Janda Judes

Janda Judes
103 Penguntit.


__ADS_3

Kebahagiaan yang Dery dan Rizal rasakan, bertolak belakang dengan wanita seksi yang sudah sejak lama menguntit semua kegiatan Dery.


Memperhatikan setiap yang Dery dan Ramon lakukan, dua orang itu sudah seperti ibu dan anak kandung.


Meski hubungan darah tidak ada diantara mereka tapi Dery terlihat jelas sangat menyayangi Ramon.


Anak yang dulu menjadi penghambat rencananya, kini malah hidup dengan wanita yang menghancurkan rencana yang dia susun bertahun-tahun.


Dia harus merubah segala rencana yang sudah tersusun rapi,


obsesinya sungguh besar, dia rela menghalalkan segala cara agar semua keinginannya terwujud.


Dengan bantuan Marco, dia ingin semua rencananya segera dijalankan.


kebahagiaan ini gak akan lama, lihat apa yang akan aku lakukan. dia memukul kemudi, menatap tajam Dery yang baru saja keluar dari hotel milik Rizal.


Wanita itu meraih ponselnya, dia butuh hiburan saat ini, mengirimkan pesan untuk Marco.


~marco, temui aku di apartemen sekarang,~


Tidak lama ponselnya berdering pesan balasan dari Marco,


~tentu, aku akan datang kesana,~ Marco.


.


Di apartemen...


Wanita seksi itu menerobos masuk dengan wajah merah menahan amarah,


"heii, kau kenapa?" Marco bangkit dari duduknya, menatap wanita itu dengan penuh tanda tanya.


"apa kau menguntit mereka lagi?"


"ya, aku menguntit mereka, kau tau mereka sangat bahagia, mereka akan menikah!" Teriaknya keras. Marco tertawa sarkas melihat amarah diwajah wanita ini.

__ADS_1


"kita akan jalankan rencana kita, tapi berhentilah menguntit mereka. Itu akan membuat mu selalu marah." Marco mengelus pipi wanita seksi dihadapan nya.


"berikan itu pada ku," meraih botol minuman ditangan Marco, menenggaknya tanpa jeda.Dia benar-benar kehilangan akal, terduduk dengan wajah memerah.


setelah ini kau pasti akan mengajakku bersenang-senang, selalu saja begitu. batin Marco memperhatikan wanita itu yang terus saja meracau tidak jelas.


Cukup lama wanita seksi itu menikmati minuman beralkoholnya, sampai gairahnya memuncak saat melihat Marco yang tidur diatas ranjang dengan dada terbuka.


Wanita itu menghambur memeluk erat Marco, menindih Marco lalu dengan rakus meraup bibirnya. Merasa milik Marco sudah On, tanpa aba-aba langsung saja dia melakukan penyatuan.


Marco hanya diam menikmati semua permainan wanita itu. Meski dirinya hanya menjadi pelampiasan tapi dia selalu terpuaskan, kapan pun dan dimana pun.


Setelah wanita itu puas kini giliran Marco yang mendominasi permainan, lenguhan dan desahan keluar dari mulut mereka masing-masing.


Hari berganti...


Dery sudah disibukkan dengan pekerjaan dicafe miliknya, menyelesaikan semua pekerjaan yang tertunda.


Rizal meminta Zyan dan Joe untuk mengurus segala persiapan pernikahannya secepat mungkin.


Rizal sendiri harus lembur, dia ingin mengambil cuti setelah menikah nanti dan langsung membawa Dery berbulan madu.


Pintu ruangan Rizal diketuk.


"masuk" ucap Rizal.


"permisi tuan, sore ini kita ada meeting bersama client baru,"


"Ck, apa tidak bisa ditunda dulu, aku ingin menemui calon istri ku," gerutu Rizal.


"maaf tuan, untuk kali ini tidak bisa ditunda lagi," sekertaris nya menunduk dalam.


"baiklah, kau atur saja." Rizal menyandarkan kepala, menatap foto Dery yang selalu ada dimeja kerjanya.


aku merindukan mu sayang, gumamnya.

__ADS_1


Sore hari....


Rizal sudah duduk menunggu clientnya di sebuah restoran yang ditentukan oleh sang client.


Cukup lama sampai seorang pria menyapa dirinya.


"Tuan Arandra Putra, maaf membuat mu lama menunggu," pria itu menunduk sopan.


"ah tidak masalah," Rizal bangkit dari duduknya.


"perkenalkan saya Mike," mengulurkan tangan dan disambut oleh Rizal.


Cukup lama mereka membahas kesepakatan kerjasama untuk perusahaan mereka.


Sampai saat semua sudah Rizal setujui, dan akan meninggalkan tempat itu, Mike menahan langkah Rizal.


"tunggu tuan, kita baru saja melakukan kesepakatan yang akan membuat mu mendapatkan keuntungan banyak, tidak bisakah kita merayakannya?" ucap Mike dengan ramah.


"ah... aku sedang ada urusan lain tuan,"


"sebentar saja tuan, aku dengar tuan juga akan menikah kan? aku juga ingin merayakan kebahagiaan yang kau rasakan tuan," bujuk Mike.


"baiklah, tapi aku tidak bisa terlalu lama," karena merasa sungkan akhirnya Rizal mau menerima tawaran client nya ini.


Tidak lama pelayan datang membawa berbagai macam minuman beralkohol, semua ini Mike lah yang menyiapkan.


Meski Rizal sempat menolak tapi dengan bujukan Mike, Rizal kembali menenggak minuman itu.


sudah lama sekali aku tidak minum ini, setelah ini aku tidak akan pernah lagi menyentuh atau meminumnya lagi. batin Rizal.


Rizal baru minum dua gelas, tapi kepalanya sudah terasa berat. Biasanya dia menghabiskan berbotol-botol minuman baru akan merasa teler, tapi kali ini entah kenapa rasanya sungguh aneh.


tumben baru minum sedikit kepala ku sudah terasa berat sekali. Rizal menggelengkan kepalanya beberapa kali, mencoba menghilangkan sakit kepalanya, tapi justru dia kehilangan kesadarannya.


Selamat bersenang-senang tuan. gumam Mike, lalu meraih ponselnya untuk mengirimkan pesan pada seseorang.

__ADS_1


~semua berjalan dengan lancar, dua asisten pribadinya tidak ada disini cepat kemari dan bawa dia pergi, aku akan mengurus pelayan resto ini,~ pesan Mike berkirim.


Bersambung......


__ADS_2