
Disinilah Dery berada,
ruang kerja cafe R&D, cafe yang dihadiahkan Rizal untuknya, sudah berjam-jam Dery hanya duduk termenung.
Meratapi rasa sakit didalam hatinya.
Dery sebenarnya sudah sangat jenuh mengurusi cafe ini, setiap berada dicafe ini rasanya seperti merobek lagi luka dihatinya.
Sebenarnya Dery tidak membenci Rizal, hanya sedikit kecewa. Mengapa sejak awal Rizal tidak memberitahu dirinya jika Rizal sudah memiliki kekasih.
Jika sejak awal Dery tahu mungkin rasa cinta tidak akan tumbuh subur dihatinya.
Cinta tidak pernah salah....
Rasa itu datang tanpa paksaan, datang tanpa diminta, begitu saja hadir diruang hati paling dalam seorang insan.
Sebagai manusia biasa kita tidak bisa menentukan kapan dan pada siapa cinta kita berlabuhkan?
Wanita dengan sejuta kegundahan,
Dery sekuat tenaga menghapuskan rasa yang ada dalam hatinya. Meyakini bahwa rasa cinta untuk Rizal sudah pudar.
Susah payah melawan hatinya sendiri.....
Meskipun berulang kali menyangkal bahwa dia tidak lagi mencintai Rizal, namun hati kecilnya berkata jika Dery tidak bisa melupakan cintanya pada Rizal.
Dery merasa sangat menyesal, kenapa dia harus mengenal cinta. Namun semuanya sudah terjadi.
Dery tidak bisa mengembalikan hatinya yang sudah pergi bersama Rizal.
.
Waktu begitu cepat berlalu.....
Sudah hampir tiga bulan sejak kepergian Rizal, Dery masih berusaha melupakan cintanya yang hancur. Sejak kepergian Rizal pula Dery benar-benar berubah, seakan tidak memiliki hati lagi, Dery selalu bersikap dingin dan cuek pada semua orang.
Hari ini Dery sedang menghabiskan waktu untuk sekedar berolahraga sore di taman kota, hingga tanpa sengaja dirinya ditabrak seseorang.
"Ck, apa kau tidak memiliki mata?" bentak Dery kesal.
"sorry gue gak sengaja" wanita itu menunduk mengambil ponselnya yang jatuh.
"minggir, jangan menghalangi jalan ku," suara Dery benar-benar kesal.
__ADS_1
Saat akan berjalan pergi, wanita yang menabraknya mendongak menatap dirinya.
"Vina?" mata Dery menatap tajam pada wanita dihadapan nya yang ternyata adalah Vina adik dari Marco mantan suaminya.
"Dery, kamu Dery kan?" Vina menarik tangan Dery yang akan melangkah pergi. "masih idup Lo ternyata?" Mencengkram kuat lengan Dery.
"lepas," Dery mengibaskan kasar tangan Vina
"jangan pernah sentuh tubuh gue, dengan tangan kotor Lo." mata Dery memincing tajam.
"beraninya Lo..." Vina melayangkan tamparan, tapi dengan cepat ditepis Dery.
"jangan kira gue masih Dery yang lemah seperti dulu, gue gak akan biarin orang kayak Lo nyentuh gue walau cuma seujung kuku." sengaja mendorong Vina hingga jatuh.
Saat akan pergi Dery berbalik "pergi jauh Lo dari hidup gue, kalo gak pengen hidup Lo menderita." kata-kata Dery membuat Vina terkejut, apa dia benar Dery kenapa dia sangat berubah sekarang.
Dia bukan lagi wanita lemah yang bisa dengan mudahnya ditindas, sekarang dia wanita tangguh yang bisa melawan siapa saja yang mencoba menyakiti dirinya.
Setelah pertemuan tidak sengajanya dengan Vina, Dery memutuskan untuk pulang, "kenapa harus ketemu sama orang itu, ngerusak mood gue aja." batinnya.
Dery berjalan menuju tempatnya memarkirkan motor sport kesayangannya.
Walaupun dulu Dery bekerja dibengkel sebagai montir tapi dia sangat anggun dan feminim, tapi sekarang dia berubah sangat tomboy, bahkan terkesan kasar dan sangat tegas.
"haii cantik buru-buru banget jalannya," langkahnya lagi-lagi harus terhenti oleh dua pria berandalan.
