Janda Judes

Janda Judes
Baby R


__ADS_3

Diruang operasi, Rizal tetap setia mendampingi sang istri yang sedang berjuang melahirkan buah cinta mereka.


Air mata Rizal mengalir semakin deras saat melihat dokter mulai membuat robekan di atas perut Dery.


Sedangkan diluar ruangan, seluruh keluarga dan sahabat yang berkumpul, tidak henti-hentinya merapalkan doa agar Dery dan juga putranya baik-baik saja.


Setelah begitu lama semua orang menunggu, akhirnya terdengar suara tangis bayi dari ruang operasi.


Wajah tegang mereka berangsur tenang, ibu dan ayah Dery saling berpelukan karena merasa bahagia.


Rizal terus menghujani Dery dengan begitu banyak kecupan, hatinya begitu bahagia. Istri dan anak nya baik-baik saja.


"terima kasih sayang, terima kasih atas pengorbanan yang telah kamu berikan, terima kasih sudah mengandung dan melahirkan putra kita," bisik Rizal tepat di telinga Dery yang masih setengah sadar karena obat bius.


Senyum samar tercetak di bibir Dery, dia juga begitu bahagia.


Meski harus melahirkan putra nya sebelum waktu melahirkan, dia cukup lega karena sang putra lahir dengan sehat.


Zyan yang sudah mengurus segala keperluan Dery selama dirumah sakit, menuntun semua keluarga dan sahabat Dery, agar menunggu diruang rawat Dery.


Ya, Rizal memberikan semua hal terbaik untuk istri dan putranya, serta pengamanan yang begitu ketat.


Dia benar-benar tidak ingin seorangpun menyakiti orang-orang yang ia cintai.


🍁🍁🍁🍁


Ruang Rawat...


Keriuhan terjadi sejak Dery dan sang putra dipindahkan kedalam ruang rawat, semua orang begitu ingin menggendong bayi tampan itu.


"hai tampan..." sapa Dena sambil mengusap lembut pipi bayi mungil itu. "aku adalah Tante mu, tapi panggil aku kakak saja, oke," selorohnya bersemangat, membuat semua orang terkikik geli.

__ADS_1


"kalau sudah Tante ya Tante saja, kenapa harus dipanggil kakak," goda Iwan.


"pokoknya panggil kakak saja," balasnya acuh.


Ayah yang sedang berdiri di samping Tuan Rahadi dan sang istri membuka suara. "apa kalian sudah memikirkan nama untuk cucu kami?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangan dari bayi kecil itu.


"Baby R..." jawab Rizal cepat, serentak semua orang memandangnya keheranan.


"what!!! nama macam apa itu R?!" Ikbal bangkit dari duduknya. "apa kau tidak mampu memberikan nama yang bagus untuk putra Dery?" dengusnya.


"diam kau sialan!" bisik Roby kesal, lalu menarik Ikbal agar kembali duduk disampingnya.


Lirikan mata Rizal kepada Ikbal benar-benar memancarkan aura membunuh, membuat Roby bergidik ngeri.


"Reyhan, namanya Reyhan, dan dia bisa di panggil baby R atau baby Rey," sambung Rizal tanpa menanggapi celotehan Ikbal.


"nama yang bagus," sahut Tuan Rahadi yang langsung mendapatkan anggukan dari ayah dan ibu Dery.


"heii baby R..." seru semua orang dalam ruangan bersamaan.


Cup


Kecupan lembet mendarat di kening Dery.


"aku akan memberikan semua hal terbaik untuknya sayang,"


Berada di titik ini, aku merasa begitu beruntung memiliki lelaki yang begitu mencintai dan menyayangi ku serta semua keluarga ku. Terima kasih Tuhan. Dery


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Ditempat lain....

__ADS_1


Kabar kelahiran putra keluarga Arandra begitu cepat tersebar.


Kabar ini pun juga didengar oleh pimpinan pesaing keluarga Arandra.


Ya...


The BlackDelta pun sudah mengetahui jika putra Rizal telah lahir.


Kemarahan dan kebencian tergambar jelas diwajah wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.


Pyarr!!!!


Wanita cantik nan kejam itu, melemparkan gelas ditangannya tepat didepan orang-orang kepercayaannya.


"aku ingin kalian bisa menembus pengamanan dirumah sakit itu!" Ucapnya dengan lantang dan penuh kemarahan.


Mendengar suara tegas dari bosnya membuat mereka bergetar takut.


"Kau!!!" tunjuknya pada wanita muda berambut pendek didepannya.


"saya nyonya," dengan wajah menunduk Jenny maju dua langkah mendekati bosnya.


"ambil bayi itu! aku ingin hidup mereka semakin hancur!" Jenny hanya bisa mengangguk mantap mendengar perintah yang baru saja dia dapatkan.


Tenang saja nyonya, aku pastikan bayi itu akan aku bawa dengan selamat dan baik-baik saja. Jenny


"lalu tunggu apa lagi, pergi sekarang!!" sentaknya.


Dengan segera semua anak buahnya pergi mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Satu langkah lagi..... Jenny

__ADS_1


Bersambung......


maap Yee baru update... 😁🙏


__ADS_2