
Diruang HRD
Perusahaan XXX, orang kepercayaan putra pemilik perusahaan sudah duduk menunggu calon karyawan baru. Untuk kali ini dia ingin melihat sendiri kemampuan para calon karyawan.
Bukan, seperti bukan itu tujuannya ingin ikut andil dalam perekrutan karyawan baru.
Pagi tadi saat ia turun dari mobil, pandangan nya tertuju pada seorang gadis yang pernah ia lihat sebelumnya, mengenakan pakaian formal.
Dan setelah ia selidiki ternyata nama gadis itu menjadi salah satu nama orang yang dipanggil untuk interview hari ini, bukankah ini kebetulan yang bagus, ia bisa berkenalan dengan gadis itu tanpa harus mencari nya.
****
"selamat pagi pak" sopan dery saat berhadapan dengan laki-laki yang akan menginterviewnya.
"Pagi, silahkan duduk" jawab Marco berwibawa.
"langsung kita mulai saja ya. siapa nama kamu?" mulai Marco.
"saya Dery Pratiwi, biasa dipanggil Dery pak" dengan sedikit gugup Dery menjawab.
"Ok, Dery kamu siap bekerja sepenuh hati disini? Dan apa sebelumnya kamu pernah bekerja?" tanya Marco lagi dengan tatapan tajam.
"saya siap pak, sudah pak saya pernah bekerja dibengkel XXX" jelas Dery.
"hmm kamu saya terima, tapi bukan jadi staf. tapi sebagai sekertaris saya, apa kamu setuju?" tegas Marco
__ADS_1
"tapi saya tidak memiliki pengalaman menjadi sekertaris pak?" jawab Dery jujur.
"kamu bisa belajar. kalau kamu mau jadi sekertaris saya besok kamu sudah bisa mulai kerja.
kalau tidak mau, silahkan keluar dari ruangan ini" menunjuk pintu keluar.
"ba..baik pak saya setuju, saya mau menjadi sekertaris bapak" tanpa pikir panjang Dery memutuskan.
"bagus, selamat bergabung di perusahan ini. besok kamu sudah mulai kerja." menyalami Dery dan memberikan beberapa contoh pekerjaan apa saja yg harus Dery pelajari.
"ini materi yang harus kamu pelajari. kamu boleh pulang, dan kembali lagi besok pagi jam tujuh" lanjutnya
"baik pak terimakasih, saya akan cepat belajar dan tidak akan mengecewakan bapak" Dery berpamitan.
Setelah Dery meninggalkan ruangan, Marco yang girang bukan main memilih meninggalkan ruang HRD untuk kembali ke ruangannya.
Sebelumnya dia memang menghubungi Rizal Arandra putra pemilik perusahaan, untuk meminta bantuan agar dia bisa merekrut seorang sekertaris,
yaa tentu saja keinginan kecil Marco langsung mendapat persetujuan dari Rizal, terlebih mereka itu sangat dekat.
*****
"aaaahhh mimpi apa gue semalem, gue diterima jadi sekertaris, oh Tuhan ini bukan mimpi kan" mencubit pipinya sendiri
"auw sakit, ahahaha yes gue gak mimpi" bicara sendiri.
__ADS_1
"Ijaah...." teriak Roby dari dalam mobil.
"haah tu anak masih nungguin gue" melongo melihat Roby masih disana. Berjalan mendekat.
"kok masih disini sih rob?" tanya Dery setelah berada didalam mobil.
"ya jelas gue nungguin Lo lah" menjalankan mobil keluar dari area parkir.
"Lo kenapa? gue liat dari keluar perusahaan tadi Lo ngomong sendiri, gak kesambet kan?" cerocos Roby penasaran.
"idiih enak aja kesambet, gue tuh seneng tahu gak. gue diterima donk" antusias bercerita "dan gue diterima jadi sekertaris lho, gimana keren gak?" menggenggam erat lengan Roby saking bahagianya.
"serius? jadi sekertaris?" menarik telinga Dery "Lo gak salah denger kan? apa atasan Lo katarak?"tertawa meledek.
"iiihh gue serius rob" Pletak sentilan keras mendarat di telinga Roby.
"aahh jah sakit, gila Lo. Kok ya ada atasan yang mau punya sekertaris galak kayak Lo jah" mengelus telinga yang ngilu karena sentilan Dery.
"mau gue sentil lagi?" sewot Dery mendelik.
"ok ok ampun bos" Roby menyerah.
"selamat ya jah, Lo emang pantes dapet kerjaan itu, semoga atasan Lo baik ya. Dan jangan lupa gajian pertama Lo harus ajak gue dan duo kudanil makan di restoran mahal ya" lanjutnya.
"mau langsung pulang atau ikut gue kebengkel?" tanya Roby.
__ADS_1
"ikut aja dech, gue mau kasih kabar baik ini ke Ikbal sama Iwan ada kak Reno gak dibengkel?" senyum Dery antusias.
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear, maaf jika masih banyak kesalahan 🙏🙏🙏 jangan lupa like dan komen.