"wohoo cantik-cantik kok judes banget sih neng," salah seorang pria mencoba menyentuh pipi Dery.
Dery mundur dua langkah, "pergilah kalian, aku sedang tidak berminat melukai orang," jengah Dery.
"kita gak mau ngapa-ngapain kok, cuma mau kenalan aja," bukannya mundur dua pria itu malah semakin nekat. Bahkan berani memeluk Dery dengan sangat bernafsu.
"bau alkohol, dasar pria mesum," gumam Dery langsung mendorong dua pria dengan kasar. Dua pukulan telak mengenai perut dua pria mesum itu.
Bugh...
mereka jatuh meringis kesakitan, merasakan akan ada yang keluar dari perut mereka, dua pria itu berlari menjauh dari Dery yang sudah terlanjur emosi.
"kenapa hari ini banyak banget pengganggu sih, menyebalkan." Dery berjalan cepat menuju motornya. Tangannya masih mengepal menahan amarah.
.
Dery sengaja memacu Motornya dengan kecepatan tinggi, tubuhnya sudah sangat lengket, ingin segera sampai dirumah dan mandi dengan air hangat.
__ADS_1
Baru saja memarkir motor dihalaman rumah, Dery melihat rumahnya sangat ramai.
"yah aku pulang," Dery menerobos masuk.
"kak, tunggu.." Dena bangun dari duduknya.
"hmm, apa?" Dengan wajah judes Dery menatap Dena.
"ishh kakak kenapa semakin hari semakin judes aja sih?" Dena menghentakkan kaki kesal.
"kau menghentikan kakak cuma mau bilang itu? gak penting," Dery berbalik menuju kamarnya.
"bukan kak, makanya dengerin dulu," melemparkan buku kearah Dery. "tadi kak Joe datang kesini kak, katanya kenapa kakak mengganti nomor ponsel." Mendengar nama Joe disebut, wajah Dery memerah kesal.
"jika Joe atau Zyan datang kemari lagi, usir saja dan jangan pernah memberikan nomor ponsel ku yang baru." suara Dery terdengar sangat mencekam.
Ayah dan ibunya yang mendengar itu hanya bisa saling pandang, mereka tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi karena Dery tidak pernah menceritakannya pada siapa pun.
"kau ini kenapa nak, kenapa tidak ingin menemui mereka?" ayah berdiri membelai lembut rambut Dery
"hanya tidak ingin saja yah, sudah ya aku mau mandi dulu," cuek Dery.
"mereka banyak membantu mu nak, jika ada masalah lebih baik dibicarakan." kata-kata ayah Dery sukses membuat hati Dery terasa terkoyak lagi.
"stop yah, cukup." Dery berbalik menatap ayahnya. "mereka memang banyak membantu ku, tapi bukan berarti mereka bisa mempermainkan aku kan?" selesai bicara Dery langsung masuk kedalam kamarnya tanpa mau mendengar jawaban ayahnya.
"kenapa mereka harus kesini lagi, jika sudah pergi ya pergi saja, dasar manusia gak punya hati, seenaknya aja mau nyakitin orang." dibawah guyuran air Dery terus mengumpat kesal.
Selama ini Dery memang selalu menghindari Joe dan Zyan, benar-benar tidak ingin bertemu dengan mereka.
Ponsel Dery berdering saat Dery baru saja keluar dari kamar mandi,
_der besok kebengkel agak siang aja, kerjaan gak banyak kok_ isi pesan dari Reno.
Dery memang kembali bekerja dibengkel milik Reno, sejak dua bulan yang lalu.
Dia memang masih mengelola cafe dengan baik, tapi tidak sedikit pun mengambil keuntungan dari cafe itu, dia bekerja dibengkel untuk memenuhi segala kebutuhannya.
Dery termenung menatap langit-langit kamarnya, bayangan Rizal seeing berkelebat dimatanya.
Mengetahui jika Joe datang mencari dirinya, membuat Dery semakin sulit melupakan semua yang telah terjadi.
"arghh kenapa Joe harus kesini lagi sih, gimana gue mau ngelupain mereka kalau mereka selalu nyari gue. apapun yang terjadi gue harus lupain semuanya." gumam Dery kesal.
__ADS_1
bersambung.....
bantu like komen dan vote yuk dear ❤❤ kasih semangat up buat author 🙏😂❤