
Perjalanan melelahkan mereka, terbayar lunas saat sudah sampai ditempat tujuan.
Dery yang masih setia duduk diatas motornya menatap indahnya danau dihadapan nya.
bagus juga tempat ini, apa aku pindah kesini aja ya haha damai banget
"Ijah ngelamun aja lo, ayok masuk," teriak Lidia
"ok kak nanti aku masuk," Dery turun dari motornya bukannya masuk kerumah tapi memilih berjalan-jalan di pinggir danau.
Menghirup sejuknya udara, meskipun masih siang tapi udara disini sangat sejuk dengan hawa yang lebih dingin.
Dengerin musik enak nih,
Dery duduk diatas batu yang cukup besar dipinggir danau, mengeluarkan ponselnya mulai memutar playlist musik.
Lagu yang entah sejak kapan berada diplaylist ponselnya, tapi lagu itulah yang pertama kali dia dengar.
**Berapa kali
ku harus katakan cinta
berapa lama
ku harus menunggumu
Diujung gelisah ini aku
tak sedetikpun tak ingat kamu
namun dirimu masih begitu
acuhkanku tak mau tahu
(*)
Luka, luka, luka
yang kurasakan
bertubi, tubi, tubi
engkau berikan
cinta ku bertepuk sebelah tangan
__ADS_1
tapi aku balas senyum keindahan
Reff :
Bertahan satu cinta,
bertahan satu C.I.N.T.A
bertahan satu cinta,
bertahan satu C.I.N.T.A
Pernahkah engkau
sejenak mengingat aku,
pernahkah ingat
walau seperti angin berlalu
Disetiap malam kini aku
tak sedetikpun tak ingat kamu
namun dirimu masih begitu
Sampai tidak terasa air matanya mengalir deras, terasa lagi sakitnya. Dery tersenyum tapi dengan air mata yang tak hentinya mengalir.
"kenapa menangis der," lamunan Dery dikagetkan oleh suara berat Ikbal. "lagunya bagus ya," Ikbal duduk di samping Dery.
"haha aku terbawa suasana bal," menghapus air matanya, tersenyum hangat.
"apa yang membuat mu terluka, hmm?" Ikbal menghapus air mata diujung mata Dery.
"aku tidak terluka bal, aku hanya terharu mendengar lagu ini itu aja," Dery tidak berani menatap mata Ikbal.
kau pikir aku bisa kamu bohongi der, aku mengenal mu sangat baik. Tidak ada lagu yang bisa membuat mu berurai air mata seperti ini. Aku tahu ada yang coba kamu sembunyikan dari aku kan.
Ikbal merengkuh tubuh kecil Dery, menyalurkan rasa nyaman. Mengusap lembut punggung Dery.
"jika hati mu terluka, menangis lah lepaskan segala beban mu, jangan ditahan kamu harus melepaskan beban yang ada didada mu, kamu juga manusia biasa der,"
Mendengar kata-kata Ikbal membuat Dery semakin terisak, selama ini dia hanya menyimpan sendiri luka dihatinya. Menyimpan cinta dan kekecewaan yang teramat sangat.
A**pa Rizal menyakiti mu der? aku tidak pernah melihat mu serapuh ini. Perubahan mu membuktikan jika kamu sedang sangat terluka. Apa aku sudah tidak lagi berarti dihidup mu, hingga tidak sekalipun mau membagi luka yang kamu rasakan.
__ADS_1
Cukup lama Dery terisak di pelukan Ikbal. Sampai dia benar-benar menghapus air matanya, lalu berdiri menatap Ikbal dengan bibir manyun.
"apa kau puas melihat aku menangis?" menatap Ikbal kesal.
"yaa aku cukup puas, kapan lagi melihat seorang janda yang biasanya sangat judes jadi cengeng begini," sengaja memancing agar Dery semakin kesal.
Ikbal memang menyukai Dery jika sedang kesal, wajahnya akan berubah menggemaskan baginya.
"kok jadi bawa-bawa status sih," mencubit lengan berotot Ikbal.
"iishhh sakit jah sumpah," mengusap bekas cubitan Dery. "aku suka kamu yang seperti ini, menggemaskan," bisik Ikbal lalu berlari menuju villa.
"apa kau bilang?" teriak Dery berusaha mengejar Ikbal yang sudah lebih dulu masuk kedalam villa.
Reno berdehem pelan, saat Ikbal dan Dery sedang duduk di sofa ruang keluarga.
"sepertinya kalian bahagia ya,"
"eh kak Reno, yah begitulah kak, akhirnya aku bisa melihat bibir manyun Jaju satu ini," Ikbal mengalungkan lengannya pada pundak Dery.
"Jaju apa?" Dery melirik kesal.
"Jaju? apa itu bal?" Reno sudah duduk didepan mereka.
"Janda Judes kak," Ikbal langsung memegangi tangan dery agar tidak lagi mencubit atau memukul dirinya.
Sedangkan Reno tertawa mendengar istilah yang diucapkan Ikbal.
"jangan bawa-bawa status dong," Dery berhasil menarik tangan Ikbal, sampai Ikbal jatuh tepat di atas tubuh Dery.
"heii jangan kotori mata suci ku ini dengan berbuat mesum disini," ucap Roby menyilangkan tangan didada.
"Ikbal, Lo berat banget sih, keberatan dosa ya," mendorong tubuh Ikbal menjauh, "siapa juga yang mesum, Lo kira gue apaan, tuh temen Lo ngatain gue janda judes," Dery mendengus kesal.
"baiklah, aku minta maaf ya, jangan marah lagi dan jangan judes lagi, nanti cantiknya ilang." Ikbal berjongkok menyandarkan kepalanya dipangkuan Dery.
"kok udah kayak anak minta ampun sama emaknya sih," Iwan terkekeh melihat kelakuan Ikbal.
"gue kutuk Lo jadi kodok, dasar anak durhaka," Dery mengusap kepala Ikbal, dengan mata memincing.
"jadi pangeran kodok dong gue," pura-pura sedih memanyunkan bibirnya.
Apa yang Ikbal lakukan sukses membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa bahagia.
Setidaknya kamu sedikit melupakan rasa sakit dihati mu der, melihatmu rapuh membuat hati ku sakit, dan melihat mu tersenyum seperti ini membuat ku semakin bahagia. Meski hati mu bukan untuk ku setidaknya aku bisa melindungi mu.
__ADS_1
Bersambung.....
Bantu like komen dan vote yuk dear ❤🙏😘 lov u 😘