Janda Judes

Janda Judes
29 Kehancuran Dimulai


__ADS_3

Hari kedua di Bali.


Rencana yang Marco susun berjalan dengan lancar,


Dia dapat memenangkan tender dengan bantuan materi yang dibuat Dery.


Dia hanya tinggal menjalankan rencana agar Dery bisa menjadi miliknya.


Dengan bangga Marco menghubungi Rizal untuk melaporkan semua hasil pekerjaannya.


Rizal yang merasa bahagia perusahaannya dapat memenangkan tender bernilai milyaran memberikan Marco dan timnya bonus yang besar dan juga liburan gratis di Bali selama tiga hari.


Dery juga bahagia bisa mendapatkan bonus besar, tapi untuk liburan selama tiga hari disini Dery merasa tidak berminat.


Dia hanya ingin segera kembali ke Surabaya, entah mengapa rasanya dia sangat ingin pulang, mungkin karena di Surabaya ketiga sahabatnya sudah menunggu kepulangan nya, Dery memang tidak tahu jika mereka ada di Surabaya.


Lamunan Dery dikagetkan dengan suara keras Marco.


"kita kan hari ini lagi bahagia, gimana kalau kita rayakan kemenangan ini?" Marco mulai melancarkan rencana keduanya.


"cocok tuh pak, tapi kita mau kemana?" tanya Rama yang menyetujui usul Marco.


"didekat sini ada tempat party bagus, gimana kalau kita kesana saja, lagi pula disana ada tempat karaoke juga jadi gak perlu pindah-pindah kan kalau bosen." usul Marco yang langsung diangguki oleh Rama dan Ayu.


"Ok kita berangkat sekarang" Marco menarik Dery yang dari tadi tidak menanggapi usulnya, Marco tahu jika Dery tidak ingin berlama-lama di Bali.


****


Di Bar XXX Marco sudah memesan ruang VVIP untuk mereka berpesta, saat mereka masuk sudah disediakan berbagai macam jenis minuman dengan suara musik yang begitu keras,


Ayu dan Rama yang sudah terbiasa langsung bisa berbaur dengan orang-orang yang menari,


berbeda dengan Dery yang begitu canggung merasa tidak nyaman.


"kamu baru pertama kali ya dateng ketempat seperti ini?" tanya marco sudah meneguk minuman ditangannya.

__ADS_1


"ii..iyaa pak" jawab Dery gugup


Marco hanya tersenyum samar.


"ayo minum der, dikit aja liat ayu sama Rama aja bisa kenapa kamu gak, ini enak kok" paksa Marco menyodorkan minuman ke mulut Dery.


Dengan terpaksa dery menelan minuman itu.


Sudah tiga gelas Marco memaksa Dery minum, Dery merasa jika kepalanya agak berat.


"Pak kepala saya pusing" menyandarkan kepala disofa bar.


"santai aja bentar lagi juga terbiasa, aku tinggal bentar ya der" Marco meninggalkan Dery, berjalan menemui salah satu pelayan.


Marco kembali dengan membawa segelas minuman untuk Dery, "ini der minum, habis minum ini pasti lebih enak rasanya" memaksa Dery lagi untuk menghabiskan minuman di gelasnya.


"uumm ini gak enak pak" Dery hampir memuntahkan minuman itu, tapi terus dipaksa Marco untuk menghabiskan.


Lima belas menit berlalu,


Marco melihat Dery setengah sadar. Marco menghampiri Rama dan Ayu yang masih asyik menari.


"siap pak" kompak Rama dan Ayu.


Marco menuntun Dery menuju kamar yang sudah dia pesan sebelumnya,


sepanjang perjalanan menuju kamar Dery terus saja meracau, membuat Marco tersenyum senang.


Saat Marco menidurkan Dery diranjang Dery menarik tangan Marco,


"Pak jangan pergi, aku takut sendirian" oceh nya.


"jangan panggil pak ya der, panggil sayang aja mau gak?" Marco sengaja menggoda Dery.


"bapak genit" mendorong Marco menjauh.

__ADS_1


Saat Marco berada di kamar mandi, Dery merasa sangat kepanasan dan tidak nyaman, merasakan ada yang aneh pada dirinya.


Tanpa sadar dia memeluk Marco dari belakang yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggang.


Mendapat pelukan tak terduga dari Dery, Marco tahu jika itu efek obat yang sengaja dia masukan.


"akhirnya, setelah ini kamu akan jadi milik ku Dery, tidak akan ada penolakan." Marco tersenyum bangga, hari ini dia memenangkan dua tantangan sekaligus.


"Ada apa der" Marco membalikan badan.


"Pak sa..saya tidak tahu apa yang terjadi, tap..tapi saya ingin memeluk bapak" ucap Dery tanpa sadar memeluk Marco lebih erat.


"Peluklah semau mu der" membalas pelukan Dery.


Melihat Dery semakin tidak bisa mengontrol dirinya, Marco mulai membuka satu persatu kain yang dipakai Dery,


mencium aroma tubuh Dery, meraba setiap lekuk tubuh nya. Memancing agar Dery meminta nya melakukan yang lebih dari itu.


Mendapat sentuhan dari Marco Dery semakin tidak karuan,


"Pak sa..saya ingin...." ucapan Dery terpotong saat Marco kembali memaksanya minum lagi. Sambil terus melepas sisa pakaian Dery dan memberi sentuhan kepada Dery. Marco mengikat kedua tangan Dery ke sisi ranjang, dan menciumi setiap lekuk tubuhnya.


Menyuntikan obat ketubuh Dery hingga membuat Dery semakin menggila,


Dery tidak sadar dengan apa yang dia lakukan, Dery terang-terangan meminta marco melakukan lebih.


Tapi Marco dengan sengaja hanya menggoda Dery,


ingin membuat Dery memohon padanya untuk memenuhi apa yang Dery inginkan.


Setelah puas bermain-main, dan membuat Dery memohon padanya.


Akhirnya Marco benar-benar menghancurkan Dery, membuat Dery tanpa sadar menyerahkan mahkota yang dia jaga selama ini.


Marco dengan bangganya terus melancarkan aksinya dengan puas sebelum Dery sadar dari efek obat yang dia berikan.

__ADS_1


Malam itu menjadi malam terburuk bagi Dery, malam dimana kehidupan berubah, awal dimana dia kehilangan segalanya karena keegoisan dan obsesi Marco.


*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka maaf jika masih ada kesalahan 🙏🙏❤❤ jangan lupa like dan komen ya dear.


__ADS_2