Janda Judes

Janda Judes
Kebahagiaan Baru


__ADS_3

Rumah Keluarga Arandra.


Semua orang telah kembali pada aktivitas masing-masing, Dery yang sudah kembali pada keluarganya, kini sedang menikmati sore bersama kedua orang tua dan adik-adiknya di taman belakang rumah Rizal Arandra.


"aku sungguh merindukan ayah dan ibu," entah sudah berapa kali Dery mengungkapkan rasa rindunya pada kedua orang tuanya.


"kakak tahu tidak aku kira kak Rizal menikah lagi," seloroh Dena yang tiba-tiba duduk tepat ditengah antara Dery dan sang ayah. "waktu itu saat aku menelepon kak Rizal, dia bilang sedang melakukan persiapan pernikahan, tapi tiba-tiba sambungan teleponnya diputuskan secara sepihak oleh kakak ipar," gerutu Dena.


"oh...jadi kamu biang keroknya ya," Rizal yang sudah datang tanpa disadari semua orang langsung menjewer telinga Dena gemas.


"kau tahu, saat pertemuan aku menemukan kakak mu, dia sangat marah padaku, karena mengira aku sudah menikah lagi,"


"aaiihhh...." Dena meringis kesakitan, "kak sakiiit tau...salah kakak sendiri kenapa menutup telepon ku," dengus Dena, sambil mengusap-usap telinganya yang memerah.


"itu karena ponsel ku jatuh dari ujung tangga lantai atas Dena," Rizal mendelik kesal.


Semua orang yang ada di sana hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Dena dan Rizal.


"kak, bagaimana keadaan Daniel dan kak Rendy?" tanya Dery mengalihkan pembicaraan.


Rizal kini duduk memeluk Dery dengan erat, "Ck...kenapa malah mengkhawatirkan pria lain, sayang,"


"apa kau cemburu dengan adik mu sendiri?" Dery melirik kesal pada Rizal.


"yah tentu saja, Daniel itu kan juga seorang pria," Rizal mencolek dagu Dery gemas. "apa lagi pria dingin itu, aku tidak suka padanya,"


"dasar bucin," seru Dena, Dika, ayah dan ibu bersamaan, membuat Dery terkikik geli, dan Rizal malah mengeratkan pelukannya.


"pria dingin itu punya nama kak, Rendy namanya Rendy, dia itu sudah sangat baik pada ku, lalu apa salahnya aku mengkhawatirkan dia," Dery mengusap pipi Rizal dengan kasih sayang.


"tetap saja, aku tidak suka," kini Rizal meletakkan tangannya pada perut Dery yang masih rata. "jangan bahas pria lain," sambungnya.


"baiklah," cuek Dery.


"apa dia menginginkan sesuatu sayang?" tanya Rizal yang terus mengusap perut rata istrinya.


Dery yang baru akan menjawab pertanyaan Rizal saat melihat Dena menunjuk-nunjuk pohon rambutan yang sedang berbuah sangat lebat.


Mengerti dengan apa yang dimaksud Dena, Dery pun tersenyum penuh arti.


"kak, dia ingin itu..." ucap Dery dengan suara manja sambil menunjuk pohon rambutan yang lumayan tinggi.


Rizal tersenyum, "hanya itu? baiklah..." Rizal bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"pengawal, ambilkan rambutan itu untuk nona muda kalian" titah Rizal pada dua pengawal yang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Ck.." Dery berdecih kesal.


"aku ingin kakak yang memetiknya untuk ku, bukan orang lain," tegas Dery sambil pura-pura marah.


"haahh" Rizal melotot mendengar permintaan istrinya, "apa kamu serius sayang?" tanya Rizal tidak percaya.


"tentu saja, kakak harus memanjat pohon itu dan memetikan buah rambutan untuk baby kita," Dery menakupkan kedua tangannya didepan dada sambil mengedipkan mata pada Rizal.


"ayo kak, cepat,"


"lakukan saja kak, jika tidak ingin baby kalian ileran," seloroh Dena.


