
Brakk....
"Siapa yang berani mendahului rencana kita!!!" Teriak Sonya penuh amarah.
"maaf nyonya, kami terlambat, saat kami dan tim tiba disana bayi itu sudah menghilang," ucap seorang pria dengan tubuh tegap.
"lalu dimana Jenny?" sentaknya lagi.
"aku disini nyonya," sahut Jenny dari ambang pintu.
Pyaarr...
Sonya melemparkan botol minuman tepat didepan kaki Jenny.
"Bagaimana bisa kau gagal menjalankan perintah ku?" bentaknya penuh emosi.
"maaf nyonya, aku telah gagal." Jenny menunduk dalam. "tapi bukankah sama saja, kita atau orang lain yang menculik bayi itu, mereka akan tetap menderita? kita tidak perlu repot-repot menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk bayi itu?" sambung Jenny dengan senyum smirk.
"Diam kau!! cari bayi itu. Akan aku pastikan mereka semakin menderita jika bayi itu ada ditangan ku!" Dengan lantang Sonya memberikan perintah.
Permainan dimulai..... Jenny
__ADS_1
Jenny keluar ruangan dengan senyum yang tidak bisa diartikan.
Entah apa yang sedang ia rencanakan, hingga ia menyembunyikan Bayi mungil bernama Reyhan itu.
Jika di markas The BlackDelta gaduh karena mereka terlambat menculik baby R, lain hal nya dengan situasi di markas The RedDelta.
Joe yang baru saja mendapati jika semua cctv rumah sakit tidak berfungsi dalam malam penculikan baby R, merasa begitu frustasi, sampai satu petunjuk ia dapatkan memalui cctv luar rumah sakit.
"Tuan, seluruh cctv rumah sakit tidak berfungsi malam tadi," Joe membuka suara, belum sempat Rizal mengatakan sepatah katapun, Joe kembali melanjutkan kalimatnya.
"tapi entah pelaku sengaja meninggalkan jejak atau tidak, cctv bagian luar rumah sakit menunjukkan jika yang membawa baby R adalah seorang wanita, dia membawa baby R menggunakan taksi, saya sudah melacak nomer polisi taksi itu," pungkas Joe.
"kita cari sekarang," tegas Rizal langsung bakit dari duduknya.
"jika dia wanita biasa apa mungkin dia mampu melumpuhkan begitu banyak pengawal kita dalam hitungan menit?" sambungnya. "hanya orang-orang terlatih dan cerdik yang bisa melakukan ini semua,"
"tuan Daniel benar," Joe mengangguk mantap.
"tapi nomor polisi mobil itu benar milik seorang supir taksi, dan dia memberikan keterangan jika wanita itu turun di gang sempit yang letaknya dipinggir kota." Zyan yang baru saja tiba langsung menyahut pembicaraan.
Semua orang menoleh pada sumber suara, menatap Zyan.
__ADS_1
"aku sudah menyelidiki tempat itu tuan, tapi baby R tidak lagi ada disana." jelasnya.
"apa kau yakin Zy?" wajah Rizal semakin menegang mendengar penjelasan Zyan. "apa tidak ada petunjuk lagi tentang keberadaan wanita itu kemana dia membawa putra ku?"
Zyan menyerahkan selembar kertas pada Rizal, "hanya ini yang kami temukan.
Aku tahu bagaimana keahlian tim kalian, dan aku yakin kalian sudah bisa melacak tempat-tempat yang aku singgahi. Dengan surat ini, aku hanya ingin kalian tahu jika putra kalian baik-baik saja, dan jika kalian ingin putra kalian kembali maka temui aku di hutan kota S sore ini, aku pastikan kalian akan menyukai kejutan yang aku berikan.
Jenny...
Rizal meremas kertas dalam genggamannya, wajahnya memerah menahan amarah.
Joe dan Daniel yang juga ikut membaca surat itu begitu tercengang, siapa wanita itu, Jenny?
"kita berangkat sekarang, hubungi Sam kita butuh bantuannya." tegas Rizal.
"hutan kota S itu luas kak," sahut Daniel.
"kita akan menemukan petunjuk nanti, wanita ini bukan wanita sembarangan," sambung Rizal dengan terus melangkah keluar dari markas.
Jenny
__ADS_1
bersambung...