
Dirumah Utama Rizal
"Haahh Brengs*k!!! Kenapa semua ini bisa terjadi!!!" Rizal menendang meja didepannya. "Bagaimana keadaan mereka semua, Zy?"
"Mereka semua telah diobati tuan, Tapi kita kehilangan sepuluh pengawal" Zyan tertunduk "Apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan nona, Tuan?"
Joe yang baru saja tiba, hanya tertunduk tidak berani menatap mata Rizal yang seakan ingin menerkam musuh. "Maafkan saya tuan, saya tidak bisa melindungi nona dengan baik" menunduk dalam.
"Sudahlah Joe, ini bukan salah mu. Sebaiknya kita menyusun rencana untuk menyelamatkan Dery." menarik nafas berat.
"adakah petunjuk atau apapun yang bisa membantu kita menemukan dimana Dery dibawa Daniel?" Rizal tampak mengurut pangkal hidungnya.
"Tuan, ada pesan dari musuh" Zyan menyerahkan ponsel yang berisi video kiriman dari Daniel.
"Berikan, aku ingin tahu mereka menginginkan apa." Dengan scepat Rizal menyambar ponsel Zyan.
Seketika wajah Rizal merah padam menahan amarah.
"haahh dasar bedeb*h, beraninya!!!"
"Joe, persiapkan semua pengawal yang paling handal, kita berperang sekarang" mengepalkan tangan menahan emosi.
"tapi tuan kemana kita mencari mereka, kami belum berhasil melacak keberadaan nona," Zyan masih berkutat dengan laptopnya.
__ADS_1
"jika dugaan ku tidak salah kita akan menemukan mereka disana" bergerak cepat menuju mobil.
"tunggu tuan, ada petunjuk, tapi aku tidak yakin nona ada disana, aku khawatir jika ini hanya petunjuk palsu" Zyan menunjukkan hasil Penyelidikannya.
"begini saja, kau dan Joe menuju petunjuk yang kau temukan, aku akan menuju tempat dimana Daniel berada. siapapun yang menemukan dimana Dery, selamatkan dia lindungi dia. Dan segera saling menghubungi." mantap Rizal
"tapi tuan, apa tuan yakin?" Joe ragu-ragu,
Rizal hanya mengangguk mantap.
****
Ditempat lain,
"heii tuan, perut ku sakit apa aku tidak boleh ketoilet sebentar, heeii siapapun kalian tolong bukakan pintu." terus menggedor-gedor pintu.
Brak pintu dibuka dengan kasar. "apa kau tidak bisa diam haah?" dua orang pria masuk dengan wajah kesal.
"aku hanya ingin ketoilet saja, apa tidak boleh? setidaknya jika aku harus mati ditangan kalian, aku tidak perlu kesakitan karena menahan buang air kan?" Dery pura-pura takut.
"jika tidak boleh tidak apa, aku akan buang air disini, pergi lah, huuss huss," melambaikan tangan.
"ck dasar wanita, menyusahkan saja" berdecak kesal "kalian antarkan wanita ini, awasi dia jangan sampai berani kabur" memerintahkan dua pria lainnya.
__ADS_1
"baik bos" menarik Dery kearah toilet.
"yes, akhirnya rencana ku berjalan lancar, saat ada kesempatan nanti aku pastikan kalian akan menyesal telah berani menculik ku" Senyum samar tercetak dibibir Dery.
Saat berada di toilet,
Dery sedang mempersiapkan dirinya untuk melawan dua pria yang mengawasinya. Untungnya dimana Dery disekap, ada peralatan pertanian bekas yang bisa dia manfaatkan.
Melihat hanya satu pria didepan pintu, membuat Dery dengan mudah menumbangkannya.
Craasss satu tusukan pisau sukses menjadi pencabut nyawa pria itu.
"sebelum menyekap seseorang, seharusnya kalian periksa dulu tempatnya. jika begini, seperti senjata makan tuan kan, dasar pria egois" menarik pria itu masuk ke dalam toilet.
"kira-kira masih ada berapa orang lagi didalam sana" Dery mengawasi setiap sudut ruang yang dia lewati. Setiap pintu yang dia lewati dijaga 2 pengawal, dengan tekat dan keberanian Dery berhasil mengalahkan mereka satu persatu.
"akhirnya aku bisa keluar dari tempat terkutuk itu, sekarang aku harus mencari desa terdekat. Setidaknya akan lebih sulit menemukan ku jika aku bisa bersembunyi disalah satu rumah penduduk," Dery berlari secepat yang dia mampu,
lelah dan rasa sakit tidak lagi dia rasakan, yang ada dalam pikirannya hanya ingin pergi sejauh mungkin dari tempatnya disekap.
Terus melangkah tanpa tujuan, tidak tahu dimana sekarang dia berada,
yang dia lihat hanya pepohonan besar yang cukup lebat. Sudah sangat lelah, tubuhnya benar-benar seperti mati rasa, memilih berlindung dibawah pohon besar dengan akar yang bisa dia gunakan untuk bersembunyi.
__ADS_1
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear 🙏❤❤ makasih buat dukungan kalian, love u all salam sayang dari author ❤❤