Janda Judes

Janda Judes
Jack yang Ceroboh


__ADS_3

Dorr...


Dorr...


Dorr...


Suara tembakan memekakkan telinga membuat suasana malam semakin terasa mencekam.


Sebuah mobil melaju cepat melewati jalanan pinggir hutan yang sangat sepi.


Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari, saat seorang pria tampan berusaha menghindar dari kejaran musuh-musuhnya.


Dengan wajah datar tanpa ekspresi Jack terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, dari arah belakang dua mobil hitam terus mengejar laju mobil Jack.


Sedikit pun tidak ada rasa takut dalam diri Jack, tapi otak warasnya masih bisa diajak bekerja sama.


Jika dia tidak pergi secepat mungkin maka habis sudah riwayatnya, mengingat dirinya kini hanya seorang diri.


Jack meraih ponselnya untuk menghubungi rekan satu timnya.


Jika saja dia tidak nekat, dengan mengintai markas lawan seorang diri, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi seperti ini.


Tapi bukan Jack namanya jika dia tidak berbuat nekat dan ceroboh.


Brakk


Mobil yang dikendarai Jack, ditabrak dari belakang.


"Sial!!" gerutu Jack. Dengan terpaksa dia mengeluarkan senjatanya.


Tapi belum sempat dia mengeluarkan tembakan, lagi-lagi mobilnya tertabrak dan hingga terperosok masuk kedalam hutan.


Tanpa pikir panjang Jack melompat dari dalam mobilnya dan berlari masuk kedalam hutan, sebelum orang-orang yang mengejarnya berhasil menangkap dirinya.

__ADS_1


Dorr


Tembakan musuh melesat mengenai lengan Jack, tapi tidak cukup mampu melumpuhkan pria gagah itu.


Merasakan darah mengalir dari lengannya, Jack mempercepat langkahnya menghindari musuh.


Cukup jauh Jack berlari masuk kedalam hutan, hingga tangannya ditarik seseorang.


"emm...mmpphh" sekuat tenaga jack berontak, mencoba melepaskan diri karena mulutnya dibekap orang yang tidak dia kenal.


"ssttt...diamlah, jika kau tidak ingin mati disini," bisik orang yang membekap mulut Jack.


Jack diam mendengar suara orang dibelakangnya.


Merasa Jack tidak lagi berontak orang itu melepaskan tangannya yang membekap mulut pria tampan ini.


"kau duduk diam disini, dan jangan banyak bergerak. aku akan menghalau mereka," orang dengan Hoodie hitam itu meninggalkan Jack yang masih mematung ditempatnya.


Siapa dia? dia mau menolongku? batin Jack heran.


"apa yang kalian cari disini?" suara orang yang tadi menarik Jack.


"kami mencari seorang pria yang menyusup ke markas, apa kau tidak lihat dia melewati daerah sini?" jawab seorang pria dengan suara berat.


"jika aku melihatnya, sudah pasti ku pecahkan kepalanya," tegas orang berhoodie hitam. "kalian harusnya tidak mencari kesini, cari ketempat lain. Sekarang!" bentaknya.


Mendengar perintah orang itu, dengan derap langkah cepat orang-orang yang mengejar Jack tadi pergi kearah lain.


Tidak lama orang dengan Hoodie hitam kembali menghampiri Jack yang masih terduduk memegangi lengannya yang terus mengeluarkan darah.


"apa itu sakit?" tanyanya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"kau harus bersembunyi setidaknya sampai pagi, baru aku akan mengantar mu ke rumah sakit," ucapnya tegas.

__ADS_1


Jack hanya diam menatap heran pada orang yabg duduk didepannya. Jika orang-orang yang mengejarnya mengenali orang ini, apa dia juga termasuk kelompok musuhnya.


"kenapa kau menolong ku?" tanya Jack dengan tatapan tajam.


"kau mengenal mereka bukan? berarti kau juga satu tim dengan mereka." sambungnya.


"jangan banyak bertanya, aku hanya tidak ingin orang seperti mu mati konyol di wilayah ku." sarkasnya melirik Jack meremehkan.


Cih


Jack berdecih kesal mendengar jawaban orang dihadapannya ini.


"apa ini strategi mu untuk mengalahkan ku?"


"kenapa kau ini cerewet sekali, hmm?" Jack meringis saat orang itu meremas luka tembak di lengannya.


"aarrghhh"


"dengar Jack, kau terlalu ceroboh datang kesini seorang diri, ini terlalu jauh dari markas utama mu, dan kau tahu kau masuk ke kandang macan tanpa membawa pasukan satu orang pun." orang itu mengikat luka Jack yang terus mengeluarkan darah.


"kau selalu ceroboh dalam segala hal Jack, semoga ini bisa membantu menghentikan pendarahannya sampai besok pagi,"


Jack diam saat mendapatkan perlakuan yang baik dari musuhnya. Dia tidak tahu siapa orang yang ada dihadapannya tapi orang ini sangat mengetahui tentang dirinya.


"apa aku mengenal mu?" tanya Jack lirih,sambil terus menatap intens orang dihadapannya, meski dalam kegelapan.


"kau akan tahu semuanya nanti, sekarang diam lah disini aku akan menjemputmu besok pagi, jangan pergi kemana-mana jika kau masih ingin hidup dan membalas Budi pada bos mu," selorohnya sebelum meninggalkan Jack di bawah pohon besar, tempat ia menyembunyikan Jack.


Sebenernya siapa orang itu? gumam Jack.


bersambung....


maaf banget ya beberapa hari ini othor gak up, 🙏

__ADS_1


othor usahain sebisa mungkin up tiap hari ❤😘 jangan lupa like komen yaak, vote juga boleh 😇🙏


__ADS_2