
Disini lah Dery berada,
sebuah arena balap liar yang biasa jadi tempat Dery melampiaskan kemarahannya.
Lagi-lagi Dery lah yang mendapatkan gelar juara, dia menang lagi.
Setelah menerima hadiahnya Dery memutuskan akan langsung pergi dari tempat itu, tapi tanpa diduga sebelum Dery menjalankan motornya dia sudah dihadang oleh orang-orang yang dia kenal.
"kalian? ngapain disini?" Dery kaget tapi wajahnya masih saja datar.
"ikut aku sekarang," Rizal mencoba menarik tangannya, tapi dikibaskan dengan kasar oleh Dery.
"lepas, gak perlu ditarik gue bisa jalan sendiri,"
Mereka menjauh dari kerumunan pembalab liar, Rizal, Joe dan Zyan menatap tajam pada Dery, kesal dan marah.
Dery hanya santai menanggapi wajah kesal mereka.
"ada apa?"
"kamu bilang ada apa?" Rizal membuka suara, tidak habis pikir atas apa yang Dery lakukan. "aku mengkhawatirkan mu, tapi kamu malah sesantai ini," Rizal mengacak rambutnya frustasi.
"bukan urusan lo, dan lo gak perlu repot-repot khawatir sama gue," dengus nya.
"Dery, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu dan aku tidak akan membiarkan mu melakukan hal-hal yang membahayakan seperti ini," mendengar Rizal mengatakan itu Dery tersenyum sinis.
"gue capek gue mau pulang," Dery sudah menyalakan motornya. Tapi Lea berdiri tepat di depan motor Dery.
"nona tunggu, ada kesalahpahaman yang harus kita selesaikan,"
__ADS_1
"ck, apa lagi? minggir,"
"nona aku ini istri dokter Ilham bukan tuan Rizal, maaf waktu itu aku membiarkan tuan Rizal mengaku-ngaku jika aku ini calon istrinya." jelas Lea,
Dery diam sejenak tapi tidak peduli dengan penjelasan Lea, dia hanya ingin pergi dari tempat itu, tidak mau jika nanti air matanya lolos didepan Rizal.
"aku tidak peduli, minggir atau aku tabrak!" geram Dery.
"Dery aku mohon maafkan kesalahan ku, waktu itu aku mengira kamu menerima lamaran Ikbal, saat itu benar-benar marah,"
lamaran Ikbal, apa Rizal tau jika Ikbal melamar ku waktu itu? tapi kenapa dia tidak meminta penjelasan pada ku malah bersandiwara dengan Lea dan pergi tanpa memberitahu ku.
"menyingkirlah tuan muda, aku sedang tidak ingin melukai orang," Dery menarik nafas dalam.
"jika dengan melukai ku kamu bisa memaafkan ku, maka lakukan lah der," mata Rizal mulai berkaca-kaca, Dery bisa melihat dengan jelas ketulusan dimata Rizal, tapi Dery masih saja keras kepala.
"tolong berikan aku satu kesempatan lagi Dery aku mohon," Rizal menggenggam tangan Dery, memohon.
"aku antar,"
"aku bisa jalan sendiri," Dery melajukan motornya meninggalkan Rizal.
"Joe kita ikuti nona, sekarang." titah Rizal.
"Baik tuan," mereka bergerak cepat menuju mobil, mengikuti kemana Dery pergi.
kenapa kamu jadi keras kepala seperti ini Dery, kamu melakukan hal-hal nekat karena kemarahan mu pada ku.
Dery sampai dirumah dengan kesal, memikirkan semua kata-kata Lea dan juga Rizal membuatnya marah.
__ADS_1
tega sekali dia mempermainkan perasaan ku, mengaku jika sudah memiliki calon istri dan membuat ku sakit hati, sekarang malah datang dan meminta maaf, dia bilang ini salah paham. Apa mereka sudah gila.
Rizal merasa lega saat Dery masuk kedalam rumah, berulang kali mengetuk pintu ingin bertemu dan bicara dengan Dery, tapi Dery tidak mau bertemu dengan Rizal. Bahkan saat ayah dan ibunya membujuk Dery tetap tidak mau keluar.
"Joe kau pulang lah, aku akan menunggu Dery sendiri disini." perintah Rizal.
"ta..tapi tuan,"
"kenapa sekarang kau senang sekali membantah ku Joe, apa kau lelah menjadi asisten ku?" Rizal mulai marah.
"ba..baik tuan," Joe berjalan pergi, menghubungi Zyan agar menjemputnya.
nona, aku mohon cepat maafkan tuan, jika tidak dia akan semakin menggila, dia bisa menghajar banyak orang nanti, termasuk aku.
Sedangkan Rizal, berulang kali menghubungi Dery, tapi tidak diangkat.
Akhirnya Rizal mengirimkan pesan pada Dery.
_aku akan menunggu mu disini sampai kau mau memaafkan ku nona,_
Dery sudah akan tidur saat ponselnya berdering lagi,
ck apa dia tidak lelah menghubungi ku terus.
Dery terbelalak membaca pesan dari Rizal, bergegas bangkit mengintip dari jendela kamarnya, Bena saja Rizal masih berdiri disana.
terserah kau saja tuan, aku tidak peduli. aku Lelah dan ingin tidur.
menutup tirai kasar lalu melompat ke kasurnya, mencoba memejamkan mata.
__ADS_1
bersambung....