Janda Judes

Janda Judes
28


__ADS_3

Di Surabaya


Ikbal, Iwan dan Roby sudah sampai di hotel yang sudah di pesan Roby, setelah beristirahat sebentar Ikbal mengajak dua sahabatnya pergi menemui Dery.


"kita jalan ke apartemen Dery sekarang yuk" ajak Ikbal.


"gue belum pesen mobil Sarimin, Lo mau jalan kaki?" Iwan santai.


"kenapa gak telefon Dery dulu aja, emang dia udah pulang kantor jam segini, ini masih siang." Roby menjelaskan.


"eh iya coba gue telefon dulu, Lo kudanil pesen mobil sekarang." Ikbal meraih ponsel.


Setelah Ikbal menelfon Dery wajahnya berubah sedih.


"Lo kenapa?" tanya Roby


"Ijah lagi tugas di Bali" jawab Ikbal menjatuhkan diri dikasur " kita mau nunggu Dery balik apa kita pulang dulu?"


"memang Dery berapa hari di Bali?" Iwan duduk mendekati Ikbal.


"masih belum tau katanya," Ikbal mengacak rambut kesal. "kenapa kemarin gak telefon Dery dulu sih, jadi kita kesini gak sia-sia"

__ADS_1


"gak ada yang sia-sia" sewot Roby.


"yaudah kita tunggu aja tiga hari, kalau Dery belum balik kita pulang dulu. anggap aja kita liburan." santai Iwan. "kita tidur dulu deh, jalan-jalan nanti malem" menyandarkan kepala dibantal.


Mereka memutuskan beristirahat sebelum keluar untuk jalan-jalan, paling tidak rasa kecewa mereka berkurang. Sebenarnya bukan salah Dery, karena mereka yang tidak memberi kabar dulu sebelum datang ke Surabaya.


****


Malam hari setelah puas beristirahat, karena rasa lapar mereka memutuskan keluar hotel sekalian jalan-jalan.


"gaes lapar ni makan yuk," Iwan bangun dari duduknya.


"yuk gye juga lapar banget, gue pengen makan rawon hahaha" Roby sudah membayangkan hangatnya kuah rawon.


"mobil udah siap nih dibawah, ayo lah sarimin jangan kayak anak kecil, Dery kerja kalik buka liburan." paksa Iwan.


"ayok buruan bal," menarik Ikbal bangun dari tempat tidur.


"iya gue ikut, pada maksa banget sih." Akhirnya Ikbal bangun dan ikut keluar hotel bersama.


Selama perjalanan Ikbal hanya diam memperhatikan ponselnya. Berharap Dery memberikan kabar jika dirinya akan segera kembali ke Surabaya. Sama sekali tidak memperdulikan Iwan dan Roby yang terus saja mengoceh.

__ADS_1


"kita makan disitu aja" tunjuk Roby di sebuah restoran yang menu utamanya rawon.


"ok lah" Iwan memarkir mobil.


Mereka memilih tempat yang dekat dengan kolam ikan, karena di resto ini menyediakan fasilitas pemancingan, Roby dan Iwan akhirnya ikut memancing.


"woii sarimin, diem mulu sini ikut mancing" teriak Roby melemparkan alat pancing ke arah Ikbal.


"gak ah gue males, kalian aja," Ikbal hanya mengedikkan bahu.


"kapan lagi kita mancing, udah lah jangan mikirin Dery terus." sahut Iwan.


"iya iya gue mancing, kalian cerewet banget sih kayak Mama gue" terpaksa ikut mancing.


Roby dan Iwan hanya tertawa menanggapi Ikbal.


"dasar anak Mama" teriak Roby.


Mereka tidak menyadari jika Dery yang ada di Bali sedang dalam bahaya. Marco yang sangat terobsesi ingin memiliki Dery, sudah menyusun rencana agar Dery mau dia nikahi.


Marco sudah menjadwal ulang segala pekerjaan agar selesai lebih cepat, dan memulangkan 2 stafnya lebih dulu. Seharusnya jadwal meeting dan pertemuan dengan klien sesuai dengan apa yang sudah Dery atur, tapi Marco memerintahkan Ayu untuk merubah semuanya, tanpa sepengetahuan Dery.

__ADS_1


Dery yang tidak pernah punya keberanian membantah semua perintah Marco, hanya bisa mengikuti jadwal baru yang dibuat Marco, tanpa banyak bertanya. Tidak sedikit pun Dery berpikiran negatif pada Marco.


*cerita ini hanya fiktif* maaf jika masih banyak kesalahan, semoga kalian suka ya, jangan lupa like dan komen 🙏🙏❤❤


__ADS_2