
Satu persatu keluarga dan sahabat Dery sudah datang, melihat keadaan Dery yang sudah membuka mata semua orang tersenyum bahagia.
"nak Rizal apa Dery baru saja bangun?" Pak Rahmat mendekati Rizal yang tidak melepaskan genggaman tangannya.
"iya yah," Rizal mengangguk, senyumnya mengembang.
"terima kasih nak, kau berhasil membawa Dery kembali pada kita," pak Rahmat menepuk-nepuk pundak Rizal.
Pak Rahmat sangat bahagia, Rizal pantas menjadi suami putrinya. Ketulusan dan kasih sayangnya selalu mampu membuat Dery kuat.
"ayah bangga pada mu, setelah Dery sembuh ayah pastikan akan melamarnya untuk mu," Tuan Rahadi mengusap pucuk kepala Rizal bangga.
Dery menatap semua yang ada disana dengan senyum tipis, meski belum mampu berkata-kata Dery sudah lebih baik saat ini.
Rizal adalah orang pertama yang dilihatnya saat membuka mata, meski hatinya masih merasa kesal dan marah pada Rizal tapi dia tidak mungkin marah pada Rizal didepan semua orang.
Semua yang ada disana merasa bahagia, Dery sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa, tanpa selang dan kabel medis ditubuhnya lagi, Rizal terus mendampingi Dery.
"istirahatlah nona, kamu harus banyak istirahat agar kau lebih cepat pulih," Rizal mengusap pipi Dery lembut. Membuatnya merasa nyaman, tidak lama Dery sudah terlelap. Rizal mengecup lembut pipi Dery, "aku mencintaimu, sangat mencintai mu Dery," bisiknya.
tok..tok..tok
Reno berjalan mendekat, spontan Rizal menaruh telunjuknya didepan bibir, mengisyaratkan agar Reno tidak berisik.
__ADS_1
"apa Dery baru saja terlelap tuan?" Reno memelankan suara dan langkahnya agar tidak membuat Dery terbangun.
"iya," angguk Rizal.
"syukurlah," Reno mengusap lembut punggung tangan Dery. "Terima kasih sudah menjaga Dery selama ini tuan, kau yang pertama dilihat Dery saat dia membuka matanya." Reno menatap Rizal.
"sudah seharusnya kan aku menjaganya, aku sudah sangat bersalah pada Dery, membuatnya sangat terluka hingga dia berubah." Rizal tertunduk, mengakui kesalahannya.
"aku memang tidak tahu apa yang terjadi pada kalian, tapi aku yakin itu hanya kesalahpahaman saja," Reno memahami apa yang Rizal rasakan.
"lebih baik tuan istirahat dulu, aku dan ayah akan menjaga Dery disini, selama Dery disini tuan tidak sekalipun pulang, dan waktu istirahat mu sangat kurang," Reno mencoba membujuk Rizal, merasa kasian karena Rizal terlihat sangat lelah.
"tap..tapi aku tidak ingin meninggalkannya lagi Ren," tidak rela jika harus berjauhan dari Dery.
"Dery akan baik-baik saja tuan, bukan kah kesehatan mu juga penting? jika kau sakit siapa yang akan menjaga Dery?" akhirnya Rizal menuruti saran Reno. Berjalan keluar ruang rawat dengan ketidakrelaan.
"apa kau akan pulang tuan?" tanya Ilham, Rizal hanya mengangguk. "baguslah, kau juga butuh istirahat, sekarang ini kau sangat berantakan tuan," Ilham terkekeh menatap Rizal yang seperti kehilangan wibawa nya.
"diam kau," Rizal menggeram kesal.
"ampun bos," Ilham mudur dua langkah.
"kau mau apa kemari?"
__ADS_1
"nona ini pasien ku jadi aku wajib memeriksa nya kan?" santai Ilham, meski berulang kali Rizal memperingatkan jika Dery tidak boleh disentuh dokter pria tapi Ilham masih saja suka memancing kemarahan Rizal.
"..." Rizal menatap tajam Ilham, dengan wajah yang sangat mengerikan.
"tidak aku hanya bercanda, jangan posesif seperti itu," nyali Ilham menciut melihat perubahan wajah Rizal. Reno yang melihat perselisihan Rizal dan Ilham hanya tersenyum.
"aku hanya ingin memberi tahukan, kalau dua atau tiga hari lagi nona sudah boleh pulang, perkembangan kesehatan nona sudah sangat baik." Ilham masih bergidik menatap Rizal.
"syukurlah, terimakasih sudah bekerja dengan baik untuk Dery," Rizal memeluk Ilham.
"tapi ingat, jangan sentuh Dery, saat aku tidak ada disini." bisik Rizal.
Ilham langsung mendorong Rizal menjauh, "jangan memeluk ku lagi, aku tidak ingin berpelukan dengan jomblo akut seperti diri mu," Reno spontan langsung tertawa melihat Ilham meremehkan tuan Rizal yang terkenal kejam ini.
Sedang Rizal menggeram marah, wajahnya bahkan sudah sangat memerah. "apa kau ingin mati, hah," mendelik menatap Ilham.
Ilham bergegas meninggalkan ruangan itu tanpa menjawab ancaman Rizal.
ck,dasar tuan muda kejam, masa bulan madu ku saja harus ditunda. dia malah mengancam ku sekarang. apa dia tidak tau jika aku sedang berbahagia dengan istri tercinta ku, dia ini mengganggu saja.
ish bagaimana dia tau, menikah saja belum.
menepuk jidatnya sendiri sambil berjalan secepat mungkin menjauh dari Rizal.
__ADS_1
bersambung....
bantu like komen dan vote yuk dear ❤🙏 biar author makin semangat up