Janda Judes

Janda Judes
115 Brengs*k!!!


__ADS_3

"jal*ng itu benar-benar membuat ku marah!!"


"ada apa lagi sayang, jangan terus marah, kecantikan mu akan memudar nanti,"


"bagaimana aku tidak marah, wanita sialan itu dengan beraninya menanyakan apa hubungan ku dengan anak itu."


"haha, kau memang memiliki hubungan dengannya kan,"


"diam,"


"kapan kau akan mejalankan rencana mu itu,"


"bersabarlah sayang,"


"sampai kapan? apa sampai perut ku ini membesar, aku sudah tidak sabar lagi melihat kebahagiaan mereka."


"kita tunggu sebentar lagi, aku pastikan mereka akan berpisah setelah ini."


"bagus segera lakukan,"


.


"sayang, kenapa sejak kepulangan mu dari mall kemarin kamu jadi pendiam?" Rizal memeluk sang istri yang sedang berdiri di balkon kamarnya.


"emm.." Dery berbalik.


"tidak, aku hanya sedang memikirkan sesuatu," ucapnya lembut, menatap netra sang suami.


Rizal menautkan kedua alisnya, " apa yang mengganggu pikiran mu, hingga membuat senyum mu hilang,"


"sayang, apa aku boleh bertanya?"


"tentu saja boleh, mau tanya apa?"


"apa ada hal dihidup mu yang tidak aku ketahui?"


jujurlah sayang, aku ingin tahu siapa wanita itu,


"maksud mu?" wajah Rizal tampak bingung, entah apa yang membuat Dery bertanya seperti itu.


apa yang sebenarnya ingin kamu ketahui, hanya satu yang tidak pernah aku ceritakan pada mu, karena aku sudah mengubur semuanya. aku tidak ingin lagi kebahagiaan kita terusik oleh kenangan masalalu ku yang buruk. batin Rizal.


"sudah lupakan saja," Dery tidak ingin memaksa, dia bisa melihat ketidaknyamanan diwajah Rizal.


Rizal hanya tersenyum samar,


aku memang tidak punya keberanian untuk jujur tentang kejadian waktu itu sayang, maafkan aku.


.


Dua Minggu berlalu...


Dery sudah melupakan tentang wanita di mall itu, kini dia sedang disibukkan dengan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu ditambah lagi pekerjaan dicafe.


Ramon, meski dia baru saja masuk sekolah tapi dia menunjukan perkembangan yang sangat pesat.


Ramon tergolong anak yang pandai, dan mudah beradaptasi.


Hari ini Dery menyelesaikan semua pekerjaan dicafe, besok dia dan Rizal akan berangkat berbulan madu.


Mereka menunda bulan madu beberapa hari, karena ada pekerjaan Rizal yang tidak bisa diwakilkan.


"sayang, apa semua pekerjaan sudah selesai?" Dery sedang duduk di sofa kamarnya bersama dengan Rizal.


"sudah sayang, kita akan pergi bulan madu besok semua persiapan sudah selesai," Rizal mengusap rambut Dery,

__ADS_1


"berapa lama kita berlibur sayang?"


"sesuai rencana awal, kita akan bulan madu selama satu bulan," Rizal benar-benar bersemangat.


Dia sudah tidak sabar lagi.


"kenapa lama sekali, kasian Ramon sayang, dia pasti akan merasa kesepian,"


"disini kan banyak orang, lagi pula Dena dan Dika akan tinggal disini selama kita pergi kan,"


"tapi..."


"sssttt, tidak ada bantahan, kita tetap akan berbulan madu selama satu bulan." tegas Rizal.


Meski dia sendiri merasa tidak tega dengan putra nya, tapi Rizal ingin setelah pulang bulan madu nanti, mereka akan membawa adik untuk Ramon.


Malam menjelang...


Semua orang sedang berkumpul di meja makan,


menikmati makan malam tanpa banyak bicara.


Dery menyuapi Ramon, sedangkan Rizal menyuapi Dery.


Karena akan ditinggal pergi satu bulan lamanya, Ramon berubah menjadi lebih manja.


Acara makan sudah akan selesai saat suara gaduh dari gerbang utama mengagetkan mereka.


Suara teriakan lantang dari seorang wanita, membuat rasa penasaran Dery muncul.


"Joe tolong minta pengasuh Ramon untuk membawa Ramon masuk ke kamar," perintah Dery, dia sendiri sudah berjalan menuju pintu utama.


Rizal dan Zyan berjalan cepat mendahului Dery.


