
Enam Hari berlalu....
Rizal sudah tiba di mansion Leonard. Ia melangkah dengan malas diikuti oleh empat orang kepercayaannya.
Semua pengawal dan pelayan yang berpapasan dengannya menunduk hormat. Tapi Rizal terus melangkah tanpa menghiraukan orang-orang disekitarnya.
Saat sudah tiba diruang keluarga, Rizal disambut hangat oleh pemilik rumah.
"hei, Zal..." Johnson Leonard merentangkan tangan, tapi Rizal hanya memeluknya sekilas.
"apa kamu tidak merindukan uncle Zal?"
"tidak!" ketus Rizal "Aku hanya merindukan istri dan anak ku," ucapnya tegas. Membuat semua orang yang ada di sana menyerngitkan kening.
"ayo lah Rizal, uncle kan sudah mengutus semua anak buah uncle untuk mencari istri dan anak mu, besok acara pernikahan Sam," Johnson menepuk-nepuk pundak keponakannya ini.
Sebenarnya ia juga tidak tega melihat Rizal yang nampak sangat tidak bersemangat.
"apa uncle boleh tahu wajah istri dan anak mu?" tanya Johnson.
"uncle minta saja pada mereka," jawabannya singkat, lalu menjatuhkan diri diatas sofa.
Sedangkan Johnson dan Velisia menatap foto Dery dan juga Ramon yang diberikan Juii.
Kenapa aku seperti pernah bertemu dengan wanita ini, tapi dimana ya... batin Velisia.
"istri mu sangat cantik Zal, bagaimana dia bisa hilang? apa dia dibawa kabur seorang pria?" Johnson sudah duduk di kursi kosong samping Rizal.
"iya, dia memang dibawa kabur pria lain, dan pria itu adalah Marco," jawab Rizal.
"apa?" Johnson dan Velisia terbelalak kaget. "Marco itu kan orang kepercayaan mu, bagaimana bisa dia..."
"Marco berkhianat, dan istri ku berhasil kabur dari Marco sebelum aku datang untuk menjemputnya," ucap Rizal,
"apa sama sekali tidak ada petunjuk tentang keberadaan istri mu?" kini Johnson sudah berada di mode sangat serius.
Rizal melirik Juii dan Joe mengisyaratkan agar mereka yang menjelaskan.
Joe yang sudah sangat paham pada bosnya ini langsung mengangguk.
"begini tuan, sebenarnya kami sempat menemukan keberadaan nona muda, tapi saat kami tiba di sana nona sudah pergi, dia ikut pindah dengan orang yang sudah menolong dirinya," Joe menjelaskan, lalu menunjukkan foto-foto yang didapat anak buahnya.
"lalu apa kalian masih belum bisa menemukan orang yang menyelamatkan nona muda kalian?" Johnson mengamati foto di layar laptop Joe.
Joe menggeleng, "belum tuan, kami tidak bisa menemukan petunjuk apapun di sana, kami juga tidak tahu bagaimana wajah orang yang menyelamatkan nona," dari suara Joe, terdengar penuh penyesalan.
Meski Rizal sudah memaafkan Joe, tapi rasa bersalah dalam hati Joe begitu menyiksanya.
Dia sudah sangat berusaha menemukan istri bos nya tapi jalan yang dia telusuri selalu buntu.
"tenanglah, aku akan pastikan istri mu akan segera ditemukan, anak buah ku akan mencarinya," Johnson menepuk pundak Rizal.
"sekarang istirahat lah, ayah mu akan tiba malam ini, dan besok pagi acara pernikahan diadakan di sini, sedangkan pesta diadakan malam hari di hotel," Rizal hanya mengangguk, ia bangkit dari duduknya berjalan gontai masuk kekamar lamanya disini.
.
Pagi menjelang...
__ADS_1
Mansion keluarga Leonard sudah sangat sibuk sejak pagi buta, tapi Rizal masih enggan keluar dari dalam kamar.
Tok...Tok...Tok..
Dengan malas Rizal berjalan menuju pintu.
Rizal membuka pintu dan melihat sepupunya sedang berdiri dengan gagah.
"ada apa?" tanya Rizal dengan ekspresi datar.
"kak, ayo lah ini hari pernikahan Sam," ucap Steve langsung menerobos masuk.
"Steve, keluar lah, aku ingin sendiri," ketus Rizal.
"Paman sudah menunggu kakak dibawah, dia yang meminta ku memanggil kakak,"
"Ck..." Rizal melirik Steve tajam.
"disini tidak ada orang yang peduli pada perasaan ku, kalian tahu kan aku sedang sedih karena istri dan anak ku belum ditemukan, tapi kenapa kalian malah meminta ku ikut berbahagia atas pernikahan Sam," dengan suara meninggi Rizal mencengkeram kerah kemeja Steve.
Suara Rizal bahkan terdengar sampai lantai bawah.
Membuat Sam, Tuan Rahadi dan Tuan Johnson berlari menuju kamar Rizal.
Saat sudah berada didalam kamar, mereka melihat wajah Steve yang sudah pias, dan Rizal menatap tajam padanya.
"Rizal..." suara Bariton sang ayah mengalihkan pandangannya.
"kenapa yah, kenapa kalian tega berbahagia saat aku sedang terpuruk, kalian tahu kan aku sangat bersedih karena istri ku belum ditemukan," baru kali ini Rizal berbicara keras pada sang ayah.
