Janda Judes

Janda Judes
82 Apa?


__ADS_3

Hari berganti...


Roby dan Iwan akhirnya mengetahui dari penjaga rumah ikbal, jika Ikbal sekeluarga pergi keluar negeri, setelah dua hari Dery berada dirumah sakit.


"pergi kenapa gak bilang-bilang dulu sih tu anak, mana perginya pas Dery lagi kayak gini lagi," Iwan terus saja menggerutu.


"mungkin lagi jenguk Oma nya, udahlah gak usah ngomel terus kita balik ke Rumah sakit sekarang."


Melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"rob, tumben ya tuan Rizal belum nongol? dulu aja dia sampe kayak orang gila kan, kenapa sekarang malah gak keliatan batang hidungnya."


"mana gue tau, Lo kira gue emaknya." melirik Iwan "Lo tanya aja noh sama asisten yang tampangnya udah kayak kulkas," cibir Roby.


"dingin dong,"


"emang, Lo kagak ngeri apa liat dua orang itu, mukanya datar banget," Roby bergidik.


ada ya orang kayak gitu, gak bisa senyum, gak ada ekspresi gitu mukanya. kira-kira dia makan apaan bisa begitu banget.


"eh rob Lo udah lama tau Dery ikut balap liar?" selidik Iwan.


"Udah sejak awal gue tahu, gue udah berulang kali ngelarang dia tapi Lo tau kan dia keras kepala banget sekarang." Roby membuang nafas kasar.


"emang ya tuh anak, serasa punya selusin nyawa kalik," geleng-geleng kepala.


.


Tiba dirumah sakit, hanya tinggal Joe, Zyan dan Reno yang masih duduk di depan ruang ICU.


Nampak jelas wajah tegang Reno.


"kak kenapa, kok tegang banget?" Roby duduk di samping Reno.


"Dery sempat gagal nafas lagi rob, ini udah yang ke tiga kalinya sejak Dery dirawat." mengusap kasar wajahnya. " mana Ikbal?"

__ADS_1


"Ikbal keluar negeri kak, pulang liburan kemarin, dia langsung cabut sama keluarganya." pundak Roby melorot, seperti kehilangan kekuatannya, begitu pula Iwan yang langsung terduduk.


"emak sama ayah?"


"mereka diantara pulang supir tuan Rizal, ibu terlihat sangat lelah," jelas Reno.


Huh, Reno membuang nafas, tidak tahu harus berbuat apa lagi. kondisi Dery masih sama saja. Ikbal, Rizal dua orang yang katanya mencintai Dery tidak bisa dihubungi. Reno awalnya berharap jika Ikbal atau Rizal datang dan menemui Dery, itu akan membuat kondisi Dery membaik.


.


California....


Ikbal sudah tiba dirumah Oma nya, masih belum membuka ponsel, karena terlalu lelah dia langsung istirahat.


Keesokan harinya....


Ikbal sedang menghadiri sebuah acara bersama sang ayah. Sebagai penerus perusahaan keluarga, Ikbal harus bisa menjadi pemimpin yang baik dan tegas.


Tanpa dia sadari acara itu juga dihadiri oleh Rizal, pria yang membuatnya harus bersaing mendapatkan Dery.


Ikbal? apa benar itu Ikbal? dia ada disini.


Rizal berusaha menghindar, tapi sayang Ikbal malah sudah menyadari kehadirannya di tempat itu.


"Tuan Rizal? itukah anda? Ikbal sudah berdiri dibelakangnya. Rizal tidak lagi bisa menghindari, mau tidak mau dia harus menghadapi suami Dery ini.


Rizal berbalik, menampilkan wajah datarnya, "tuan Ikbal, apa kabar?" menjabat tangan Ikbal. "senang bertemu anda disini,"


"ya seperti yang anda lihat, aku baik-baik saja, jadi selama ini anda berada di kota ini?" kalimat Ikbal seolah meremehkan Rizal.


"begitu lah, apa kau bekerja sambil berbulan madu?" Rizal sengaja menekan kalimatnya.


"bulan madu? hahaha apa kau sudah kehilangan akal tuan?" Ikbal tertawa mendengar kata bulan madu.


kenapa dia tertawa seperti itu? apa ada yang salah?

__ADS_1


"kenapa anda malah tertawa?" Rizal sudah sangat kesal.


"tentu saja aku tertawa," menggeleng kepala "hei tuan aku ini masih singgle belum menikah bagaimana aku bisa berbulan madu," terus saja tertawa hingga perutnya terasa kram.


"belum menikah?" Dengan wajah terkejut Rizal memberikan diri bertanya "bukankah kau sudah melamar Dery?"


melamar Dery, bagaimana dia tahu. apa mungkin Dery bercerita padanya?


"bagaimana kau tau? apa Dery bercerita pada mu?" senyum Ikbal lenyap seketika.


"tidak"


"lalu bagaimana kau tau?" menatap tajam Rizal.


"aku hanya menebak saja." santak Rizal. dia tidak mungkin bilang jika tau karena dia menguping saat Ikbal melamar Dery waktu itu kan.


Huh... "aku memang melamar Dery, tapi dia menolak ku." jujur Ikbal. "Dan itu gara-gara kau." menatap sinis.


"aku? kenapa aku? bukankah Dery juga mencintai mu?" wajah Rizal terlihat sangat bingung.


" ck, apa kau ini bodoh tuan," mendengus "kau ini benar-benar pria paling bodoh yang aku kenal, tentu saja Dery menolak ku, dia tidak mencintai ku tapi dia mencintai mu!!!" Ikbal pasti akan berteriak jika tidak sedang berada di acara seperti ini.


Deg


mencintai ku? tapi waktu itu Dery. Tunggu apa Ikbal sedang mempermainkan aku!


"jangan mencoba mempermainkan aku" Rizal meremas kerah baju Ikbal geram.


"apa kau kira aku sedang bercanda, jika bukan karena kau aku pasti sudah hidup bahagia dengan Dery." menarik kasar tangan Rizal. "lepaskan. Ingat ya tuan Rizal Arandra jangan pernah kau coba-coba sakiti Dery, jika itu terjadi aku tidak akan segan-segan merebutnya dari mu." selesai bicara Ikbal berlalu pergi.


Sedang Rizal masih mematung ditempatnya, mencerna setiap kata yang diucapkan Ikbal padanya.


apa selama ini aku sudah salah paham? apa Dery benar-benar menolak Ikbal waktu itu.


aargghh bodoh nya kau ini zal, kenapa kau tidak mencari tahu dulu sebelum menyimpulkan sesuatu.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2