Janda Judes

Janda Judes
53 Siapa Yang Berkhianat!!!


__ADS_3

Sudah dua hari


Rizal sibuk mengatasi masalah yang tengah terjadi di perusahaannya.


Bahkan Rizal sampai lupa mengabari atau menanyakan kabar Dery.


Rizal sudah menemukan titik terang atas apa yang telah terjadi. Benar dugaannya ada yang mencoba berkhianat.


Zyan tentu saja dibuat kewalahan dengan masalah yang ada, sampai perusahaan yang di Surabaya belum tersentuh penyelidikan.


"tuan, sepertinya kita memerlukan Joe untuk mengurus masalah di Surabaya, jika menunggu kita selesai disini, mungkin akan semakin banyak masalah," Zyan memijat kepalanya,


Masalah yang timbul benar-benar menguras energinya. Siapa orang yang dengan berani mengkhianati Rizal,


Selama ini Rizal selalu memberikan yang terbaik untuk orang-orang kepercayaannya,


"jika Joe ke Surabaya, lalu siapa yang akan menjaga Dery," penampilan Rizal sangat berantakan, semakin pusing memikirkan Dery yang sudah dua hari ia abaikan.


"disana banyak pengawal tuan, tidak akan terjadi apapun pada nona, pengawal kita orang-orang terpilih, tidak mudah menumbangkan mereka." mencoba menenangkan Rizal.


Lagi pula apa yang dikhawatirkan, pengawal yang dimiliki Rizal seluruhnya adalah yang terbaik, kesetiaannya jangan lagi ditanyakan, bahkan mereka rela mati untuk melindungi Rizal dan keluarganya.


"tapi jika disini ada yang berkhianat, bukan tidak mungkin disana juga akan pengkhianat kan zy, kepalaku terasa mau pecah memikirkan semua ini"


"selama ini tuan tidak pernah memberi tahu tentang nona kepada siapapun kan, hanya aku dan Joe yang tahu tentang nona, jadi nona akan aman disana tuan,"


Memangnya siapa yang akan menyakiti nona, tidak ada kan, kecuali Marco,


Tapi Marco kan tidak tahu jika nona dilindungi tuan mudanya.


"hubungi Joe, minta dia untuk berangkat ke Surabaya secepat, dan jangan lupa untuk memperketat pengamanan di rumah. Satu lagi, jika Dery ingin ke cafe atau keluar sebaiknya beri pengawalan, tapi jangan terlalu mencolok." perintah Rizal.


Zyan dengan sigap menghubungi Joe serta menyampaikan semua perintah Rizal.


****

__ADS_1


Rumah utama


Joe yang menerima perintah dari tuan muda, langsung mengumpulkan para pengawal memberikan mereka peringatan agar tidak lengah selama dirinya pergi,


Menambah beberapa orang pengawal khusus untuk nona tuannya.


Dari balkon kamarnya Dery memperhatikan apa yang Joe lakukan di taman belakang,


"kenapa Joe terlihat panik, ada apa ya?" berlari menuruni tangga,


"hai Joe, tumben sekali mengumpulkan para pengawal siang ini, ada apa?" Dery berdiri dibelakang Joe yang masih memberikan perintah pada para pengawal.


"eh nona, em saya akan ke Surabaya, jadi tuan memerintahkan untuk memperketat pengamanan dirumah ini, apa ada yang nona butuhkan?" jelas Joe menunduk sopan. bahkan semua pengawal tidak ada satupun yang berani menatapnya.


"ck kalian kenapa sih kalau bisa formah banget, udah gitu gak mau liat aku lagi," Dery berdecak kesal.


"tidak aku tidak butuh apapun, aku hanya ingin tahu saja," berjalan menuju kursi taman biasa dia duduk.


"Joe kenapa tuan muda mu tidak memberi kabar pada ku, apa dia baik-baik saja?" gurat kekhawatiran terlihat jelas di wajahnya.


mendengar Joe berkata seperti itu membuat wajah Dery memerah. "apa kau bang Joe, apa belum pernah dilempar sendal seperti ini." pletak sendal Dery mendarat tepat mengenai punggungnya.


"bilang sana rindu, kenapa harus malu-malu. ini sakit sekali, nona benar-benar pelempar yang handal." bergumam kesal, membuat para pengawal terkikik melihat pertengkaran Joe dan Dery.


"Diam kalian," bentak Joe dengan mata memincing tatapannya seperti akan menerkam mangsanya.


Setelah semua pengawal undur diri, Joe mendekati Dery yang sibuk dengan bunga kesukaannya.


"nona boleh saya bicara," sudah duduk didepan Dery.


"panggil aku Dery, Dery dan Dery, tidak perlu pakai nona jika tidak ada pak tua itu," memutar bola mata malas,


Joe tidak menggubris permintaan Dery,


dia tidak akan berbau tidak sopan pada wanita kesayangan tuannya kan.

__ADS_1


"selama saya pergi, sebaiknya nona jangan pergi kemanapun, urusan cafe sudah saya yang handle, nona berdiam lah di rumah." Dery menatap tajam Joe.


"apa yang sebenarnya terjadi Joe?" meletakkan pot bunga diatas meja.


"tidak ada apapun nona, hanya saja tuan tidak ingin nona dalam bahaya jika pergi dari rumah." jelas Joe sekenanya.


Tidak ingin Dery mengetahui jika Rizal dalam masalah yang rumit.


"baiklah aku akan menurut, tapi boleh kah aku bertanya sesuatu?" Dery tersenyum samar.


"iya nona ingin bertanya apa?" mendongak lalu menunduk lagi.


"apa pak tua itu tidak memiliki kekasih?" Pertanyaan yang sudah lama ingin Dery tanya kan, tapi tidak memiliki keberanian.


"jawablah dengan jujur Joe, kamu kan mengenal kak Rizal sudah lama, kau pasti tahu semuanya kan?"


"tuan muda tidak memiliki kekasih, sejak dia dikhianati oleh mantan tunangannya dulu." menjawab jujur. "sudah ya nona saya akan bersiap sebentar lagi saya harus berangkat," sudah berdiri, menunduk sopan lalu berjalan menjauh.


****


Ditempat lain,


seseorang sedang mendengar laporan tentang perusahaan Rizal yang mulai goyah.


Apa yang dia rencanakan


sukses membuat Rizal dan orang-orang kepercayaannya sibuk membereskan hasil dari ulahnya.


Tawanya pecah saat mengetahui Joe juga dibuat kelabakan karena harus secepatnya terbang menuju Surabaya.


"Satu langkah lagi, kalian akan tahu dengan siapa kalian berperang.


Seharusnya kalian tidak menantang ku," Teriakannya memenuhi ruangan.


Membuat siapapun yang mendengar bergidik ngeri.

__ADS_1


*cerita ini hanya fiktif* terima kasih atas dukungannya, jangan lupa like komen dan vote ya dear, 🙏❤❤ salam sayang dari author.


__ADS_2