"istri mu adalah menantu ayah, dan Ramon adalah cucu ayah, apa kamu pikir ayah tidak bersedih? ayah sangat bersedih nak, tapi kita harus tenang, jangan berlarut-larut dalam kesedihan mu, simpan energi mu untuk mencari Dery nanti, sekarang ayo bersiap lah, acara pernikahan Sam akan segera dimulai." Rizal hanya mengangguk samar.
Apa yang dikatakan ayah nya memang benar, selama ini dia terlalu stres dan tertekan, membuatnya sulit menemukan petunjuk keberadaan istrinya.
Dery? sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana ya. gumam Sam.
.
Semua orang sudah berkumpul di ruang utama, termasuk Rizal yang duduk bersebelahan dengan sang ayah.
Menyaksikan Samuel mengucapkan ijab qobul membuat hati Rizal berdesir.
Rizal mengingat kembali saat dirinya mengikat Dery dalam ikatan pernikahan, dia mengucapkan ijab qobul dalam satu kali tarikan nafas, mengingat istrinya yang terlihat cantik dan anggun dalam balutan kebaya pengantin.
Membuat Rizal menitikkan air mata. Hatinya terasa begitu nyeri.
"kamu kuat Rizal," tuan rahadi menepuk pundak Rizal menguatkan.
Aku sangat merindukanmu sayang...
Dimana dirimu sekarang, bagaimana keadaan kalian, apa anak kita dalam rahim mu baik-baik saja. gumam Rizal.
Acara ijab qobul berjalan dengan lancar. Semua sudah kembali kedalam kamar masing-masing, termasuk Rizal.
.
Ditempat lain...
__ADS_1
Rendy sedang sibuk mengawasi persiapan acara resepsi bosnya nanti malam.
Dia memang tidak ikut menyaksikan langsung acara ijab qobul yang diadakan di mansion keluarga Leonard, dia lebih memilih berada di hotel demi kelancaran acara istimewa bagi bosnya ini.
Rendy benar-benar tidak ingin ada kesalahan walau hanya sedikit saja.
Dibantu oleh rekan satu profesi yang sangat Rendy benci, yaitu Vicky, ia mengecek setiap detail penunjang acara.
Saat sedang sibuk dengan pekerjaannya, mata Rendy yang tidak sengaja melihat pakaian pengantin menjadi ingat bahwa ia belum menyiapkan gaun untuk Dery.
Astaga, bagaimana aku bisa melupakan gaun Dery, gumam Rendy.
"Vic, kau urus ini sebentar, aku ada urusan penting," Rendy meninggalkan Vicky tanpa menunggu jawaban darinya.
"hei! kau mau kemana Rendy?" teriak Vicky dengan suara manja.
Rendy hanya melirik kesal pada Vicky. "dasar pisang lembek gila," dengus Rendy sambil terus melangkahkan kakinya.
Setelah melajukan mobilnya sekitar 15 menit, Rendy sudah sampai di sebuah butik ternama di kota S.
Dengan terburu-buru Rendy masuk dan menemui si pemilik butik, yang tidak lain adalah salah satu temannya.
"selamat datang tuan Rendy," seorang pelayan menyambut Rendy dengan sangat sopan.
"dimana bos mu?" tanya Rendy pada pelayan yang menyambutnya.
"bos sedang ada diluar negeri tuan, apa ada yang bisa saya bantu?"
"Ck! siapkan gaun pesta untuk wanita ini," Rendy menunjukkan foto Dery.
"baik tuan, akan saya pilihkan gaun terbaik untuk nona ini," Rendy hanya mengangguk samar, lalu duduk di sofa yang sudah disiapkan untuk tamu yang datang.
Tidak lama pelayan tadi datang dengan membawa beberapa gaun cantik.
Rendy memilih sendiri gaun untuk Dery.
Saat mata Rendy melihat gaun pesta berwarna putih tertutup dengan hiasan batu swarovski yang begitu mewah, Rendy langsung bisa membayangkan betapa cantiknya Dery saat menggunakan gaun itu.
"aku pilih gaun ini," tunjuk Rendy. "satu lagi, bisakah kau antar ke apartemen ku, sekaligus membawa makeup artis untuk merias seseorang?" tanya Rendy.
"tentu tuan, saya akan mengantarkan gaun ini dan akan aku pastikan kekasih tuan akan sangat cantik malam ini,"
"hmm.." Rendy mengangguk.
"kau bisa berangkat sekarang, acara akan dimulai pukul 7 malam, dan ini sudah jam 4, katakan padanya aku akan menjemputnya pukul 6 nanti, ah iya satu lagi, berikan dia sepatu yang nyaman, karena dia sedang hamil jangan sampai sepatu yang dia gunakan akan membahayakan dia nanti." jelas Rendy sebelum meninggalkan butik itu.
Sedangkan pelayan itu hanya melongo saat mendengar penjelasan Rendy.
Hamil?? apa tuan Rendy sudah menikah? batinnya.
Bersambung....
sabar ya dear, 😁 akan indah pada waktunya nanti kok, nikmatin dulu ya alurnya...
othor juga lagi sabar bangat inih, sabar mikir cerita selanjutnya gimana 😂😅....
biar othor semangat mikir, yok jangan pelit2 ninggalin jejak 🤘🙏💪😇
__ADS_1