
Rizal sudah mengetahui jika sang ayah ada diluar ruang ICU, meski tidak ingin meninggalkan Dery meski hanya sebentar saja, tapi Rizal harus menemui sang ayah.
Dengan wajah tertunduk lesu Rizal memeluk tuan Rahadi.
"dasar anak kurang ajar," tuan Rahadi mengusap punggung putranya. "jika kau mencintainya kenapa tidak mengatakan pada ayah? kenapa diam saja."
"maaf yah, aku kira Dery tidak mencintai ku, jadi aku tidak mengatakan pada ayah." Rizal tertunduk.
"tuan Rahmat sudah menceritakan semuanya pada ayah, kau yang bodoh. Jika kau mencintainya perjuangan kan jangan malah lari sebelum mengungkapkan isi hati mu." tuan Rahadi menjewer kecil telinga Rizal.
Rizal mendongak menatap netra pak Rahmat "maafkan Rizal ya yah, jika saja Rizal tidak pergi mungkin Dery tidak akan seperti ini,"
"sudahlah nak semua sudah terjadi, sekarang kita hanya harus fokus pada penyembuhan Dery, setelah Dery sadar nanti, kau bisa mengatakan semua isi hati mu pada Dery, dia juga mencintai mu nak," pak Rahmat menepuk pundak Rizal. "ayah percaya pada mu, kau pasti bisa membahagiakan Putri ayah," memeluk Rizal hangat.
.
Hampir Tiga Minggu berlalu....
Belum ada tanda-tanda jika Dery akan segera membaik, kondisinya masih sama saja. Mata indah Dery masih terpejam, hidupnya ditopang peralatan medis yang jadi penunjang hidupnya. Namun Rizal dan keluarga Dery tidak pernah putus asa, mereka selalu mengusahakan semua yang terbaik untuk Dery.
Semua orang sudah kembali pada aktivitas masing-masing, hanya Rizal yang selalu setia menjaga Dery dirumah sakit, meski orang tua Dery memaksanya untuk istirahat, Rizal tidak pernah mau meninggalkan Dery walau hanya semenit saja.
__ADS_1
Rizal menatap Dery penuh cinta, setiap hari tidak henti-hentinya Rizal mengatakan jika dia sangat mencintai Dery.
"Dery... aku disini masih setia menunggu mu kembali, buka matamu sayang, aku sangat merindukanmu, aku ingin melihat mu menatap ku penuh cinta seperti dulu," berulang kali Rizal mengatakan itu setiap hari, tapi cara itu masih saja belum berhasil. Rizal sungguh merasa sedih melihat Dery terbaring lemah seperti itu. Rizal kemudian menumpahkan kepala disamping Dery, masih terus menggenggam tangan Dery. Wanita cantik yang selalu ceria ini, kini hanya terbaring lemah tidak berdaya.
Berjam-jam berlalu, keadaan Dery masih sama saja. Tidak menunjukkan kemajuan apapun.
Hingga Rizal yang kelelahan akhirnya tertidur.
Rizal merasa sedang berada di suatu tempat yang sangat indah, dengan udara sejuk. Namun sepanjang mata memandang hanya rumput hijau yang terlihat, Rizal terus berjalan menyusuri tempat asing itu, sampai tidak lama matanya melihat seseorang dengan anggunnya berdiri tidak jauh darinya.
"Dery? kau kah itu," Rizal mendekati wanita itu menggenggam tangannya erat.
"Dery aku merindukan mu, maafkan semua kesalahan ku." Rizal mulai terisak dipelukannya.
Wanita itu hanya tersenyum menatap Rizal lalu melangkah pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Rizal berusaha mengejar langkah wanita itu dengan tertatih, "Dery aku mohon jangan pergi dari ku, aku meminta maaf jika aku membuat mu terluka, berikan satu kesempatan pada ku satu kali saja, aku mohon ikutlah aku kembali." Rizal menggenggam tangannya,
Rizal menempelkan telapak tangan wanita itu, hingga dia benar-benar menyadari jika wanita ini adalah Dery cintanya yang sudah berhari-hari tertidur.
Rizal terbangun saat merasa ada yang benar-benar menyentuh pipinya lembut. Saat dia sudah sepenuhnya sadar dia melihat tangan Dery bergerak berulang kali. Rizal bergegas memanggil dokter Ilham.
__ADS_1
jadi tadi itu mimpi, tapi kenapa sangat nyata.
Dokter Ilham memberikan keadaan Dery, sedang Rizal menghubungi Joe agar segera menjemput keluarga Dery.
"syukurlah, nona sudah melewati masa kritisnya, semoga secepatnya nona akan segera sadar. kau hebat kawan, cinta mu bisa membawa nona kembali pada kita, rapikan penampilan mu jika nona bangun dan kau sangat berantakan begini, Nona pasti akan sedih," dokter Ilham menepuk pundak Rizal bangga. "jangan ulangi kesalahan yang telah kamu lakukan, nona sangat mencintai mu," bisiknya sebelum meninggalkan ruang ICU.
"cepatlah sembuh Dery, aku sangat merindukanmu... semua orang merindukan mu," Rizal merasa sangat hampa saat melihat Dery terbaring tak berdaya seperti ini. "aku mencintaimu,"
Tanpa di duga tangan Dery terus bergerak, dalam genggaman Rizal. Semakin lama semakin kuat Dery menggenggam tangan Rizal. Entah Rizal yang terlalu larut dalam kesenangan karena Dery sudah membaik atau dia hanya bermimpi. Namun semakin lama genggaman tangan Dery semakin kuat.
Semakin kuat Dery menggenggam semakin bergetar hati Rizal. Dan betapa terkejutnya Rizal saat kelopak mata Dery mulai terbuka.
"Dery...aku tahu kau akan kembali, aku mencintaimu" Rizal menciumi tangan Dery berulang kali, senyum Rizal mengembang. senyum tipis terukir diwajah pucat Dery.
"aku panggilkan dokter sebentar," Rizal terburu-buru memanggil Ilham. Wajah Rizal sangat bahagia, dia terus saja mengulum senyum.
Terima kasih Tuhan, engkau kembalikan wanita yang aku cintai.
bersambung....
bantu like komen dan vote ya dear 🙏 love u
__ADS_1