
Takdir
Setiap manusia tidak akan tahu bagaimana takdirnya,
baik atau buruk, susah atau senang, satu menit ke depan apa yang akan dialami pun tak ada yg tahu.
Itu juga yang terjadi pada Dery,
dia tidak pernah tau apa yang akan terjadi padanya.
Yang ada dalam pikirannya hanya berbuat baik kepada setiap orang, menanggap semua orang yang baik didepannya juga baik dibelakangnya.
Perjalanannya ke Bali cukup melelahkan, setelah sampai villa, Dery ingin segera beristirahat. Mereka memang menginap di villa milik perusahaan berfasilitas lengkap dengan banyak kamar, jadi setiap orang memakai satu kamar, agar mereka lebih leluasa beraktivitas.
"ini villa yang akan kita pakai, kalian boleh pilih kamar masing-masing, aku dikamar atas," ucap Marco saat memasuki villa, langsung berjalan menuju lantai dua.
"baik pak" jawab Ayu dan Rama bersamaan.
"Der, Lo dilantai atas ya, dibawah kamarnya cuma dua" usul Rama, ayu sudah masuk disalah satu kamar.
"kenapa gak kamu aja sih mas?" tanya Dery kesal.
"aku males der naik turun tangga, udah sana itu kamarnya yang Deket sama teras,biar gak deket sama kamarnya pak Marco" menunjuk kamar lantai atas,
"iya deh" mengangguk berjalan menuju tangga.
****
__ADS_1
Pukul empat pagi Dery sudah bangun, setelah menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim, Dery berjalan keluar kamar mencari dimana letak dapur karena perutnya sudah merasa lapar.
"villa sebesar ini mana dapurnya?" batin Dery sambil berkeliling lantai bawah.
"Villa ini besar banget ya, apa semua karyawan kalau ada tugas ke Bali pasti nginep disini?, eeh ini dapurnya, wow gede banget nyaman lagi." Dery mengagumi setiap sudut villa.
"ada bahan makanan gak ya, laper banget." gerutunya, tanpa disadari ada yang memperhatikan setiap gerakan Dery.
Membuka kulkas, mengecek apa ada bahan makanan yang bisa dimasak. "gila ini kulkas apa minimarket kumplit amat yak isinya, masak apa ya enak nya, gimana kalo bikin sup ayam aja" sibuk memilih bahan makanan sambil terus bicara sendiri.
Hampir satu jam Dery berkutat didapur, akhirnya makanan sudah siap dimeja makan.
"belom ada yang bangun, aku mandi dulu deh, terus makan" meninggalkan dapur menuju kamarnya.
Marco yang sejak tadi mengawasi setiap kegiatan Dery, sangat mengagumi sikap Dery yangg begitu mandiri dan cekatan. "Dery emang wanita idaman, gue harus dapetin dia apapun caranya." Memikirkan cara agar Dery bisa menjadi miliknya.
****
Ternyata di meja makan sudah ada Ayu, Rama dan Marco, bersiap sarapan pagi.
"pagi der, baru bangun ya?" tanya ayu cengengesan
"haha iya mbak" Dery hanya tertawa canggung.
"yuk makan der, udah siap semua nih makanannya" lanjut ayu langsung mengambil makanan tanpa tahu semua itu masakan Dery.
"iyaa mbak silahkan" Dery tersenyum.
__ADS_1
"enak ya makanannya" Rama dan ayu memuji.
"iya lah enak, ini kan masakan Dery" ucapan Marco, membuat ayu tersedak kaget.
"ini kamu yang masak der, kamu pintar masak ya ternyata, enak lho." puji Rama mengedipkan mata sebelah.
"gak usah genit, kedip-kedip segala lagi" Marco tersulut emosi melihat Rama yg mencoba menggoda Dery.
"ampun pak, bercanda kok." Rama menggaruk kepala yang tak gatal.
"selesaikan makan, kita berangkat." ketus Marco
"baik pak" jawab mereka bersamaan.
****
Hari ini kegiatan mereka sangat padat. Rencana yang seharusnya tiga hari selesai diubah oleh Marco harus selesai secepat mungkin.
"ayu, saya minta majukan semua jadwal meeting. sebisa mungkin dua hari selesai." tegas Marco.
"Baik pak" singkat ayu
"tugas Dery apaan sih katanya sekertaris, tapi kenapa semua jadwal harus gue yang atur ulang, dia cuma ikut2 doang. apa pak Marco punya rencana lain ya?" batin ayu penasaran.
Hati Pertama di Bali, 60% tugas sudah diselesaikan, tinggal 40% lagi.
Setelah semua selesai Marco akan mengajak Dery ayu dan Rama berlibur.
__ADS_1
Jika semua rencana berjalan lancar, pulang dari Bali Dery pasti akan menjadi miliknya.
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear, jangan lupa like dan komen ya 🙏🙏❤❤