
Merasa sangat kesal dengan tingkah Rizal, Dery beranjak meninggalkan Rizal dengan langkah secepat kilat.
Suami ku memang sudah gila. gerutunya kesal.
Rizal pun tak kalah cepat melangkah menyusul sang istri yang terlihat sangat kesal padanya.
Sudah didalam kamar...
Rizal berbaring di samping Dery setelah mengunci pintu. "sayang, mau aku pijiti? " godanya sambil memeluk erat Dery dari belakang.
"kamu sungguh membuat aku malu kak, " menyingkirkan tangan Rizal yang melingkar diperutnya.
"apanya yang memalukan sayang, aku hanya mencium mu apa salahnya, " semakin mengeratkan pelukan.
"masalahnya kamu mencium ku didepan banyak orang, " membalikan tubuh menghadap Rizal. "apa yang akan mereka pikirkan nanti "
Lagi-lagi Rizal mengecup lembut bibir Dery, "jangan pikirkan mereka sayang, istirahatlah kamu pasti lelah, " Dery hanya mengangguk pelan di dekapan Rizal. Dia memang sangat lelah, sejak tadi berdiri menyambut tamu-tamu yang datang.
Rizal mengusap punggung sang istri, sesekali mengecup pucuk kepala Dery.
Diluar kamar...
Masih riuh dengan tamu dan keluarga yang sibuk dengan perbincangan masing-masing.
Begitu pula dengan Rendy dan Fia yang terlihat semakin akrab.
__ADS_1
Namun keakraban mereka membuat seseorang merasa kesal.
Joe..
Entah mengapa melihat Rendy dan Fia semakin akrab, membuatnya kesal dan tidak rela.
Joe melangkah mendekati meja Fia "boleh aku ikut bergabung? " tanpa menunggu jawaban, ia langsung duduk berhadapan dengan Rendy yang terkejut dengan kehadiran Joe.
"tidak boleh pun kau tetap akan duduk kan, " sungut Rendy.
"tentu saja," acuh Joe.
"Fia, apa pria ini mengganggu mu? " sambung Joe.
"tidak Joe, Rendy tidak mengganggu ku, dia sangat baik dan teman bicara yang baik. " jawaban Fia membuat Joe berdecih, sedangkan Rendy tersenyum samar meremehkan Joe.
"Joe kenapa kau tidak bergabung dengan mereka? " Rendy melirik meja dimana Jack dan Juii berada. "kau tidak takut adik mu tergoda dengan rayuan Jack? "
Joe yang melihat arah mata Rendy, mendelik kesal. Bagaimana ia tak memperhatikan Juii yang tengah berbincang dengan Jack tidak jauh darinya sekarang.
beraninya mereka.
Joe langsung bangkit dari duduknya dengan kasar, sampai membuat kursi yang tadi diduduki jatuh.
Melangkah cepat, menarik tangan Juii dengan amarah tertahan, "Sudah berkali-kali aku peringatkan Ju, jangan terlalu dekat dengan pria ini, " cerocos Joe tanpa memperhatikan sekelilingnya.
__ADS_1
"Joe, kau ini kenapa? " Juii menghempaskan tangan Joe kesal. "aku sedang membicarakan pekerjaan dengan Jack, kau pikir kami sedang berkencan. " dengusnya.
"kau memalukan Joe, " mata Jack mengisyaratkan agar Joe melihat sekelilingnya.
cih...
Decih Joe tidak peduli. "kau pergilah dari sini, sebelum aku menyeret mu menjauh dari adik ku. "
Yang diperingatkan hanya tersungging meremehkan.
"jika Juii saja tidak keberatan aku berada disini kenapa kau marah, "
"Jack" Joe menggeram melihat Jack yang tak bergeming dengan peringatannya.
Rendy yang merasa menang, memilih menarik Fia pergi menjauh dari tempat acara. Sedangkan Joe duduk diantara Jack dan Juii.
Jack, tentu saja tak memperdulikan keberadaan Joe yang memasang wajah mengintimidasi.
Jika itu orang lain, melihat wajah Joe ketika marah mereka pasti sudah akan merinding takut, tapi bagi Jack dan Juii wajah Joe saat marah nampak menggemaskan.
Meski Jack dan Juii benar-benar hanya membicarakan pekerjaan, tapi tak membuat Joe meninggalkan mereka.
*Bersambung....
Setelah sekian lama gak update karena keadaan, akhirnya othor bisa update lagi.
__ADS_1
Semoga gak ada kendala lagi biar othor bisa update tiap hari ya readers...
selamat membaca, sehat dan bahagia selalu kalian semua 😘*