
Semua persiapan telah selesai,
Dery dan Rizal sudah kembali ke rumah utama setelah menyelesaikan foto mereka.
Rizal tidak banyak mengundang orang diacara pernikahannya nanti, bahkan karena acara dipercepat tuan Rahadi ayah Rizal tidak dapat menghadirinya.
Karena setelah acara lamaran saat itu, sang ayah harus kembali ke California, sebab adik Rizal kembali berulah disana.
Entah sampai kapan Daniel akan membenci ayah dan kakaknya sendiri.
Seolah tidak puas dengan kehancuran yang dia lakukan, dia terus saja merusak kebahagiaan Rizal dan ayahnya.
"sayang ini sudah sangat malam, kamu menginap disini saja ya," sebenarnya itu hanya alasan Rizal saja yang tidak mau berjauhan dengan Dery.
Ayah Dery kan sudah mewanti-wanti, setelah foto selesai mereka akan dipingit, tidak boleh saling bertemu dan keluar rumah.
"hmm tapi aya..."
"ssttt... aku mohon malam ini saja, setelah ini kita tidak bertemu satu Minggu sayang." Rizal mencibikkan bibirnya.
"huuhhh...." Dery menghela nafas panjang.
"baiklah aku menginap disini."
Rizal membawa Dery kekamar yang dulu menjadi kamar Dery,
Saat sudah berada didalam kamar, semuanya masih sama bahkan baju-baju Dery masih tertata rapi disana.
"jika aku merindukan mu, aku pasti akan tidur disini," ucap Rizal jujur.
"ehh, kenapa?" Dery sudah duduk ditepi ranjang.
"karena di tempat tidur ini masih tertinggal aroma tubuh mu sayang," Rizal merebahkan diri diatas kasur king zise ini.
"ada-ada saja," Dery menggeleng " lalu kenapa kakak tidak keluar? aku ingin istirahat aku lelah,"
"tidurlah, aku akan menunggu mu sampai kau tidur, baru aku akan keluar," Rizal menarik Dery, hingga Dery terjatuh dalam pelukannya.
"jangan macam-macam kak," dengusnya.
"aku tidak akan macam-macam sayang, sebentar saja," Rizal sudah memeluk erat Dery.
"terserah kau saja," Dery membalikkan tubuhnya memunggungi Rizal.
Rizal hanya tersenyum lalu melingkarkan tangan kekarnya di perut ramping Dery.
Menyembunyikan wajahnya dileher belakang sang kekasih.
Menghirup aroma tubuh Dery yang menurutnya sangat harum, "aku suka aroma tubuh mu sayang," bisik Rizal, tapi Dery sudah tidak merespon.
"heii kau sudah tidur?" tidak ada Jawaban, hanya terdengar dengkuran halus dan nafas teratur dari wanitanya ini.
__ADS_1
sepertinya kamu benar-benar lelah ya. Aku harap tidak akan ada lagi pengganggu kebahagiaan kita.
Rizal ikut memejamkan mata, tubuhnya juga sangat lelah.
.
Keesokan harinya...
Dery menggeliat, tidurnya benar-benar nyenyak malam tadi.
ehh, tangan...
haah dia tidur disini? Dery berbalik menatap wajah tampan Rizal yang masih nyenyak tertidur.
Katanya akan keluar dari kamar setelah aku tidur, tapi dia malah tidur disini,
Dery menusuk-nusuk pipi Rizal, tapi dia hanya menggeliat saja.
isshh, dasar kebo....aku kerjain ahhh.
Dery bangkit dari tempat tidur mengambil lipstik dan bedak dimeja rias.
Mencorat-coret wajah tampan Rizal semaunya.
Terkikik geli melihat hasil karyanya.
Masih tidak bangun juga, ck sudahlah aku turun saja aku lapar.
Sedang asyik memilih cemilan didalam kulkas, Dery mendengar keributan dirumah belakang.
ada apa ya, rumah ini tumben sepi sekali.
Dery memutuskan kerumah belakang ingin tau apa yang sedang para pelayan ributkan.
Dery melihat beberapa pelayan lelaki berjalan dari gudang membawa banyak barang, sedang yang lain menghancurkan lalu memasukkannya kedalam karung besar.
"sedang apa kalian?" Dery sudah berdiri di belakang mereka semua, membuat semua pelayan menghentikan pekerjaannya.
"kenapa diam? kenapa semua barang ini dihancurkan?"
"no..nona kenapa nona kemari?" pak Burhan maju satu langkah. Dery menatap tajam padanya.
"semua barang ini masih bagus, kenapa dihancurkan?"
