Janda Judes

Janda Judes
31 Kepanikan Marco


__ADS_3

Marco yang merasa menang sudah mengelabui Dery, sedang menghubungi Rizal, memberi tau jika dirinya akan segera menikahi Dery setelah kembali dari tugasnya kali ini.


Rizal tidak mengetahui apa rencana Marco, terus mendesak Marco untuk mengatakan apa yang sudah dia lakukan kepada sekertarisnya itu.


Tapi lagi-lagi Marco hanya tertawa lalu menutup telepon.


Merasa diatas angin duduk santai sambil terus menenggak minuman kesukaannya, hingga suara keras dari kamar mandi mengagetkannya.


"suara apa itu, Dery, apa yg dia lakukan." berlari menuju kamar mandi.


"kenapa dikunci, tadikan gak gue kunci" mengetok pintu keras tapi tidak ada jawaban. dengan terpaksa Marco mendobrak pintu kamar mandi,


Setelah pintu terbuka betapa terkejutnya dia melihat Dery tergeletak bersimbah darah.


Tanpa pikir panjang Marco langsung mengangkat Dery, membawanya kerumah sakit.


Untungnya rumah sakit hanya lima menit dari hotel tempatnya menginap.


Marco yang panik dan bingung tidak tau harus berbuat apa,


Akhirnya dia menghubungi Rizal lagi, memberi tahu jika sekarang Dery ada dirumah sakit XXX,

__ADS_1


Rizal yang mendapat kabar itu langsung bersiap berangkat ke Bali menyusul Marco, dia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Dery bisa masuk rumah sakit.


Tidak lama seorang perawat keluarga dari ICU,


"maaf apa bapak keluarga pasien wanita ini?" tanya perawat yg baru keluar.


"saya calon suaminya sus, apa dia baik-baik saja?" wajah Marco panik.


"dia tidak baik pak, dia benyak kehilangan darah, kami sedang mencari donor darah yang cocok, apa golongan darah bapak A?" jelas perawat itu.


"bukan sus, golongan darah saya B. lakukan apapun yang terbaik untuk calon istri saya sus, saya mohon" Marco memohon, matanya mulai berkaca-kaca.


Ada rasa bersalah telah membuat Dery seperti ini.


Hampir empat jam dokter dan perawat keluar masuk tanpa memberi kepastian tentang keadaan Dery.


Marco tertunduk lesu, dikagetkan dengan suara berat milik sahabatnya.


"apa yang terjadi co? apa yang udah Lo lakuin sama Dery?" suara tegas Rizal yang baru datang.


Marco mendongak tersenyum samar, lalu menceritakan apa yang telah ia lakukan pada Dery.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Marco, entah kenapa Rizal tersulut emosi tidak habis pikir kenapa Marco bisa berbuat selicik itu.


Rizal mencengkram kasar kerah Marco "gue gak nyangka Lo bisa sebejat ini, Lo hancurin gadis itu hanya untuk obsesi Lo!" memukul keras hingga Marco tersungkur.


"gue udah peringatkan Lo berkali-kali ubah sifat buruk Lo, kalo Lo mau dapetin Dery, harusnya Lo berusaha mengambil hatinya bukan malah menghancurkan hidupnya!" teriak Rizal lagi-lagi menghajar Marco. "gue gak nyangka Lo bisa semenjijikkan ini co." pergi meninggalkan Marco yang masih terduduk dilantai dengan wajah lebam karena pukulannya.


Rizal menemui dokter yang merawat Dery, "dok apa dia baik-baik saja?"


"dia sudah lebih stabil, apa bapak ini keluarganya?" tanya dokter itu.


"iya dok saya kakaknya, apa ada yang serius dok?" tanya Rizal.


"setelah saya observasi, Dery mengalami trauma yang cukup serius, setelah dia pulih lebih baik dia segera dibawa ke psikiater untuk mengatasi traumanya, agar dia tidak lagi melakukan percobaan bunuh diri." penjelasan dokter membuat Rizal sangat marah.


"apa bisa dilakukan setelah dia sadar dok?" tanya Rizal.


"tentu bisa, lebih cepat lebih baik" ucap dokter itu.


"baik dok, saya akan mencari dokter psikiater terbaik." lanjut rizal "apa boleh saya menemui adik saya dok?"


"boleh silahkan" dokter itu mempersilakan.

__ADS_1


Sebelum masuk ruangan dimana Dery dirawat, Rizal menghubungi seseorang, memintanya datang secepat mungkin ke rumah sakit.


*Cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear, maaf jika masih ada kesalahan 🙏🙏❤❤ jangan lupa like dan komen.


__ADS_2