
Pagi hari,
Semua orang sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing, tidak berbeda dengan Dery yang juga harus kembali mengelola cafe R&D.
Pagi-pagi sekali Rizal sudah tiba dirumah Dery, padahal kemarin malam dia baru saja dipaksa pulang oleh Dery.
Pak Rahmat yang membukakan pintu untuk Rizal hanya tersenyum,
Kelakuan anak muda kalau sedang jatuh cinta, baru beberapa jam tidak bertemu sudah galau.
Dery baru saja selesai bersiap-siap dan akan berangkat ke cafe, saat melihat Rizal sudah duduk menunggunya diruang keluarga.
"astaga, apa kemarin kakak tidak jadi pulang?" menggeleng heran pada Rizal. Sedangkan Rizal begitu terpesona melihat penampilan Dery yang menurutnya terlihat begitu cantik.
"kak," Dery sengaja mencubit dagu Rizal.
"lihat nih air liur mu sampai menetes," gurau Dery, spontan Rizal mengelap bibirnya yang menganga menatap Dery sejak tadi.
"eh, kau mengerjai ku ya?" Rizal berdiri berkacak pinggang.
"salah sendiri, kenapa melongo begitu, aku hanya takut jika nanti ada serangga yang masuk kedalam mulut mu," terkikik geli menatap wajah bodoh Rizal.
"kamu menyebalkan sekali," menakup pipi Dery gemas.
"kenapa pagi-pagi sudah kemari, kenapa tidak kekantor?"
"apa tidak boleh aku menjemput calon istri ku," Menaik turunkan alisnya.
"ihh kau ini terlalu percaya diri, memangnya siapa yang mau menikah dengan mu?" mengedikkan bahu cuek, sambil berjalan keluar rumah.
"kau mau kemana sayang pagi-pagi begini," Rizal terus saja mengekor pada Dery.
"ck, katanya aku disuruh mengelola cafe, ya jelas aku mau ke cafe lah kak,"
__ADS_1
"baiklah, tapi hari ini aku akan ada bersama mu," ucap Rizal manja.
Dery memutar bola mata malas.
"sekarang kita pakai mobil saja," menggendong Dery membawanya masuk kedalam mobil,
Aarghhhh, apa tuan muda ini salah minum obat, kenapa dia jadi begini. Teriak Dery dalam hati.
"apa kamu sudah gila kak, jika ada tetangga yang melihat kau menggendong ku tadi, habis aku jadi bahan gosip orang satu kampung," gerutu Dery kesal, tapi Rizal hanya tersenyum.
Zyan dan Joe yang berada di dalam mobil hanya melongo melihat bosnya menjadi sangat bucin.
Saling melirik dengan ekor mata mereka,
"aku mencintaimu," bisik Rizal
"kak, apa kamu tidak malu, ada Zyan dan Joe dimobil ini," kesal Dery.
"anggap saja mereka tidak ada,"
.
Cafe R&D.....
Hampir empat jam perjalanan yang harus Dery tempuh menuju cafe, itu semua karena Rizal berulang kali memutar jalan.
"Pagi tuan, pagi nona," sambut Fia saat Rizal dan Dery masuk kedalam cafe,
Rizal hanya mengangguk, sedangkan Dery melotot pada Fia, mengerti apa yang di maksud bosnya, Fia langsung meralat kalimatnya
"pagi taun, pagi bos," ulang Fia, Rizal hanya tersenyum tipis, Joe dan Zyan tersenyum menatap wajah pias Fia.
Fia sangat takut pada nona, sepertinya nona lebih mengerikan daripada tuan Rizal, batin Joe.
__ADS_1
"sekali lagi salah panggil, gue pecat Lo," ketus Dery.
"ba..baik bos," Fia tidak berani mendongakkan wajah.
"sayang, kenapa kamu jadi kejam seperti ini, bukankah kamu memang nona kesayangan ku, jadi wajar jika semua orang memanggilmu nona" sengaja meletakkan dagunya di pundak Dery.
"kak, kenapa kamu jadi lebay gini sih," Dery mempercepat langkahnya, kesal karena tingkah Rizal dia jadi bahan tontonan pengunjung cafe.
Dery dan Rizal berada didalam ruang kerja, sedangkan Joe, Zyan dan Fia sedang duduk dimeja taman samping cafe.
"Fi, apa nona begitu mengerikan hingga kamu sangat takut padanya?" tanya Joe membuka suara.
"selama aku bekerja pada nona, akhir-akhir ini aku melihat nona sering lepas kendali Joe, itu sangat mengerikan," Fia sampai merinding saat mengingat Dery lepas kendali pada Vina Tempo hari.
"hahaha apa kau tidak tahu, dulu saat nona diculik dia menghabisi beberapa pengawal musuh," Zyan tertawa melihat wajah terkejut Fia.
"mana mungkin nona melakukan itu?" Fia masih melotot, "kalian jangan bercanda ya,"
"siapa yang bercanda, kami serius Fi," Joe ikut terkekeh.
Saat sedang asyik mengobrol, Zyan melihat seseorang yang sangat dia kenal. Zyan sampai mengedipkan mata berkali-kali untuk memastikan dia tidak salah lihat.
"Joe, itu Vina kan?" Zyan menunjuk kearah pelayan tidak jauh dari mereka.
"mana?" Joe menghentikan acara makannya. mendengar nama Vina disebut.
"itu, pelayan itu Vina kan?"
"kalian kenal dengan wanita itu?" tanya Fia, "Tempo hari wanita itu dihajar oleh nona. kalian tau, aku sampai gemetar melihat nona lepas kendali padanya. Sebenarnya ada masalah apa sih, sampai nona sebegitu bencinya pada dia?" lanjut Fia.
"dia adik dari teman kami, jika ingin tau dengan jelas tanyakan saja pada nona. aku tidak punya nyali sebesar itu untuk menceritakan kisah kelam nona." jelas Joe.
apa nona sedang merencanakan sesuatu, kenapa nona mau menerima Vina bekerja di cafe ini. batin Zyan.
__ADS_1
bersambung....