
Lidia dan Reno memang sangat menyayangi sahabat Roby,
apalagi Dery satu-satunya sahabat perempuan Roby, sikap Dery yang supel baik dan sopan membuat semua keluarga sahabat menyayangi nya.
Terlebih Dery juga sangat menghormati orang-orang tersayang sahabatnya.
Mendengar permintaan Dery yang tidak ingin memperpanjang insiden yang menimpanya siang tadi, Reno dan Lidia menurut dengan syarat Dery harus lebih berhati-hati dengan Vina.
Dery bergabung duduk bersama. "kakak janji ya, tidak akan bawa masalah ini ke jalur hukum, kasian Vina kak" memohon dengan menakupkan kedua tangan didepan dada.
"iyaa der kakak janji. udah kamu makan gih biar lebih fit, terus istirahat." janji Reno menggenggam erat tangan Dery.
"makasih ya kak" memeluk Lidia senyum manis terukir diwajahnya.
"kalian bertiga harus lebih jagain Dery, kalo tidak awas aja" sambung kak Reno.
"siaap kak" jawab mereka bersamaan mengangguk mantap.
"kita tidak usah pulang ya, tidur disini boleh kak?" Ikbal meminta ijin kepada Reno.
Pura-pura berpikir, Reno mengiyakan keinginan Ikbal dengan mengangguk.
__ADS_1
"Tapi..." menggantung kalimat
"Tapi apa kak?" Ikbal penasaran
"khusus buat kalian terutama kamu Ikbal, jauh-jauh dari kamar yang Dery pakai" jawab Reno santai.
"sayang yuk tidur" meraih tangan Lidia.
"kalian harus ingat, dibengkel ini penuh dengan cctv dan terhubung ke ponsel kakak, jadi jangan macam-macam" ancam Reno
Iwan dan Roby terkekeh melihat wajah Ikbal yang berubah cemberut. Dery masih sibuk makan, cuek dengan peringatan Reno kepada Ikbal.
****
"gadis ini menarik, cantik, senyuman yang manis. Tapi gimana caranya aku bisa lebih dekat dengan dia, aku tidak mungkin minta tolong sama Vina. Anak itukan tidak menyukai gadis ini" berperang dengan batinnya mencari cara agar bisa dekat dengan Dery.
"gimanapun caranya, gadis ini harus bisa jadi milik ku. Kapan lagi ada cewek seistimewa dia. Baru lihat senyumnya dari jauh aja hati ini bergetar gimana kalo deket, bisa loncat keluar mungkin" tersenyum membayangkan jika dia bertemu dengan Dery.
*****
Lain halnya dengan Marco, Reno masih memikirkan kejadian yang menimpa Dery. Vina,
__ADS_1
sepertinya dia pernah bertemu dengan Vina selain dibengkel. Reno masih mencoba mengingat dimana ia pernah bertemu dengan Vina.
"sayang, kamu ingat tidak kita pernah ketemu Vina" Reno sudah duduk di samping istri tercinta nya.
"memang pernah kan mas, dibengkel" jawab Lidia menutup novel yang ia baca.
"bukan sayang, kita pernah ketemu ditempat lain" mencoba mengingat.
"tunggu deh, Vina, kita pernah ketemu di cafe waktu kamu mau meeting sama temen lama kamu kan mas, siapa itu namanya?" Lidia mengingat di mana ia dan Reno bertemu gadis itu.
"Marco, yaa dia adiknya Marco. Aku harus bilang sama Marco soal masalah ini." Reno meraih benda pipih dimeja nakas.
"Stop sayang besok aja, Marco juga pasti udah tidur." memeluk erat dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Reno.
Reno kembali menaruh ponselnya, membalas pelukan sang istri. "Yaudah yuk istirahat" angguk Lidia.
"sayang tunggu deh, aku lupa sesuatu"
"lupa apa mas?" Lidia kembali duduk
Mencium kening istrinya mesra "selamat malam sayang"
__ADS_1
Lidia hanya tersenyum menyembunyikan wajah dibalik selimut.
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear,. maaf jika masih banyak kesalahan 🙏🙏❤❤