Janda Judes

Janda Judes
105 Pesta.


__ADS_3

Mike dan Marco sedang duduk menanti wanitanya datang,


mereka sedang menenggak minuman keras.


Kebahagiaan terpancar jelas di wajah mereka.


"apa kalian sudah lama menunggu ku," wanita itu berdiri diambang pintu, lalu berjalan berlenggak-lenggok mendekati dua lelaki yang sedang menikmati minuman itu.


"yaa begitu lah." Mike menatap wanita itu dengan sangat bernafsu. "aku sudah tidak sabar menantikan bayaran ku sayang,"


"sebelum kamu mendapatkan bayaran mu, aku ingin tau apa yang kamu berikan pada Rizal kemarin," wanita itu sudah duduk ditengah-tengah antara Marco dan Mike.


"kenapa?" Mike menaikan satu alisnya.


Marco tertawa terbahak melihat Mike begitu heran, "kau tau, semalam Rizal tidak bisa bangun sama sekali, dan aku lah yang memuaskannya," Marco melirik wanita di samping nya.


Mike ikut tertawa "sorry sayang, aku terpaksa memasukan obat ini kedalam minuman Rizal," Mike meletakkan botol obat dimeja.


"apa harus?" wanita itu kesal.


"yaa, kau tau kan Rizal tidak mudah tumbang, dan aku juga tau jika Rizal sudah lama tidak menyentuh minuman keras. karena itu aku meminta pelayan mencampur kan obat ini dalam minuman Rizal, jadi meski dia minum sedikit dia akan ambruk." Mike menjelaskan.


"jal*ng itu benar-benar membuat Rizal berubah," dengusnya.


"sekarang saatnya berpesta," Mike menarik wanita itu dalam pelukannya.


******* bibir merah itu dengan sangat rakus, Marco hanya melihat adegan itu dengan santai.


Sudah sering mereka melakukannya bersama jadi dia tidak lagi heran.


Mike dan wanita itu sudah telanjang saat ini, pakaian mereka entah berada dilantai sebelah mana.


Marco masih menikmati minumannya, tersenyum senang melihat dua orang didepannya sedang melakukan pemanasan.

__ADS_1


Mike memberi kode pada Marco, Marco mengerti dia langsung melepaskan pakaiannya, menarik wanita itu menghadapnya.


Saat Mike mulai menghujani dengan senjatanya, Marco menikmati permainan bibir wanita itu yang terus menghisap miliknya dengan lihai, membuat Marco semakin melayang.


Hari itu mereka merayakan satu rencana yang telah sukses.


Berkeringat bersama-sama, wanita ini memang tidak ada puasnya, meski digempur dua pria sekaligus dia masih saja bertahan.


Meminta lagi dan lagi. Mike sudah terkapar karena kelelahan, tapi Marco, dia masih sangat beringas menghajar wanita ini.


.


Rumah utama Rizal...


Rizal menerobos masuk kedalam rumah dengan sangat berantakan.


Dia langsung menuju kamarnya, masuk kedalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin.


Berulang kali Rizal meninju tembok kamar mandi, amarahnya benar-benar tidak bisa terkendali.


Joe, Zyan dan Dery baru saja sampai dirumah Rizal, seorang pengawal memberi kabar pada mereka jika Rizal sudah pulang dengan keadaan sangat berantakan.


Dery berdiri didepan kamar Rizal, mengetuk pintu kamar itu berulang kali, tapi masih tidak ada yang menyahut.


"kak, kau didalam, kak aku mohon keluar lah," teriak Dery.


Mendengar suara wanita yang dicintai membuat Rizal bergegas keluar kamar dan berganti pakaian.


Cekleek...


Rizal keluar dari dalam kamar dengan wajah lesu rambut yang masih basah dan bibir kebiruan.


"kak, kau kenapa?" Dery menatap Rizal heran.

__ADS_1


Rizal menghambur memeluk Dery, air matanya meleleh begitu saja. "ma..maafkan aku sayang, maafkan aku," Rizal terisak.


"kak ada apa dengan mu, apa yang harus dimaafkan? kau sama sekali tidak berbuat salah." Dery membalas pelukan Rizal, Rizal sedikit menggigil tubuhnya sangat dingin.


"ayo masuk," Dery membawa Rizal masuk kedalam kamar, lalu memerintahkan Joe untuk membawakan minuman hangat.


Rizal menatap Dery dengan rasa bersalah yang sangat besar.


jika kau tau apa yang sudah terjadi, apa kau akan memaafkan dan menerima ku lagi, aku sungguh mencintaimu.


Joe masuk membawa apa yang Dery minta.


Dengan lembut Dery membantu Rizal untuk minum.


"kak, istirahat aku akan menunggu mu disini," senyum Dery hangat.


sebenarnya apa yang terjadi kak, kenapa kau jadi seperti ini?


"jangan tinggalkan aku sayang, aku mencintaimu," lagi-lagi Rizal memeluk Dery.


"aku tidak akan pergi kak, aku juga sangat mencintai mu. sekarang istirahat lah," Dery mengusap punggung Rizal lembut.


Dery mengusap-usap kepala Rizal hingga dia tertidur, lalu berjalan keluar kamar.


Joe dan Zyan masih setia berdiri di depan kamar Rizal.


"nona.." Joe menunduk "apa tuan baik-baik saja?"


"huh... sepertinya ada yang dia sembunyikan Joe entah apa itu, tapi dia terus saja meminta maaf pada ku," Dery membuang nafas kasar.


Dery memilih duduk di sofa yang dekat dengan kamar Rizal, hingga dia terlelap. Dan tidak menyadari jika Rizal sudah bangun.


Rizal menggiring Joe dan Zyan keruang kerjanya, memerintahkan mereka untuk mempercepat pernikahannya dengan Dery.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2