
Dery PoV
Satu Minggu setelah kepulangan ku dari Surabaya,
ibu memutuskan mengadakan acara syukuran kecil-kecilan.
Selain karena kepulangan ku, serta ingin memperkenalkan Marco sebagai suami ku, juga karena setelah ini aku akan tinggal dengan Marco.
Dihati kecilku, masih ada rasa tidak rela jika aku ini sudah menjadi istri Marco,
jika mengingat apa yang sudah Marco lakukan pada ku saat itu hati ku masih sangat sakit.
Jika pengantin baru yang lain masih dalam masa-masa bahagia, itu tidak berlaku untuk ku.
Marco memang terlihat jauh lebih baik, tapi entah kenapa aku merasa Marco tidak benar-benar mencintai ku,
terlebih selama aku menjadi istrinya tidak pernah sekalipun dia bercerita tentang keluarganya dan bagaimana dia.
Aku hanya tahu Marco yang ada dihadapan ku, t
idak tahu bagaimana dia diluar sana tidak tahu siapa ayah dan ibunya tidak tahu apakah dia memiliki saudara, aneh bukan? suami ku sendiri tidak terbuka pada ku.
Banyak rahasia yang dia sembunyikan.
****
Acara syukuran dimulai,
semua sudah berkumpul dirumah, tetangga, keluarga, sahabat ku serta keluarganya.
Tapi Marco baru datang setelah setengah jam acara berlangsung.
__ADS_1
Dengan penampilan yang sedikit berantakan.
"kamu dari mana saja mas seminggu ini?" tanya ku pada Marco yang baru saja duduk disamping ku.
"aku banyak kerjaan dikantor, Rizal lagi di Singapore." jelasnya sambil mengelus punggung tangan ku, aku tidak berniat melanjutkan pertanyaan.
Tanpa sengaja aku melihat pandangan kak Reno yang begitu tajam tertuju pada Marco, "kak Reno kenapa ngeliatin Marco kayak gitu sih. apa mereka pernah bertemu sebelumnya?" batin ku heran.
Selama acara Marco terlihat sangat manis dan baik, membuat banyak orang menyukai sikapnya. Terlebih dia begitu menghormati ayah dan ibu.
Hingga acara selesai aku masih terus memperhatikan kak Reno yang seperti tidak menyukai Marco.
Ada apa antara mereka sebenarnya, membuat aku sangat penasaran.
Akhirnya aku mendekati kak Reno,
"hai kak, apa kakak baik-baik saja?" tanya ku basa-basi.
"hai der, aku baik kok. apa kamu baik-baik saja. apa kamu bahagia?" pertanyaan kak Reno menohok hati ku.
"ah gak apa der, hmm apa aku boleh bicara dengan suami mu?" aku hanya mengangguk, "apa kalian pernah saling mengenal kak?" kak Reno hanya tersenyum, memandang kepergian kak Reno dengan tanda tanya besar di kepala ku.
****
Saat aku ingin memanggil Marco karena tamu sudah akan pulang, tanpa sengaja aku mendengar percakapan kak Reno dan Marco di halaman belakang.
"Marco Attalah, apa kabar?" suara kak Reno terdengar sinis.
"Reno Sanjaya, gak nyangka gue bakal ketemu Lo disini." santai Marco.
"gue lebih gak nyangka Dery mau nikah sama laki-laki brengsek kayak Lo!" terdengar jelas kak Reno menahan suaranya. "apa lagi kelicikan yang Lo lakuin, haah!!! Sampai Dery mau menikah sama baj****n macam Lo?" kak Reno sudah tidak bisa mengontrol suaranya.
__ADS_1
"hei santai bro, Dery bukan siapa-siapa Lo kenapa lo semarah ini?" ucapan Marco semakin membuat emosi kak Reno tidak bisa ditahan lagi.
Bruk, Marco tersungkur karena pukulan keras dari kak Reno, aku yang ingin melerai ditarik Roby dan Ikbal.
"ssttt lebih baik kita diam disini," bisik Roby menutup mulut ku, air mata ku menetes tanpa permisi, bukan, bukan karena Marco dipukul kak Reno, tapi karena mengingat kejadian itu.
Terdengar Marco tertawa padahal bibirnya sudah berdarah karena pukulan kak Reno.
"kenapa lo marah? mau pukul gue silahkan, gue gak takut." tantang Marco.
"Lo mau pukul gue sepuasnya, gak bakal ngerubah kenyataan kalau Dery udah jadi punya gue," lanjutnya
"Lo tau Ren, setelah banyaknya rencana gue yang gagal, akhirnya malam itu gue dapetin Dery,
yaah walau dengan keadaan dia yang gak sadar, tapi gue puas, sangat puas.
hmm dia itu memang wanita terbaik yang gue kenal, sangat menyenangkan, suara seksinya sampai sekarang masih terngiang ditelinga gue." tawa Marco begitu menyakitkan dihatiku.
Mendengar semua kata-kata Marco hati ku benar-benar hancur, dia memang tidak mencintai ku dia hanya menjadikan ku permainan.
"jadi bener Lo nikahin Dery dengan kelicikan Lo? laki-laki kayak Lo gak pantes jadi suami Dery." pukulan keras melayang ke perut Marco, sebelum kak Reno meninggalkan Marco.
Aku masih bisa mendengar Marco tertawa dengan bangganya.
Rasanya seperti Marco mencabik-cabik kehormatan ku lagi. Aku malu, marah, kecewa apa yang Marco janjikan sebelum menikah nyatanya hanya sekedar janji,
dia tidak benar-benar berubah, dia tidak benar-benar mencintai ku.
Didepan kak Reno, dia memamerkan jika dengan kelicikannya, dia bisa menikahi ku, itu yang dia banggakan?
Ikbal dan Roby yang ikut mendengar pertengkaran kak Reno dan Marco terlihat begitu tercengang.
__ADS_1
Kenyataan yang coba ku sembunyikan, justru terungkap dengan sangat memalukan.
*cerita ini hanya fiktif* maaf jika masih ada kesalahan, semoga kalian suka ya dear 🙏🙏❤❤ jangan lupa like dan komen.