Emang enak kita kerjain, dasar bucin. gumam Dena tersenyum puas.


Sedangkan ayah dan ibu Dery hanya menghela nafas panjang melihat kelakuan jail kedua putrinya.


Dika yang sedari tadi sibuk dengan ponsel hanya tersenyum-senyum menatap wajah kakak iparnya yang nampak kebingungan.


"apa kakak tidak bisa memanjat pohon?" tanya Dika.


Rizal hanya menggelengkan kepala.


"cobalah kak, memanjat pohon itu tidak sulit," sahut Dena,dia sudah tidak sabar melihat kakak iparnya yang terkenal dingin dan kejam ini memanjat pohon rambutan.


Dena bahkan sudah menyiapkan ponselnya sejak tadi untuk memotret Rizal saat sudah diatas pohon nanti.


Tiga puluh menit berlalu akhirnya Rizal berhasil memanjat pohon rambutan itu.


"buah yang mana kau ingin kan sayang?" teriak Rizal dari atas pohon.


"yang mana saja kak, asalkan sudah matang dan siap dimakan," sahut Dery tanpa mengalihkan pandangannya dari toples keripik didepannya.


Sedangkan Dena dan Dika sedang sibuk dengan ponsel masing-masing, mereka mengambil gambar kakak iparnya.


"yang banyak kak," seru Dena.


Lima belas menit kemudian, Rizal sudah turun dari atas pohon, dia membawa keranjang yang berisi buah rambutan yang cukup banyak.


"haahh... sungguh melelahkan," Rizal ambruk disamping istrinya, peluh membasahi seluruh wajah Rizal.


"kasian sekali suamiku ini," Dery mengusap keringat diwajah Rizal dengan lembut.

__ADS_1


"tidak masalah sayang, demi anak kita," Rizal mengusap perut Dery. "ini makanlah sepuasnya," ia menaruh keranjang dimeja.


Tapi Dery hanya meliriknya sekilas, lalu kembali mengambil toples berisi kripik.


"nanti saja kak, minta pelayan memasukkan beberapa kedalam kulkas, aku akan memakannya nanti saat sudah dingin," ucap Dery.


Sedangkan Dena dan Dika sudah meraih keranjang itu dengan semangat.


"ini untuk kakak, sisanya untuk kami," Dena menyisakan beberapa buah diatas meja, lalu meninggalkan taman secepat mungkin.


"Dena, Dika itu milik baby ku..."teriak Rizal kesal.


"kak, biarkan saja, aku sudah tidak ingin," sahut Dery dengan entengnya.


________🍁🍁🍁🍁_________


Dua hari berlalu...


Rendy yang sudah diijinkan pulang dari rumah sakit, diantarkan oleh Joe ke rumah Keluarga Arandra.


Pria tampan itu disambut hangat oleh seluruh keluarga, kecuali Rizal tentunya.


Meski Rizal sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan Rendy untuk istrinya, tapi dia masih tidak rela jika Dery terlalu dekat atau perhatian pada Rendy.


Sedangkan Daniel, sudah diijinkan pulang satu hari sebelum Rendy pulang.


Daniel memaksa untuk pulang karena sudah tidak sabar bertemu dengan Ramon putranya.


Kehangatan keluarga semakin terasa lengkap dirumah besar itu.


Kini selain memperketat pengamanan untuk seluruh orang yang tersayang keluarga Arandra.


Tugas mereka juga harus menemukan istri dari tuan Rahadi dan ibu kandung Rizal yaitu nyonya Risya.


Yang diyakini oleh Bu Ratih masih hidup.


Tugas berat menanti Rizal dan seluruh tim The RedDelta.


Bersambung....


jangan lupa like dan komennya yaa....


syukur2 berkenan vote karya othor 😁🙏

__ADS_1


buat readers yang udah selalu dukung, like komen dan vote karya othor 🙏🙏 othor ucapkan banyak terimakasih 😘❤❤


__ADS_2