"i..ini pe..perintah tuan, nona," pak Burhan terbata menjawab pertanyaan Dery.
Melihat sebuah foto yang bingkainya sudah hancur Dery memungutnya, memperhatikan secara teliti wanita yang ada di foto itu.
siapa wanita ini, kenapa foto-fotonya dihancurkan?
"siapa wanita di foto ini pak? apa ada yang tidak aku tahu?" suara Dery lebih mencekam dari sebelumnya.
__ADS_1
"jawab pak, kenapa diam saja apa kalian semua mau kehilangan pekerjaan, hahh," Dery bahkan sudah memukul satu meja hingga terbalik.
Semua pelayan hanya diam saling menatap, tidak memiliki keberanian untuk menceritakan apa yang sudah dialami oleh tuan muda mereka.
"nona, kenapa nona disini?" ucap Zyan.
"siapa wanita ini Zy?" meski nampak terkejut tapi Zyan mencoba tenang.
"jawab Zyan,"
matilah aku, kenapa nona malah menemukan foto wanita ular itu sih. bagaimana aku menjelaskan pada nona.
"baiklah jika kalian semua diam, aku akan mencari tahu sendiri siapa wanita ini." Dery berjalan cepat masuk kedalam rumah utama.
"nona tunggu," Joe menghentikan langkahnya. "aku akan menceritakan semua hal tentang wanita ini," Joe menunduk.
"bagus ceritakan sekarang," Dery berkacak pinggang, sudah tidak sabar.
Zyan menatap Joe penuh tanya, melihat Joe mengangguk Zyan tidak lagi mencegah.
bagaimana pun nona akan tetap tau semua ini cepat atau lambat. batinnya.
Dery sudah duduk di bangku taman dengan Zyan dan Joe.
Sebelum memulai kalimatnya Joe tampak menarik nafas panjang.
"wanita ini adalah Monica, beberapa tahun yang lalu, tuan memang menjalin hubungan dengannya, tuan sangat menyayangi Monica, tapi sayang ketulusan hati tuan dibalas dengan pengkhianatan oleh wanita ini, dan lebih menyakitkan lagi, dia berkhianat dengan adik tuan, Daniel." Joe mengurut pangkal hidungnya.
"Daniel?" gumam Dery.
"Daniel adalah adik tiri tuan, tuan besar menikahi ibu Daniel setelah nyonya meninggal saat tuan masih berumur tujuh tahun. sejak saat itu tuan seperti kehilangan kasih sayang, terlebih istri muda tuan besar sangat membenci tuan Rizal. Sampai saat tuan Rahadi bangkrut, ibu Daniel meninggalkan tuan besar dan tuan Rizal dalam keterpurukan. Daniel masih sangat kecil waktu itu. Entah apa yang ditanamkan pada Daniel hingga dia sangat membenci tuan besar dan tuan Rizal. berulang kali Daniel mencoba menghancurkan kebahagiaan tuan Rizal." Joe menghentikan kalimatnya, matanya terpancar kemarahan yang sangat besar.
Begitu juga dengan Zyan.
"lalu apa yang terjadi?" Dery semakin penasaran.
"mendekati hari pernikahan tuan Rizal dengan wanita itu, tuan Rizal memergoki dia sedang bercumbu dengan Daniel. Dan ternyata perselingkuhan itu sudah berlangsung lama, Daniel bahkan sudah berhasil menguasai semua aset milik tuan besar dan tuan Rizal. Lagi-lagi tuan harus berjuang dari nol hingga menjadi seperti sekarang ini,"
"kenapa tuan Rizal tidak pernah menceritakan ini pada ku Joe," air mata Dery mulai mengalir.
Ternyata kehidupan Rizal begitu berat, suaminya itu bahkan berulang kali terjatuh.
"mungkin karena tuan sudah melupakan semua itu, tuan hanya mencintai nona saat ini," Joe bersyukur sejak kehadiran Dery di hidup Rizal, kini bos nya itu lebih bersemangat dan bahagia.
"apa nona tahu, setelah kejadian itu, tuan sangat membenci kaum wanita, dia bahkan menjadikan wanita permainan. Tapi setelah mengenal nona Tuan tidak pernah lagi bermain-main dengan wanita diluar sana, nona membawa banyak perubahan baik di hidup tuan." Dery menghapus air matanya.
"lanjutkan pekerjaan kalian," Dery berjalan masuk kedalam rumah utama.
Aku pernah melihatnya, yaa wanita itu, aku pernah bertemu dengannya.
Bersambung....
__ADS_1