Damn!!!


Membuat Zyan dan Rizal terkejut bukan main.


"kau?" Rizal menatap wanita itu dengan kebencian.


Wanita itu menghambur memeluk Rizal erat.


Dery yang baru tiba, tentu saja dibuat tercengang.


wanita itu?


"lepaskan!!" Rizal mendorong wanita itu kasar. "mau apa kau kemari? wanita tidak tahu malu." marah Rizal.


"kenapa kamu jadi kasar begini pada ku, sebulan yang lalu kamu bahkan masih sangat lembut dan selalu menggoda ku," wanita itu pura-pura menangis.


"siapa dia kak?" Dery maju satu langkah mendekati sang suami.


"bukan siapa-siapa, dia hanya sampah." Rizal menarik Dery masuk kedalam rumah.


Tapi sayang wanita itu sudah menarik kasar rambut Dery.


"jadi jal*ng ini yang membuat mu berubah, sayang,"


"aahhh," Dery meringis.


Plaakkk


Satu tamparan keras mendarat di pipi wanita itu, hingga meninggal kan bekas merah.


"lepaskan istri ku!! jangan berani-berani kau menyentuh istri ku dengan tangan kotor mu itu." teriak Rizal.

__ADS_1


"usir dia dari sini," teriak Rizal pada pengawal yang ada disana.


Gerakan wanita itu sungguh cepat, Zyan dan para pengawal disana bahkan sampai kecolongan.


"lepas," wanita itu mengibaskan tangan para pengawal.


"aku akan pergi dari sini, tapi sebelum itu tuan kalian ini harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan."


Wanita itu membuka tasnya, mengeluarkan beberapa lembar foto, lalu melemparkannya pada Dery.


Duarr


Seakan disambar petir di siang hari,


Dery benar-benar kehilangan kekuatannya saat melihat foto yang jatuh di lantai itu.


Sang suami sedang berada didalam pelukan wanita ini, tanpa sehelai benang pun, bahkan tubuh suaminya penuh dengan tanda merah bekas ciuman.


Dery berjongkok memungut foto yang berceceran di lantai.


Matanya terasa perih, sangat perih.


pluk..air matanya jatuh.


Hati nya terasa sangat sakit.


"aku sedang hamil, dan itu anak mu Rizal Arandra," teriak wanita itu lantang.


Rizal hanya bisa mematung tidak percaya. Zyan bahkan sampai tidak berkedip melihat foto-foto itu.


"apa kau lupa, bagaimana kau memaksa ku melayani mu saat itu,"


"pergi kau wanita gila. aku tidak pernah menyentuh wanita menjijikkan seperti diri mu." Rizal berteriak kencang.


Joe yang berdiri tidak jauh dari mereka bisa melihat jelas foto yang kini dipegang Dery.


"jelaskan ini pada ku kak," lirih Dery.


"heii, apa kau buta, jelas-jelas disitu aku dan Rizal sedang bercinta," ketus wanita itu, merasa menang.


"diam kau!" bentak Rizal.


"diam kalian berdua." teriak Dery.


"jelaskan ini pada ku kak?" air mata Dery sudah tidak bisa lagi ditahan.


Dery bisa melihat tanggal yang ada di foto itu adalah Dua minggu sebelum dia dan Rizal menikah.


"sumpah demi apapun sayang, aku tidak pernah menyentuh wanita ini," Rizal menggenggam tangan Dery.


"masuk!!! aku ingin bicara dengan kalian berdua." Dery berjalan masuk keruang keluarga.


Rizal, Zyan, Joe, dan wanita itu mengikuti langkah Dery.


Semua orang sudah duduk mengelilingi meja ruang keluarga.


Dery melempar foto itu diatas meja.


"jelaskan," tegas Dery. Menatap wanita itu tajam.


"waktu itu, Rizal datang ke apartemen ku dalan keadaan sedikit mabuk, di menerobos masuk karena di memang tahu pinnya, dia memaksa ku melayaninya, bahkan sepanjang malam Rizal tidak membiarkan ku istirahat. Kau bisa lihat sendiri kan foto-foto itu dia benar-benar menghajar ku dengan liar," wanita itu bercerita dengan mata berkaca-kaca.


"bohong, dia bohong sayang. aku mohon percaya lah pada ku, aku tidak pernah menyentuh wanita manapun setelah aku mengenal mu." Rizal berusaha meyakinkan Dery.


Air mata Dery terus saja lolos, dua tidak tahu harus percaya pada siapa.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2