Janda Judes

Janda Judes
58 Menyusun Rencana (end)


__ADS_3

Bagai disambar petir,


Rizal dibuat tercengang, tidak percaya siapa yang dia lihat,


"apa kau terkejut tuan? selama ini aku setia pada mu kan, lalu kenapa kau mengkhianati ku, hmm?" menarik Dery lebih dekat dengan Rizal.


"Marco!! dasar baj****n beraninya kau!!" Rizal terlihat sangat marah. Begitu tahu ternyata pengkhianatnya adalah Marco.


Daniel memeluk Marco bangga, "bagus juga kerja mu, bro" meletakkan pisau di pinggang dan senjata api tepat dipelipis Dery.


"hai nona, apa sudah puas bermain-mainnya, hmm?" menarik Dery dalam dekapannya.


"jangan berani menyentuh dia Daniel" teriak Rizal, saat akan melangkah maju, Daniel justru menggoreskan pisau di lengan Dery.


Dery hanya menutup mata menahan perih.


"maju lah jika kau ingin wanita ini mati sekarang"


"kau tangguh juga ternyata, kau bisa menghabisi 12 pengawal ku dalam waktu singkat dan berhasil kabur, apa kakak ku sendiri yang melatih mu?" melihat Dery dan Rizal bergantian.


"jadi Daniel ini adik kak Rizal, tapi kenapa dia membenci kakaknya sendiri" batin Dery


"sudah basa-basi nya, boleh kah aku yang bicara sekarang bos?" Marco membuka suara.


"tentu kawan" meninju lengan Marco pelan, dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


"tuan Rizal yang terhormat, seharusnya dari awal aku tahu jika kau bukan sahabat ku" mata Marco menatap tajam Rizal.


"kau menyembunyikan istri ku bahkan memalsukan kematiannya"


"dia bukan lagi istri mu, kalian sudah bercerai. Dan alasan kenapa aku melindunginya adalah karena laki-laki bejat dan kasar seperti mu tidak pantas menjadi suaminya." Rizal sudah menodongkan senjata api tepat di kepala Marco.


"woo bahkan kau sudah mengurus perceraian ku tanpa sepengetahuan ku juga tuan?" suaranya menggelegar.


"apa tidak ada wanita lain, hingga kau mencintai istri ku?" sinis Marco.


"seharusnya aku tidak pernah membantu mu membujuk Dery agar mau menikah dengan mu.


Sudah aku bilang kan, jika kau berani menyakitinya aku tidak akan tinggal diam" Marco dan Rizal masih saling menodongkan senjata, saat Joe dan Zyan datang.


Mereka yang melihat Marco pun sangat terkejut, pengkhianat yang selama ini mereka cari adalah orang yang sangat dipercaya Rizal, orang yang selalu Rizal bantu dan lindungi.


Joe dan Zyan mengangguk, langsung melesatkan tembakan kearah pengawal Daniel.


Sudah tidak lagi terhitung berapa tembakan yang meluncur,


dalam sekejap anak buah Daniel sudah habis ditangan Joe, Zyan dan pengawal Rizal.


"jika kalian maju satu langkah saja, akan aku pastikan wanita ini mati" teriak Daniel yang sudah tersudut.


Marco mendekati Daniel, "jangan berbuat nekat, kau sudah berjanji pada ku, Dery akan kembali pada ku hidup-hidup!!" Marco menarik Dery dalam pelukannya, dan masih menodong senjata kearah Rizal.

__ADS_1


Dorr,


satu tembakan Joe melesat mengenai lengan


Daniel, hingga senjata yang di pegang Daniel terlempar cukup jauh.


"menyerah lah kalian, jika tidak kepala kalian pasti akan berlubang karena senjata ku" ancam Joe.


Merasa tidak bisa lagi bergerak Daniel menusukkan pisau mengenai pinggang Dery,


Craasshh "aaakkhhh" pekik Dery


"Deryy...." teriak Rizal berlari mendekati Dery yang berada dalam dekapan Marco.


"nona..." Joe berlari menendang Daniel melumpuhkan.


Dorr satu tembakan Zyan meluncur kearah Marco, "aahh brengs*k" Marco tersungkur berhasil dilumpuhkan Zyan.


Air mata Rizal menetes, melihat Dery yang penuh luka dan darah. Mengangkat tubuh kecil Dery yang tak sadarkan diri keluar dari tempat itu,


"kalian urus mereka semua, bawa dua baj***n itu ke markas kita, jangan biarkan mereka lolos. Akan aku pastikan mereka mati dengan tangan ku sendiri." perintah Rizal sambil bergegas membawa Dery kerumah sakit.


"Baik tuan" Zyan dan Joe bersamaan.


"Jika aku bisa, aku rela menggantikan rasa sakit mu. Aku mohon bertahanlah, aku ingin lebih lama bersama mu selalu melihat tawa bahagia mu" Sepanjang jalan menuju rumah sakit, Rizal terus memeluk Dery, menghapus darah di wajah Dery dengan bajunya. Tidak henti-hentinya berdoa. Membisikkan kata-kata penyemangat untuk Dery.

__ADS_1


*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear ❤🙏 jangan lupa like komen dan vote ya ❤❤


__ADS_2