Janda Judes

Janda Judes
59 Bangun lah, aku merindukan mu


__ADS_3

Malam yang dingin,


Waktu terasa begitu lama bagi Rizal, lima jam sudah Dery berada diruang operasi dalam perawatan para dokter kepercayaannya.


Rizal hanya tertunduk dalam, menyesali apa yang telah terjadi pada Dery, secara tidak langsung dirinya lah penyebabnya.


"tuan, sebaiknya anda membersihkan diri terlebih dahulu" Joe yang baru sampai melihat keadaan Rizal yang sangat berantakan.


"tidak Joe aku akan menunggu Dery disini" masih belum merubah posisinya.


"apa kau sudah mengurus mereka?" lanjutnya


"sudah tuan, mereka berada dimarkas, aku sengaja memisahkan ruangan mereka tuan"


"Joe tolong panggilkan dokter Ilham, minta dia kemari secepat mungkin" mengusap wajahnya kasar.


"baik tuan" menunduk dalam.


Sudah bertahun-tahun yang lalu, setelah pengkhianatan yang Daniel dan Monica lakukan pada Rizal, kenapa sekarang harus terjadi lagi.


Sahabat yang dipercaya Rizal membantu Daniel untuk menghancurkannya. Bahkan mereka menyakiti Dery dengan sangat kejam.


Jika nanti hal buruk terjadi pada Dery, entah apa yang akan Rizal lakukan. Apa Rizal bisa menerima kenyataan yang ada.


Gurat kekhawatiran nampak jelas di wajah Joe, cinta memang bisa membuat orang menjadi sangat lemah.

__ADS_1


"Zy bisakah kau membujuk tuan, setidaknya agar tuan mau istirahat sampai nona tersadar. Sejak kemarin tuan tidak beristirahat kan?" Joe dan Zyan duduk agak jauh dari Rizal.


"akan aku coba nanti, sekarang jika aku membujuk tuan sudah pasti aku akan dihajar olehnya" Zyan bergidik ngeri.


"Tapi jika tuan dibiarkan begini terus, kondisinya akan lebih buruk dari beberapa tahun yang lalu" paksa Joe.


"aku tidak lupa bagaimana frustasinya tuan waktu itu Joe, tapi biarkan tuan menerima penjelasan mengenai kondisi nona dulu" mendelik kesal pada Joe.


Tidak lama dokter keluar dari ruang operasi,


"tu..tuan" ragu-ragu saat akan menjelaskan kondisi Dery.


"dok, Dery baik-baik saja kan? apa dia sudah sadar?" Rizal bangun dari duduknya.


"kita akan memindahkan nona, agar tuan bisa lebih mudah jika ingin menemaninya" masih belum berani menjelaskan keadaan Dery.


****


Setelah Dery pindah keruangan khusus untuknya, Rizal masih setia duduk di samping Dery. Tidak melepaskan pandangannya sedetik pun.


Tidak lagi peduli dengan kondisinya sendiri yang sudah mulai melemah, baju yang penuh dengan darah Dery pun belum mau dia lepaskan.


"kenapa kamu masih belum bangun der, apa kau marah pada ku? Jika kau marah bangunlah, pukul aku sepuas hati mu tapi jangan menghukum ku seperti ini. Bangun lah der bangun, apa kau tidak ingin mendengar saat aku mengakui jika aku mencintaimu? aku tidak bisa melihat mu terus diam, aku ingin mendengar suara mu aku ingin melihat senyum manis mu."


Rizal terus bergumam, menciumi tangan lemah Dery. Hatinya terasa sakit, melihat setiap luka yang ada ditubuh wanitanya.

__ADS_1


"permisi tuan, dokter Ilham sudah sampai" Zyan, Joe dan Ilham masuk keruangan Dery.


"oh Tuhan, kenapa kau sangat berantakan zal" Ilham menghampiri Rizal, menepuk pundak sepupunya itu.


"bersihkan dirimu, noda darah itu bisa jadi pemicu bakteri tumbuh, dan itu tidak baik untuk keadaan nona muda kita kan?" ucapan Ilham sukses membuat Rizal bangkit dari duduknya.


"zy apa kau membawa baju untuk ku?" Dengan wajah lesu berjalan mendekati Zyan.


"ini tuan, bersihkan tubuh tuan, kami akan menjaga nona" menyerahkan paperbag berisi baju Rizal. Rizal langsung masuk kedalam kamar mandi.


Tidak lama, Rizal keluar dari kamar mandi. Biasanya dia akan menghabiskan waktu yang lama saat mandi, tapi sekarang tidak lebih dari lima belas menit.


Kembali ketempat duduk samping Dery, menarik nafas berat melihat belum ada tanda-tanda wanitanya akan membuka mata.


"ham, apa yang terjadi pada Dery, apa dia sengaja menghukum ku dengan tidak mau membuka matanya. Aku tidak bisa melihatnya seperti ini" Rizal membuka suara.


"kau harus kuat zal, lebih kuat dari sebelumnya." Ilham menarik nafas berat sebelum melanjutkan kata-katanya. "kondisinya tidak baik saat ini, dia sedang berjuang untuk kembali pada kita, jika kau lemah seperti ini dia akan semakin lemah" lanjut Ilham.


"apa maksudmu?" Rizal mencengkram baju Ilham marah, tidak bisa menerima apa yang Ilham katakan.


Zyan dan Joe bahkan tidak berani bergerak.


"tenang lah zal tenangkan dirimu, luka yang dialami Dery cukup serius, semoga secepatnya Dery akan bangun, tapi jika dalam waktu satu Minggu dia tidak bangun resiko terbesarnya adalah mungkin Dery akan kehilangan nyawa. Aku akan berusaha memberikan yang terbaik, tugas mu berikan semangat padanya, pertemukan dia pada orang-orang terkasihnya semoga dengan begitu dia akan cepat bangun." Mendengar penjelasan Ilham Rizal seperti kehilangan kekuatannya,


Rizal hanya terduduk lemah, hatinya terasa sangat sakit. Kenyataan yang dia terima sangat menghancurkan. Saat wanitanya tidak berdaya seperti ini dia baru menyadari jika dia sangat mencintai Dery.

__ADS_1


Bersambung.....


eps sebelumnya dikira udah tamat yaa? gak dong cerita ini masih panjang banget lhoo, dan akan semakin seru pastinya, kasih like komen dan vote yahh gaes, bantu author baut semakin semangat berkarya, love u all ❤❤❤


__ADS_2