Janda Judes

Janda Judes
Kesempatan Untuk Marco


__ADS_3

Rumah Keluarga Arandra


Mobil yang ditumpangi Dery dan juga Rizal telah tiba di halaman rumah utama.


Rizal bergegas turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk sang istri.


Daniel dan Marco yang melihat betapa perhatiannya Rizal hanya tersenyum senang.


Seandainya dulu aku tidak menyia-nyiakan wanita sebaik diri mu Dery, mungkin sekarang aku lah yang akan bahagia atas kehamilan mu. gumam Marco dalam hati.


Dengan perlahan Rizal mendorong kursi roda Dery masuk ke dalam rumah, Ramon terus menggenggam erat tangan sang ibu penuh kasih sayang.


"kalian sudah pulang.." suara tuan Rahadi menggema di dalam ruang keluarga saat mereka baru saja tiba.


"ayah.." Dery tersenyum hangat. Rizal mendorong kursi roda sang istri agar lebih dekat dengan sang ayah. Sedangkan Ramon sudah menghambur memeluk tuan Rahadi.


"kakek, sangat merindukan mu sayang.." bisik tuan Rahadi pada Ramon.


Ramon semakin mengeratkan pelukannya.


"aku juga sangat merindukan kakek," Ramon mencium pipi sang kakek bertubi. "kenapa lama sekali perginya kek,"


"maaf sayang, kakek membawakan banyak mainan untuk mu," kini tuan Rahadi duduk sambil terus memeluk Ramon dalam pangkuannya. "kalian dari mana?"


"dari rumah sakit yah, kakak ipar tiba-tiba mengalami apa tadi namanya kak," seloroh Daniel tanpa rasa bersalah.


"diam kau sialan, itu semua gara-gara kebodohan mu," sentak Rizal, membuat nyali Daniel menciut.


"sebenarnya ini ada apa," tuan Rahadi menatap Dery, Rizal dan Daniel bergantian, lalu tatapan terhenti pada wajah Marco yang penuh dengan lebam. "kau kenapa Co?" tanya tuan Rahadi penasaran.


Marco yang ditanya hanya menunduk tidak berani menjawab.

__ADS_1


Rizal melirik tajam pada sang adik yang sama sekali tidak merasa bersalah karena telah menganiaya Marco.


"itu hasil perbuatan anak manja ini yah," tuan Rahadi hanya melirik Daniel saat Rizal terus menatap tajam putra bungsunya itu.


"ayah tahu, karena kebodohannya, istri ku sampai shock dan mengalami kontraksi tadi," Tuan Rahadi tampak terkejut mendengar penuturan Rizal.


Bug


Daniel meringis saat sebuah buku tebal melayang mengenai kepalanya.


Tuan Rahadi menatap tajam Daniel yang masih mengusap-usap kepalanya.


"ayah...apa salah ku," Daniel mencibikkan bibirnya. "itu salahnya," menunjuk Marco yang masih setia berdiri disamping Rizal duduk. "kenapa dia harus kembali kemari dan menemui kakak ipar, aku kira dia mau menculik kakak ipar lagi," jelasnya menggebu.


"ayah yang menyuruhnya kemari," suara taun Rahadi sedikit meninggi. "jika kamu bisa diberi satu kesempatan lagi, kenapa Marco tidak,"


"mana aku tahu jika ayah dan kakak sudah memaafkannya," dengan santainya Daniel menjawab ucapan sang ayah.


"jangan lagi melakukan hal-hal yang akan membuat menantu ayah terluka atau tersakiti," Daniel hanya mengangguk.


"tidak..." Dery menggeleng.


"lihat kakak ipar tidak marah pada ku,"


"tapi kamu harus meminta maaf pada Marco, Dan," sambung Dery, membuat Daniel melengos kesal.


jika bukan permintaan kakak ipar aku tidak akan mau meminta maaf pada pria ini. gumam Daniel pelan.


Dengan malas Daniel mengulurkan tangan, "sorry.." ucapnya.


Setelah Marco menerima uluran tangannya Daniel menarik tangannya cepat lalu menjatuhkan diri disofa.

__ADS_1


Taun Rahadi, Rizal dan juga Dery hanya berdecak kesal dengan kelakuan Daniel.


Sore Itu semua orang menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga, tidak terkecuali Marco.


Dia kembali mendapatkan kepercayaan dari tuan Rahadi dan juga Rizal.


Pria yang dulu telah menghancurkan kehidupan Dery itu, bertekad tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang telah ia perbuat dulu.


Kepercayaan yang tuan Rahadi dan juga Rizal tidak akan dia sia-siakan lagi.


.


Ditempat lain...


Jenny masih sibuk menyusun rencana untuk bisa membebaskan tawanan yang berada diruang rahasia markas kedua pimpinannya.


Entah ada berapa tawanan yang ada di sana, tapi yang dia tahu mereka para tawanan itu, akan sangat berarti bagi keluarga yang dia sayangi.


Jika saja ada yang mau mendukung langkahnya, maka semua ini akan terasa lebih mudah bagi Jenny, tapi sayang keputusannya untuk terjun ke club mafia terbesar kedua ini tanpa ada yang tahu dan mendukungnya.


Jenny melakukannya sendiri dan tanpa sepengetahuan keluarganya.


Semua dia lakukan hanya untuk mengembalikan kebahagiaan yang hilang bertahun-tahun lalu.


bersambung ...


Mon maap ya readers kesayangan...aku baru bisa up hari ini, beberapa hari othor lagi gak enak badan, bawaannya males ngapa-ngapain....


pengennya tidur terus...


maap yaak kalo upnya dikit, doain othor biar cepet sehat, biar bisa up rutin lagi ❤🙏😘😘

__ADS_1


jangan lupa like, komenya yaakk


vote juga boleh 😀😇


__ADS_2