Janda Judes

Janda Judes
Kejutan 1


__ADS_3

Ditempat lain, Jenny sudah berhasil membawa hampir semua anak buah The BlackDelta keluar dari markas.


Markas kedua yang terletak disisi lain hutan pun tidak banyak penjaga, tempat dimana Sonya pimpinan tim itu menyekap tawanannya.


Tiba di gedung tua pinggir hutan, secara perlahan Jenny melumpuhkan para pengawal The BlackDelta.


Meski melakukan semuanya sendiri tapi apa yang ia rencanakan berjalan dengan sangat lancar sesuai rencana.


Setelah semua pengawal tumbang, Jenny sengaja mengikat mereka dan meninggalkan gedung itu.


Markas kedua.... Jenny


Senyum terus mengembang diwajah wanita itu, bagaimana tidak, sebentar lagi tujuannya akan tercapai.


Seorang wanita muda, mampu mengelabuhi begitu banyak orang-orang terlatih dari dua tim mafia terkenal di negara ini.


Setelah melalui perjalan cukup panjang, kini Jenny tiba di markas kedua The BlackDelta.


"kenapa nona kemari?" tanya seorang pengawal saat Jenny baru saja turun dari mobilnya.


"nyonya Sonya yang meminta ku kemari, kalian semua masuk dan berkumpullah di ruang utama, ada perinta dari nyonya." titah Jenny dengan tegas.


Meski kedua pengawal itu nampak ragu, tapi Jenny tak peduli sama sekali. "jika kalian tidak percaya, kenapa tidak kalian telefon nyonya Sonya sekarang?" dengan santainya ia memancing kedua pria itu.


"tidak perlu, kami akan mengumpulkan semua pengawal sekarang juga," senyum smirk tercetak di wajah Jenny, melihat langkah cepat kedua pria itu.


Kalian semua memang pengawal-pengawal bodoh. Hanya karena aku dipercaya wanita tua itu, kalian dengan sangat mudah mematuhi perintah ku.


Selang beberapa menit semua pengawal sudah masuk kedalam ruang diruang utama, sedangkan Jenny masih sibuk mematikan semua cctv dikedua markas.

__ADS_1


"sudah semua?" tanya jenny dengan tegas, sambil mengenakan masker untuk menutupi hidung dan mulutnya.


Semua pengawal mengangguk mantap, tanpa tahu apa yang akan terjadi beberapa saat lagi.


Jenny maju beberapa langkah mendekati para pengawal itu, sambil menekan tombol pendingin ruangan.


"kalian tahu kenapa aku meminta kalian berkumpul disini?" Jenny membuka suara, sambil memecahkan botol berisi cairan tepat ditengah-tengah para pria berjas hitam itu.


Meski nampak kebingungan, tapi tak satupun dari mereka beranjak dari ruangan itu.


"karena aku ingin kalian beristirahat hari ini" selesai ia berbicara, satu persatu pengawal itu ambruk tak sadarkan diri.


Tidak sampai 1 menit semua orang di sana sudah ambruk.


Kini tinggal wanita itu yang berdiri tegak, lalu melangkah keluar dan mengunci pintu.


Selamat beristirahat hingga besok pagi.... gumamnya.


Membuka setiap pintu ruangan pengap dingin dan tidak layak ditempati itu.


Tiga orang yang jenny selamatkan, seorang wanita dan dua orang pria dengan tubuh kurus kering dan mental yang sedikit terganggu.


Aku tidak tahu siapa kalian, tapi aku yakin kalian orang-orang baik yang telah menjadi korban keserakahan wanita tua itu. batin Jenny.


Secepat mungkin Jenny membawa ketiga orang itu masuk kedalam mobil dan meninggalkan markas.


🍁🍁🍁🍁


Hutan Kota S....

__ADS_1


Rombongan tim yang dipimpin langsung oleh Rizal dan sang ayah, sudah memasuki wilayah hutan.


Sebagian dari pengawal diperintahkan mencari petunjuk yang mungkin sengaja ditinggalkan oleh wanita itu.


Tidak lama mobil yang membawa Sam dan juga Rendy tiba.


"apa kalian sudah menemukan petunjuk?" tanya Sam saat baru saja turun dari mobil diikuti Rendy sang tangan kanan.


Belum sempat Rizal menjawab, dering ponsel Joe memecah keheningan, sebuah pesan masuk.


Aku tahu kalian sudah sampai, persiapkan diri kalian untuk kejutan dari ku....


Disana akan ada petunjuk kemana kalian harus pergi sekarang, mendongakkan diatas pohon paling besar di sana petunjuknya.


Isi pesan itu membuat Joe sedikit menyerngit, dengan cepat pandangan Joe mengarah pada pohon besar tak jauh dari mereka.


"What?!..."


"apa itu?"


"apa itu Jack?"


Seru semua orang hampir bersamaan. Rizal dan Sam pun sama bingungnya.


Dua hari lalu Jack bilang ingin menemui seseorang disebuah restoran, tapi kenapa kini dia justru tergantung diatas pohon dengan mulut dilakban dan kaki tangan terikat.


"turunkan Jack sekarang juga," titah Rizal lantang. Mereka tidak habis pikir bagaimana bisa Jack bisa berada disini.


Jack....

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2