
Sepanjang perjalanan pulang dari rumah sakit Ikbal terus saja marah-marah.
Membuat Reno sangat kesal. "apa kau tidak bisa diam bal, aku pusing mendengar omelan mu yang seperti ibu-ibu itu," melirik sinis Ikbal.
"apa aku tidak boleh marah kak, apa kalian tidak lihat sejak Dery sadar, bahkan dia tidak mengijinkan aku mendekati Dery walau hanya sebentar," ucap Ikbal menggebu-gebu.
"itu karena dia juga mencintai Dery," dengan polosnya Iwan berkata seperti itu membuat Ikbal semakin kesal.
"diam kau kampret" mendelik menatap Iwan.
"memang benar kan" Iwan hanya mengedikkan bahu cuek. Melanjutkan makan dengan nikmatnya.
"apa aku harus bersaing dengan om-om macam dia? kenapa Dery juga terus saja menempel padanya," menghentakkan kaki "aarghh aku tidak bisa menahan emosi ku lagi,"
"sudahlah bal, jika Dery juga mencintai tuan Rizal kau bisa apa? apa kau akan memaksanya seperti Marco memaksa Dery?" Roby bisa melihat ketulusan dimata Rizal.
Roby senang melihat sahabatnya bisa tersenyum bahagia, setelah apa yang Dery lalui. Rizal benar-benar menjaga dan melindungi Dery.
"Sekarang kau juga mendukungnya rob, sebenarnya kalian itu sahabat om-om itu atau sahabat ku, hah!!" dengusnya. "apa kalian tidak kasian pada Dery, jika mereka sedang jalan berdua terus Dery dibilang lagi jalan sama Sugar daddynya aku tidak bisa membayangkan." Ikbal bergidik.
"heeii cah gemblung, tuan Rizal itu masih seumuran dengan ku, apa kau menganggap aku ini sudah tua seperti om-om atau sugar daddy? benar-benar bocah kurang ajar!!" Reno semakin kesal mendengar Ikbal menyinggung soal usia.
"kenapa kakak tersinggung, apa kakak memilik sugar baby, akan aku adukan pada kak Lidia" mengambil ponsel disakunya.
"beraninya kau, jika sampai Lidia termakan omong kosong mu habis kau ku cabik-cabik!!" Reno semakin cepat memacu mobilnya.
__ADS_1
Iwan dan Roby terbahak-bahak mendengar Ikbal dan kak Reno berdebat soal sugar daddy.
****
Ditempat lain,
Marco yang sudah beberapa hari ini dikurung dalam ruang yang pengap dan dingin, tempat dimana Rizal biasa menghukum para pengkhianat.
Biasanya dirinya lah yang menyeret para pengkhianat masuk keruangan itu,
tapi kini dia yang akan menerima hukuman atas apa yang dia lakukan.
Sudah berhari-hari dia dibiarkan disana, belum ada yang datang untuk menentukan hukumannya.
Joe, Zyan bahkan Rizal tidak sekali pun menunjukkan batang hidungnya.
"apa kau menyesali semua perbuatan mu co?" suara Joe memecah keheningan.
Marco mendongak menatap sumber suara yang sangat dia kenal.
"kalian datang juga ternyata, mana taun muda kesayangan kalian itu," dengan congkaknya menatap tajam Joe dan Zyan.
"ckk dengan kondisi seperti ini saja kau masih bisa angkuh," duduk tepat didepan Marco.
"minta maaflah pada tuan Rizal dan nona, semoga tuan akan mengampuni mu," menepuk pundak Marco, bagaimana pun juga Marco tetaplah sahabat mereka. Bertahun-tahun mereka menghabiskan banyak waktu bersama.
__ADS_1
Sekarang hanya karena obsesinya untuk memiliki seorang wanita, dia malah berkhianat pada Rizal.
"aku meminta maaf pada baj***n macam Rizal, tidak akan pernah, nona yang kalian maksud itu istri ku." teriak Marco naik darah.
"bagaimana aku harus menjelaskan pada mu, sadarlah co, kamu hanya terobsesi pada nona, kau justru menyakiti fisik dan mentalnya," Zyan mendengus kesal pada Marco.
"lepaskan nona, biarkan dia bahagia dengan pilihannya,"
Zyan yang sudah tidak sabar menghadapi Marco, memilih keluar, meninggalkan Joe yang masih berusaha membujuk Marco.
"kau tahu kan jika tuan marah dia bisa berbuat apapun, jadi minta maaflah padanya, dan lepaskan nona jangan lagi mengganggu hidupnya.
Sejak dulu kau lah yang selalu tuan andalkan dan tuan percayai lebih dari aku dan Zyan, tapi kenapa kau malah berkhianat dan bekerjasama dengan Daniel." Joe mengurut pangkal hidungnya,
"tidak akan pernah aku melepaskan Dery, dia istri ku dia wanita ku. Apa tuan mu sudah tidak laku lagi kenapa harus istri ku yang dia inginkan," terus meronta mencoba melepaskan diri.
"awalnya tuan memang tidak mencintai nona co, dia hanya merasa kasian dan bersalah, karena tuan yang membujuk nona agar mau menikah dengan mu. Kau sudah berjanji akan berubah kan tapi kau masih sama saja, kau malah menyakiti nona." Joe sudah membanting kursi, kesabarannya telah hilang.
Tidak habis pikir dengan Marco yang sangat keras kepala.
"terserah kau saja, jangan menyesal jika tuan menghukum mu dengan kejam," keluar dan membanting pintu dengan keras.
"awas kalian semua akan ku bunuh kalian, dasar brengs*k" terus meronta "lepaskan aku, baj***n kalian" Marco terus berontak dan berteriak seperti orang gila.
bersambung.....
__ADS_1
enaknya Marco diapain nih 😤😆