena kakak, kenapa dari kemarin terus saja menguras energi ku,"
"begitu?! baiklah! nanti kamu menikmati saja tidak perlu banyak bergerak," Rizal mengedipkan sebelah mata genit.
"Uhhukk....Uhhukk..." Dery tersedak karena kaget dengan kalimat yang baru saja keluar dari mulutnya Rizal.
"sayang, pelan-pelan aku tidak akan merebut makanan mu," Rizal menyodorkan air minum, sebenarnya dia tahu apa yang membuat istrinya tersedak, tapi dia berpura-pura.
"iiishhh..." Dery melengos sewot.
Menyelesaikan acara makannya secepat mungkin, lalu berjalan menuju balkon kamar hotel.
Rizal hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.
"kau ingin melakukannya disini sayang?" bisik Rizal ditelinga sang istri.
Membuat Dery terlonjak kaget, "kak, bisa tidak jangan mengagetkan,"
Rizal menggaruk-garuk kepalanya, "kenapa kamu jadi sensitif sekali sih,"
"sensitif apanya?" aku hanya kesal saja,"
"apa boleh kak?" wajah Dery tampak berbinar. "tubuhku benar-benar lelah, aku ingin dipijat dan luluran "
Dery sudah membayangkan dia sedang berada di ruang spa dengan aroma terapi yang menenangkan, lalu tubuhnya dipijat dengan lembut.
Author jugaa mauukkkk 😂😂 capek niihh ngetik muluu like nya dikit 😭😭 _halah apa sih thor_ 😴
Rizal menggendong Dery masuk kedalam, lalu membaringkannya diatas ranjang.
"ehh! kak mau apa?" seru Dery.
"sudah diam dan nikmati saja," Rizal menyalakan lilin aroma terapi, lalu membuka baju Dery.
Rizal mulai memijat Dery dengan sangat lembut.
Tadinya Dery sudah berfikir yang tidak-tidak, tapi setelah merasakan pijatan Rizal, Dery tersenyum senang.
"sepertinya aku akan meminta pijat pada mu setiap hari kak," gumam Dery.
"memangnya kamu mau meminta dipijat pada siapa?"
"tukang pijat lah, siapa lagi,"
"tidak ada yang boleh menyentuh dan melihat tubuh indah mu kecuali aku," sewot Rizal.
iishh dasar bucin,
"apa pemijat wanita juga tidak boleh?" Dery sudah berbalik badan, tanpa sadar dia memamerkan tubuh polosnya.
__ADS_1
Membuat Rizal tersenyum smirk, "kamu sengaja menggoda ku, hmm," Rizal mengungkung Dery dalam dekapannya.
"ehh, ti..tidak kak,"Dery berusaha menutup tubuhnya, tapi sudah terlambat, Rizal sudah melancarkan aksinya.
Menjamah tubuhnya, ******* lembut bibir merah cherry milik Dery.
Tangannya sudah tidak tinggal diam, dua tangan Rizal bergerilya diarea favoritnya.
Membuat Dery mendes*h dengan sangat seksi,
Siang yang panas itu, lagi-lagi mereka melakukan penyatuan, melepaskan hasrat mereka memuaskan satu sama lain.
Dery adalah candu bagi Rizal, benar-benar membuatnya tergila-gila.
"aku mencintaimu Dery Pratiwi," ucap Rizal saat dia berhasil mencapai puncaknya.
"aku mencintaimu Rizal Arandra," Dery mengucapkan itu dengan sangat seksi, membuat Rizal tersenyum senang, Dery selalu puas dalam setiap permainan yang dia lakukan.
Rizal menjatuhkan diri disamping Dery, mencium setiap inci wajah Dery.
Terakhir dia mencium lembut bibir Dery dan menarik sang istri dalam pelukannya.
Sebelum mereka terlelap karena kelelahan.
Aku sangat bahagia kak, aku memiliki suami yang begitu baik dan memperlakukan ku dengan sangat lembut, aku mencintaimu. batin Dery.
.
Ditempat lain...
Marco sedang sibuk dengan laporan dari orang-orang suruhannya.
Dia sudah menyusun rencana dengan sangat matang.
Memastikan tidak ada orang yang akan curiga dengan pergerakannya.
Tawa Marco pecah saat melihat foto wanita yang sudah lama dia rindukan, wanita yang membuatnya berbuat senekat ini.
Sebentar lagi sayang, sebentar lagi kita akan kembali bersama, aku pastikan baj*ngan itu akan menyesal karena telah memaksa mu agar mau menikah dengannya hahaha.
Suara tawa Marco benar-benar mencekam, membuat anak buahnya bergidik ngeri, dia sudah seperti psikopat.
Marco menenggak minuman dengan sangat rakus.
Berjalan keluar dari ruang kerjanya, sambil membawa botol minuman.
Ia menghampiri wanitanya yang sedang tidur nyenyak di kamarnya.
"heii sayang, aku merindukan mu," Marco berdiri diambang pintu, menatap penuh gairah wanita itu.
Tanpa basa-basi Marco menyingkap selimut yang menutupi tubuh wanita itu.
Menindih dan ******* bibirnya dengan kasar, membuat wanita itu terkejut,
ingin memberontak tapi kekuatan Marco jauh lebih besar darinya.
Dengan sangat kasar Marco melampiaskan hasratnya pada wanita ini.
Marco benar-benar sudah gila, beraninya dia berbuat begini pada ku.
bersambung....
__ADS_1
ini dulu yaa gaes 🙏🙏
jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote yaak ❤😘 love u