
"Juii, kau..." ketus Jack pada gadis yang dengan sengaja menabrak mobilnya dari belakang.
"ayo ikut aku Jack," menarik Jack masuk kedalam mobilnya.
"dari mana kau tahu aku disini," melirik Juii.
"apa kau lupa siapa aku, hmm," ucapnya sombong, Ia mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh.
"heii! gadis gila, setelah kau menabrak ku, kau ingin membawa ku mati bersama mu, haahh,"
"diam," teriak Juii,
"jika kau ingin pergi, sebaiknya bawa pengawal terbaik, banyak orang yang mengincar mu karena kau adalah orang penting di The RedDelta." lanjutnya.
Jack yang masih belum mengerti apa yang Juii maksud hanya mengerutkan keningnya.
"Jack, keluar kan senjata mu," Juii sudah menarik senjata dari dasboard mobilnya. Tanpa pikir panjang Jack mengeluarkan Senjata dari dalam saku jasnya. saat Jack menoleh kebelakang ada dua mobil yang mengikuti mobil Juii.
"Tunggu, apa mereka mengikuti ku sejak tadi?" tanya Jack.
"Ck.." pertanyaan yang terlontar dari mulut Jack, membuat Juii sangat kesal.
"iya, dan kau tidak menyadari itu, jika saja aku tidak datang kau pasti sudah jadi sandera mereka." dengusnya.
"sepertinya kau begitu mencintai ku ya, Sampai kau mengikuti aku terus," ucap Jack dengan percaya diri, Juii hanya berdecih kesal.
Dari dulu pria ini tidak pernah berubah, bahkan setelah hampir tiga tahun lamanya tidak bertemu dia masih saja sangat percaya diri. Juii
"Diam lah Jack, dan lumpuhkan mereka, kita harus ke markas sekarang juga," Juii melirik Jack, lalu meleparkan senjatanya pada Jack, "habisi mereka." teriak Juii, dengan spontan mengerem.
Saat dua mobil itu melewati mobil Juii yang mendadak berhenti,
Doorr
Doorr
Doorr
Tembakan beruntun Jack luncurkan, tepat sasaran, dua orang berjas hitam dalam mobil pertama berhasil dilumpuhan. sedangkan satu mobil lainnya harus terhenti karena ban mobil mereka pecah tertembus peluru.
"Good Boy..." senyum smirk tercetak di wajah Juii. Dan dengan kecepatan tinggi Juii mengendarai mobilnya menuju markas utama.
.
__ADS_1
Merkas Utama The RedDelta...
Juii yang baru saja tiba dimarkas langsung masuk kedalam tanpa menghiraukan Jack yang terus saja menggoda dirinya.
"Juii....! Kau?"
"bagaimana kau bisa bersama dengan Jack?"
"aku menolongnya tadi, saat dia diikuti orang-orang The BlackDelta," jawab Juii santai.
"Tapi kenapa kau kemari lagi, aku kan sudah bilang pada mu, selesaikan pendidikan mu dan bekerja lah seperti orang normal," Juii menatap lawan bicaranya dengan sangat kesal.
"Ck! Joe, aku kesini hanya ingin membantu," kesal Juii.
"hei! Joe kenapa kau disini, kenapa tidak di rumah sakit?" tanya Jack penuh selidik.
"itu karena kau lambat,jadi aku sampai lebih dulu," ketus Joe.
"kami tidak butuh bantuan mu, Juii," Joe menjawab pertanyaan Juii dengan wajah yang berubah sangat merah menahan amarahnya.
Joe bertekad tidak ingin adik satu-satunya ini ikut terlibat dalam dunia hitam seperti dirinya.
"kalian yakin? sudah beberapa hari ini saja kalian masih belum bisa menemukan menantu dan cucu tuan," Juii menatap Joe dengan ekspresi meledeknya.
Deg
Kalimat Juii sukses membuat Joe, Jack dan semua tim The RedDelta diam seketika.
Joe menatap Jack dan semua orang-orangnya dengan tatapan membunuh.
"Aku hanya ingin membalas budi baik tuan besar pada kita Joe," lanjut Juii dengan wajah sedikit memelas.
"kau yakin ingin membantu?" Juii mengangguk mantap.
"Bukan karena disini ada..." Joe melirik Jack dengan sinis.
"tidak!" tegas Juii.
"Jika aku mau, aku bisa menemui Jack kapan pun aku mau, tidak perlu disini yang tentu saja ada kau,"
"apa salahnya jika ada aku disini Joe," tanya Jack pura-pura.
"Diam kau sialan," ketus Joe.
__ADS_1
"aku tidak Sudi adikku berdekatan dengan pria seperti dirimu."
"Juii memang selalu senang ada didekat ku Joe, apa kau lupa dulu..." belum selesai ia bicara Joe sudah memotong kalimatnya.
"diam kau brengs*k, kerjakan tugas mu sekarang." bentak Joe dengan penuh amarah, lalu meninggalkan Jack dengan penuh amarah.
Jika dia bukan orang kepercayaan tuan besar, sudah aku habisi dia sejak dulu. gumam Joe.
Jika dia itu bukan kakak Juii, sudah aku patahkan lehernya itu. Jack
Sedangkan Juii sudah duduk menatap laptopnya. Wajah cantiknya fokus pada setiap petunjuk yang ditemukan oleh orang-orang The RedDelta.
Memutar berkali-kali rekaman cctv sebelum nona mudanya hilang.
" apa hanya ini rekaman cctv yang kalian dapat?" tanya Juii pada anak buah Jack yang duduk tidak jauh darinya.
"ia nona, hanya itu,"
"Adakah cctv di villa bagian belakang?"
" ada nona, tapi cctv belakang villa itu mati,"
" kau yakin?"
"aku yakin nona,"
"baiklah," Juii mengangguk lalu mengotak-atik laptopnya.
Cukup lama Juii terus menatap laptopnya tanpa peduli orang-orang The RedDelta yang hilir mudik didepannya.
Jack yang duduk tidak jauh dari Juii, terus saja mencuri pandang.
Kau semakin cantik saja, Ju. Dan masih selalu membuat hati ku berdebar. Jack.
"jangan terus menatap ku Jack, jika Joe tahu habis kau," ujar Juii, tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.
Jack hanya tersenyum dan menggelengkan kepala mendengar kalimat Juii.
Dia selalu saja tahu jika aku diam-diam memperhatikan semua gerakannya.
Juii terlihat menyipitkan matanya, lalu tersenyum smirk.
Kau selalu cerdik, Ju..
__ADS_1
Bersambung....