Janda Judes

Janda Judes
25


__ADS_3

Semakin hari


Marco semakin menunjukkan jika dirinya mengagumi Dery.


Sejak pemecatan Cellena, Marco memang tidak lagi bermain-main dengan wanita dikantor barunya, dia lebih menjaga sikap, yang biasanya dia genit pada setiap wanita kini dia lebih menjaga wibawanya,


tentu saja agar Dery kembali simpati padanya, dan tidak lagi menjaga jarak.


****


Tiga bulan sudah Dery dan Marco berada di Surabaya, rutinitas Dery hanya itu-itu saja setiap hari bekerja dan kembali ke apartemen.


Hari Minggu pun hanya dihabiskan di dalam apartemen.


Berbeda dengan Marco yang selalu mencari hiburan diluar, setelah tengah malam dia keluar untuk pergi ke bar atau club malam.


Bersenang-senang dengan banyak wanita setiap harinya.


Jiwa penjelajah nya tak pernah berubah. Bahkan Marco bisa berhubungan dengan wanita yang baru saja dikenal beberapa jam.


Perasaan kepada Dery itu cinta atau hanya sebatas obsesi saja, dia pun tidak dapat membedakannya.


Setiap malam berganti wanita tapi yang ada dalam bayangannya adalah Dery, yang disebut saat menuntaskan hasratnya pun nama Dery.


****


Pagi ini lagi-lagi Marco terbangun di kamar hotel, kepalanya masih pening karena efek minuman yang belum sepenuhnya hilang.


"masih jam 6 ternyata" melihat ponselnya diatas nakas.

__ADS_1


Saat ingin turun dari tempat tidur, tangan Marco ditarik oleh wanita yang tadi malam menemani nya.


"heeii sayang kamu mau kemana?" suara sexy wanita itu sambil mengelus milik Marco. Marco tersenyum smirk.


"apa kau masih ingin menikmati ini lagi sayang, hmm" Marco menindih wanitanya.


Tanpa basa-basi Marco langsung melancarkan aksi nya.


Membuat wanitanya tak berdaya, terkulai lemas karena kelelahan.


Olahraga pagi yang menyenangkan bagi Marco, hampir dua jam dia begelut diatas ranjang tidak peduli jika nanti dia terlambat masuk kantor, dia hanya ingin menuntaskan pekerjaan nya pagi ini.


Dengan wajah puas dan bangga Marco bersiap meninggalkan wanitanya yang masih terlelap kelelahan.


"terima kasih sayang, kamu sungguh menyenangkan. tapi aku harap kita tidak akan bertemu lagi" mencium kasar bibir wanita itu. sebelum benar-benar pergi


****


_dery, keruangan saya sekarang _ perintah Marco tegas.


_baik pak_ singkat Dery


Diruangannya, Marco yang sedang duduk di sofa, masih sibuk memikirkan bagaimana dia bisa mendapatkan Dery seutuhnya. Sampai ketukan pintu mengalihkan perhatiannya.


"yaa silahkan duduk der," menunjuk sofa disebelahnya


"ada apa bapak memanggil saya?" Dery yang baru saja duduk.


"Pak Rizal memerintahkan saya untuk mewakilkannya meeting di Bali besok siang," pandangan nya fokus pada Dery yang semakin hari semakin cantik.

__ADS_1


"lalu apa yang harus saya siapkan pak?" jawab Dery


"tidak ada" santai Marco


"..." Dery hanya bingung


"kamu hanya perlu menyiapkan perlengkapan kamu, karena kamu harus ikut" lanjutnya


"tap..tapi pak saya.." gugup Dery, ingin menolak tapi takut.


"kamu gak perlu takut, ada dua orang lagi yang ikut bersama kita. kita berangkat nanti malam" jelas Marco.


"baik pak siap" Dery bernafas lega.


"Oke, sekarang kembali ke ruangan mu" senyum Marco.


****


Malam tiba, Dery sudah bersiap berangkat ke bandara dikagetkan dengan Marco yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakang nya.


"bapak sedang apa disini?" sedikit menjauh.


"nungguin kamu lah" santai Marco, menarik koper Dery. "kita kebandara bareng, jangan buat saya terlambat karena kamu lama" melirik Dery


"baik pak" pasrah Dery mengikuti langkah marco.


Ketakutan Dery lenyap seketika, ternyata didalam mobil sudah ada dua orang staf yang Marco maksud.


"syukur deh ternyata Marco gak bohong, kalau gini kan dia gak mungkin macem-macem sama gue" batin Dery senang.

__ADS_1


*cerita ini hanya fiktif* maaf jika masih ada kesalahan, semoga kalian suka 🙏❤


__ADS_2