
"aku melihat Dery bernafas, aku serius Ilham, aku mohon jangan lepaskan peralatan itu, aku mau memohon dibawah kaki mu, asal jangan lepaskan peralatan itu," Rizal benar-benar frustasi.
"tapi kami tidak melihatnya tuan, nona tidak bernafas. pasti karena kau terlalu lelah, kau jadi berhalusinasi," dokter Ilham mengulang kata-kata halusinasi, membuat Rizal sangat marah.
"kau bilang apa? halusinasi? kau pikir aku sudah gila ham!!" berteriak, berhasil melepaskan diri dari Joe dan Zyan.
Bugh satu pukulan keras mendarat ke pipi Ilham, membuat Ilham tersungkur.
Joe membantu Ilham berdiri, "Joe, ini baru pertama kali Rizal memukul ku," Ilham meringis merasakan panas di pipinya.
Sekarang Reno, Roby dan ayah yang berusaha menenangkan Rizal. Memberi kesempatan Ilham dan dokter yang lain untuk mendekati Dery.
"aku mohon jangan, Ilham aku mohon jangan sentuh Dery," tangis Rizal semakin menjadi-jadi. Semua yang ada disana hanya melihat bagaimana hancurnya Rizal, Ikbal yang juga mencintai Dery pun tidak sehisteris Rizal.
Rizal mendekati Dery, menggenggam erat tangannya "Dery aku mohon, tunjukan pada mereka semua jika kamu bisa bertahan, apa kau tidak kasihan melihat pak tua mu ini dianggap gila oleh mereka semua, bangun lah Dery, aku mencintai mu sangat mencintai mu aku rela memberikan apapun untuk mu," Rizal benar-benar sudah seperti orang gila, tangisannya memenuhi ruangan.
Ilham duduk didepan Rizal memeluknya,
"apa Tuhan benar-benar tidak mau mendengar doa ku, apa karena aku selalu berbuat seenaknya hingga Tuhan tidak ingin melihat ku hidup bahagia," gumam Rizal.
__ADS_1
"tunggu, tunggu dokter," seorang perawat menghentikan dokter yang akan melepaskan peralatan penopang hidup Dery. "nona, bernafas dokter pasangkan lagi semua peralatannya" Ilham langsung berdiri setelah mendengar perawat itu mengatakan jika Dery bernafas.
"nona..." senyuman mengembang di wajah Ilham.
Setelah semua peralatan medis terpasang kembali, terlihat jelas jika Dery bernafas dan bergerak lebih intens, tidak lama kelopak mata Dery mulai terbuka.
Membuat semua yang ada disana tersenyum bahagia. Rizal tidak mau melepaskan tangan Dery.
Dery mengedipkan mata beberapa kali, memperjelas pandangannya yang sedikit buram karena tertidur terlalu lama.
Menoleh pada seseorang yang menggenggam tangannya, wajahnya tampak bingung melihat Rizal yang kacau dengan rambut acak-acakan, pipi tirus, mata sembab dan merah, bulir air mata yang tersisa disudut mata Rizal. "kenapa dia sangat berantakan, apa yang telah terjadi apa dia menangis? tapi kenapa mereka semua ada disini," melihat semua sahabat dan orang tua nya juga ada disana.
"ka..kalian semua siapa?" suara Dery serak.
Semua orang saling pandang, bingung karena Dery tidak mengingat mereka.
"apa nona tidak mengingat mereka semua?" Ilham tidak sebingung yang lain, dia lebih tenang menghadapi Dery.
"tidak, siapa kalian?" Dery menampilkan wajah polosnya.
__ADS_1
"kamu tidak mengingat ku der, aku Rizal kakak mu" wajah Rizal yang tadi sudah terlihat senang kembali kusut lagi.
Melihat ekspresi Rizal seperti itu membuat Dery tidak bisa lagi menahan tawanya, "hahaha sudah sudah kenapa ekspresi mu lucu sekali pak tua, aku jadi tidak bisa menahan tawa ku,"
Mendengar Dery menyebutnya pak tua Rizal dengan gemas memeluk Dery hangat.
"kau benar-benar membuatku seperti orang gila der, jangan lakukan ini lagi yaa,"
Rizal melepaskan pelukan saat ayah menepuk pundaknya, semua orang tersenyum, baru sadar saja Dery sudah bisa bercanda seperti itu. Mereka semua bergantian memeluk melepaskan rasa rindu pada Dery.
Rizal masih setia berdiri di samping Dery, tersenyum bahagia melihat wanita yang dia cintai kini bisa berkumpul dengan keluarga dan sahabatnya.
Melupakan kejadian sebelumnya, yang hampir saja membuatnya gila.
Dery tidak mau melepaskan lengan Rizal, terus saja memeluk lengan kekar itu. Sesekali mendongak menatap wajah berantakan Rizal. Tapi sungguh Dery menyukai itu. "tadi aku bermimpi, kak Rizal terus menggenggam tangan ku dan bilang dia mencintai ku, tapi kenapa seperti kenyataan ya, hmm sudah lah, aku sangat bahagia sekarang, berkat kak Rizal aku bisa bertemu dengan keluarga dan sahabat ku lagi,"
Bersambung...
nulis part ini sungguh menguras emosi author 😭
__ADS_1