
Keberuntungan.
Yaa Dery sangat beruntung memiliki sahabat yang menyayanginya, bahkan semua keluarga sahabatnya pun menyayangi nya.
Perjalanan mereka menuju rumah Dery, diisi dengan guyonan Roby yang selalu menggoda Dery.
Roby memang sangat menyayangi Dery tapi hanya sebatas sahabat lebih tepatnya sebagai adik.
Mobil sudah masuk ke pekarangan rumah Dery.
"turun udah sampe, gue mau minta makan sama emak" turun dari mobil membawa belanjaan. Masuk kerumah, nyelenong tanpa permisi.
"emang ya tuh anak gak ada tata krama" batin Dery menepuk jidat.
"emak Roby dateng" teriaknya begitu masuk.
"yah emak mana?" tanya Roby duduk disamping ayah yang baru bersantai.
Emak adalah panggilan yang Roby berikan kepada ibu dery, hanya Roby yang boleh memanggil emak.
"dibelakang lagi masak rob, belanjaan sebanyak ini punya siapa?" tanya ayah heran.
"dari Amih yah, sebagian baju buat kerja Ijah, besok kan dia interview, yang lain buat ayah sekeluarga." jelas Roby menyomot singkong goreng dimeja.
__ADS_1
"kenapa singkong goreng buatan emak selalu paling enak, kalo gue beli kenapa gak seenak ini" batinnya.
Mengambil hp disaku celana memotret singkong goreng dimeja, hanya untuk pamer kepada Reno.
"kenapa repot-repot beliin buat sekeluarga sih, ayah kan merasa tidak enak hati. Kalau ada orang yang gak suka pasti bilang keluarga ayah memanfaatkan kebaikan Amih dan Apih mu rob" ayah menepuk punggung tangan Roby.
"sampaikan pada Amih dan Apih mu ayah sangat-sangat berterimakasih" lanjutnya.
"udah lah yah, gak usah dengerin kata orang" masih sibuk dengan singkong goreng buatan ibu.
"yah, Apih bilang kapan ayah sekeluarga punya waktu, mau gak diundang makan malam kerumah." memandang ayah dengan penuh harap.
Ibu yg baru selesai masak duduk di samping ku "Mau dong rob, kapan?" menyahut
"ck, Bu jangan bikin malu iihh. langsung iya iya aja gak ada jaim-jaimnya lagi" gerutu ku kesal. yang langsung mendapat sentilan keras di telinga ku.
"aauww Bu sakit, yah liat ni ibu" Dery memilih duduk ditengah antara Roby dan ayah. "aku udah kayak anak tiri tau gak" sambung ku kesal.
Mereka hanya tertawa melihat kejengkelan ku.
"emak masak apa wangi banget?" hidung Roby sudah mengendus aroma sedap dari dapur.
"yuuk makan kamu pasti suka, ada sambal, ikan sungai tangkapan ayah siang tadi lalapan dan tumis kangkung" ibu menuntun Roby menuju dapur. Diikuti ayah dan dery pastinya.
__ADS_1
"adik-adik dimana yah, kok gak nongol biasanya kalo denger suara mobil Roby udah lari keluar aja" celingak-celinguk mencari kedua adiknya.
"Mereka nginep dirumah mbok Siti," jawab ayah.
"kenapa?!" heran Dery
"anaknya mbok Siti kan baru keluar kota, jadi mbok Siti gak berani dirumah sendiri" jelas ayah.
"oohh.." singkat Dery.
"etdaah rob perasaan sebelum pulang tadi Lo udah makan banyak, sekarang Lo makan lagi sebanyak itu?!" Dery melongo melihat Roby yang makan seperti orang kelaparan.
"itu perut apa karung goni" batinnya.
"kok gak makan nak" tanya ayah
"gak yah, udah kenyang aku liat kudanil makan" melirik Roby yang makan begitu lahap.
"sumpah makan apapun dirumah ayah itu nikmat banget" ucap Roby disela-sela ia mengunyah.
"heeh Telen dulu itu makanan, keselek baru tau rasa Lo" Dery masih keheranan. "emang ya sahabat-sahabat gue tu suka banget masakan ibu, padahal ini cuma makanan sederhana, tapi kalo mereka makan udah kayak orang setahun gak makan" Dery menggelengkan kepala.
Selesai makan, Roby menginap dirumah Dery, dia sudah sangat mengantuk karena kekenyangan. Ayah dan ibu pun tidak keberatan. Roby tidur dikamar Dika, baru juga menjatuhkan diri dikasur dia udah bener-bener terlelap.
__ADS_1
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear. maaf jika masih banyak kesalahan 🙏🙏❤❤