Janda Judes

Janda Judes
106 Persiapan Pernikahan.


__ADS_3

Satu Minggu berlalu...


Rizal masih tidak berani menceritakan apa yang sudah terjadi padanya.


Kini Dery dan sekeluarga mendapatkan pengawalan ketat dari orang-orang Rizal.


Termasuk Rizal sendiri, dia tidak lagi pergi sendiri, dia selalu membawa pengawal meski mereka mengawasi dari jauh.


Hari ini Dery dan Rizal akan melakukan sesi foto prewedding,


Dery sempat menanyakan beberapa kali kenapa acara pernikahan di percepat, tapi jawaban Rizal selalu sama ia sudah tidak sabar.


Rizal sudah menyiapkan delapan gaun untuk Dery, mereka memilih foto di pantai dan villa milik Rizal.


Dery sudah berdandan sangat cantik, tapi dia masih belum menentukan gaun mana yang akan dia pakai.


"kenapa sayang?" Rizal menatap Dery dengan takjub.


"kak, aku pakai gaun yang mana?" Dery memanyunkan bibirnya.


Rizal terkekeh, "pakai yang mana saja, semua bagus dan cocok untuk mu, sayang,"


"bantu aku memilih kak,"


"emm..." Rizal memilih tiga gaun untuk Dery, dua gaun tertutup dan satu gaun terbuka.


"pakai ini saja ya, ini sangat cocok untuk mu,"


"yang ini juga?" Dery menunjuk gaun merah yang terlihat sangat seksi.


"ini untuk foto didalam kamar sayang, untuk koleksi kita, aku juga tidak ingin orang lain melihat tubuh indah mu," goda Rizal.


"terserah kakak saja lah," Dery mengedikkan bahu, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.


Setelah melakukan foto dipinggir pantai, Dery dan Rizal melanjutkan foto di villa milik Rizal,


Dery sudah berganti pakaian, rambutnya kini sudah disanggul rapi, dengan riasan wajah natural.


Foto terakhir didalam kamar, dengan gaun seksi yang Rizal pilih.


Dery sungguh mempesona, Rizal bahkan tidak berkedip menatap wanitanya ini.


Hingga selesai Rizal terus saja tidak mengalihkan pandangannya dari calon istrinya itu.

__ADS_1


"sayang, kau sungguh membuat ku tergila-gila," bisik Rizal.


"kak, berhentilah menggoda ku," Dery mencubit perut sixpack Rizal.


Rizal memeluk Dery, lalu melambaikan tangan meminta semua orang disana untuk pergi.


"kak, aku ingin berganti pakaian," Dery mencoba melepaskan pelukan Rizal.


"Ck, sebentar lagi aku sangat merindukanmu sayang," semakin mengeratkan pelukannya.


"apa kau ingin membuat ku tiada kak, aku sulit bernafas," Dery memukul lengan Rizal,


"makanya jangan banyak bergerak, selain kamu akan semakin sulit bernafas, kamu juga akan membangun kan adik ku," bisik Rizal, mata Dery melotot mendengar kalimat Rizal.


"kau sungguh menyebalkan, bisa-bisanya berkata seperti itu," dengus Dery.


"apa salahnya sayang, kita akan segera menikah,"


"bicarakan itu setelah kita menikah," wajah Dery merona menahan malu.


Dery akan melangkah pergi, tapi langkahnya dihentikan oleh Rizal.


"aku mencintaimu sayang, sangat mencintai mu. jangan pernah pergi dari ku," ucap Rizal sungguh-sungguh.


Dery mendongakkan kepala, mereka saling menatap.


Rizal mencium lembut bibir Dery, sangat lembut membuat Dery terhanyut dalam permainan Rizal.


Semakin lama ciuman itu menjadi panas, mereka saling membelit, Rizal menekan tengkuk Dery memperdalam ciumannya.


Namun tiba-tiba Rizal menghentikan kegiatannya, berjalan cepat menuju kamar mandi.


Dery menatap heran kepergian Rizal, lalu bergegas mengganti pakaiannya, sebelum Rizal keluar dari kamar mandi.


Cekleek..


Pintu kamar mandi terbuka, Rizal tersenyum malu-malu.


"kak, kenapa langsung pergi begitu saja?" wajah Dery nampak kesal.


"maaf sayang, aku sudah tidak tahan lagi," bisik Rizal, sambil menyembunyikan wajahnya dipundak Dery.


Mengerti apa yang Rizal maksud Dery tertawa, "jadi kakak bermain solo?" menaikkan satu alisnya.

__ADS_1


"yaah, mau bagaimana lagi, dia sudah sangat lama berpuasa sayang," jujur Rizal, sejak dia mengenal Dery, Rizal tidak pernah lagi bermain-main dengan wanita lain, bahkan tidak bernafsu dengan wanita manapun.


"masak? seorang Rizal Arandra pria tampan nan kaya raya yang setiap hari berganti wanita, bisa puasa melakukan itu?" Dery sedikit terkejut mendengar kata-kata Rizal.


"sayang, dengarkan aku," Rizal menarik nafas dalam "dulu aku memang pemain, dan sering berganti wanita setiap hari, tapi sejak aku mengenal mu, aku tidak pernah lagi melakukan itu, aku bahkan tidak berminat dengan wanita manapun, kecuali diri mu,"


"apa kakak berkata jujur" Dery mencoba mencari kejujuran dimata Rizal.


"aku bersumpah demi apapun, aku hanya mencintai mu,"


Betapa beruntungnya Dery bisa dicintai lelaki seperti Rizal, bukan karena dia kaya raya dan memiliki segalanya.


Tapi karena Dery selalu diperlakukan sangat baik, Dery merasa dihargai dan dihormati sebagai seorang wanita.


Meski dia seorang janda, Rizal tidak pernah sekalipun melewati batasan, dia benar-benar menjaga Dery.


Menjaga martabatnya sebagai seorang wanita.


Hampir satu tahun mereka saling mengenal, Rizal bahkan tidak pernah bermain-main dengan wanita lain, meski saat itu Dery belum menjadi kekasihnya.


.


Dilain tempat...


Marco sedang duduk bersantai, saat wanitanya datang dengan tergesa.


"Marco, ada hal penting yang harus kita bereskan," ucap wanita itu.


"apa lagi, hmm?"


"anak yang tempo hari aku ceritakan adalah benar itu anak ku." wanita itu tampak sangat marah. "dan jika ayah dari anak itu tau, bisa dipastikan rencana kita akan berantakan co, apalagi kalung itu selalu dipakai olehnya."


"lalu apa yang harus kita lakukan, lagi pula dia tidak ada di Indonesia sayang, tenanglah," Marco menyandarkan kepalanya.


"kita harus culik anak itu dan buang dia sejauh mungkin co, jika perlu lenyapkan saja dia,"


"heii dia itu anak mu, apa kau tidak merasa kasihan?" Marco tidak habis pikir.


"aku tidak peduli, karena anak sialan itu aku harus kehilangan Rizal dulu, dan aku tidak ingin karena dia aku harus kehilangan Rizal lagi co," wanita itu menggebu-gebu.


dia benar-benar wanita gila, jika semua tujuan ku sudah tercapai, aku tidak akan lagi mau berhubungan dengan wanita ini.


Bersambung....

__ADS_1


Bantu like komen dan vote ya dear... 🙏❤


__ADS_2