
R&D cafe,
Cafe yang didirikan Rizal khusus untuk Dery, selama Dery mengelola cafe itu,
Dery tidak mengetahui R&D itu apa, yang ada dalam pikirannya hanya mengembangkan cafe ini agar lebih maju lagi.
Diruang kerja pemilik cafe,
Rizal dan Dery sedang berbincang hangat.
Saling melempar candaan,
Rizal lelaki tampan dengan tubuh atletis, yang terkenal dengan kesan dingin, kejam dan tegas.
Dery wanita cantik yang terlihat judes, menyebalkan dan cuek.
Kesan itu tidak nampak saat mereka sedang bersama.
Hingga sore menjelang Dery dan Rizal masih asyik bercengkerama, kebahagiaan jelas terlihat di wajah Rizal. Melihat Dery bisa bangkit dari keterpurukan dan mulai menata hidup barunya.
Senyum yang terus mengembang saat bersamanya. Seakan dia tidak pernah hidup dalam rasa sakit dan kehancuran.
Rizal berhasil menarik Dery, dari jurang rasa sakit yang amat dalam.
Entah sejak kapan, hati Rizal selalu bergetar saat bersama Dery, melihat tawanya adalah kekuatan Rizal, melihat kesedihannya adalah kelemahan Rizal.
****
"kak sudah sore, ayo kita pulang," menunjuk jam dinding diruangannya.
__ADS_1
"ah iya, kita terlalu asyik mengobrol sampai lupa waktu," Rizal tersenyum, menggandeng Dery keluar.
"aku bukan nenek-nenek kak, kenapa harus digandeng," Dery terkikik geli. Terkadang merasa sikap Rizal terlalu berlebihan padanya.
Mendengar Dery meledeknya, Rizal langsung menggendong Dery ala bridal. "kalau tidak ingin digandeng, berarti kamu ingin digendong, hmm"
Karena kaget Dery menjerit "heeii pak tua turunkan aku, ini ditempat umum," memukul-mukul Rizal kesal.
Keakraban mereka membuat orang yang mengawasi mereka dari jauh, merasa sangat marah.
Berulang kali memukul kemudi, melampiaskan amarahnya.
Setelah menunggu begitu lama dia masih belum mendapatkan kesempatan untuk melancarkan rencananya.
Perjalanan pulang,
Dery yang sudah mengantuk, terus saja menguap.
"iya kak," mengucek matanya.
"jangan mengucek mata, jika mengantuk tidurlah." menakup wajah Dery dengan dua tangannya.
"huum" Dery mengangguk, tidak lama menyandarkan kepala Dery sudah terlelap. Dengan dengkuran halus dan nafas yang teratur.
Tidak henti-hentinya Rizal memandangi wajah Dery yang tertidur pulas. "Seharusnya dulu aku tidak membujuk mu untuk laki-laki bejat seperti Marco," Rizal terus saja merasa bersalah.
Meskipun berkali-kali Dery, mengatakan jika dia sudah melupakan itu semua.
"Joe apa ada hal yang mencurigakan?" Rizal membuka suara, ingin tahu apa ada yang mulai membahayakan Dery.
__ADS_1
"sejauh ini tidak ada tuan, semua masih baik-baik saja," jelas Joe yang duduk di samping kemudi.
"bagaimana dengan Marco? apa dia masih mengawasi rumah orang tua Dery?"
"iya tuan, dia masih mengawasi rumah nona, pekerjaannya dikantor tidak ada masalah tuan, rutinitasnya masih sama, dan tentu saja bersenang-senang dengan banyak wanita." mereka benar-benar tidak menyadari jika Dery sedang menjadi incaran orang yang tidak menyukai Rizal.
"Joe, besok aku akan ke Singapore, siapkan pesawat pribadi ku, dan jangan lengah sedikit pun. Jaga Dery untukku," perintah Rizal. Joe mengangguk sopan.
Sisa perjalanan menuju villa, Rizal terus menggenggam tangan Dery. Merasakan ketenangan saat Dery ada disisinya.
Terus mengagumi keindahan yang diciptakan Tuhan ini.
Jika wanita lain yang mendekati Rizal hanya untuk memanfaatkan kekayaannya, tapi tidak dengan Dery.
Awal Rizal membuka cafe R&D untuk Dery, karena Dery memaksa ingin bekerja untuk menghasilkan uang sendiri, tidak ingin merepotkan Rizal atau dianggap memanfaatkan Rizal.
Jika bukan karena Marco yang terus mencarinya, Dery mungkin sudah pergi dari sisi Rizal.
Karena itu juga Dery akhirnya mau mengelola cafe R&D dengan sistem bagi hasil,
meskipun Rizal memaksa tidak ingin bagi hasil, tapi Dery tetap tidak ingin dibantah.
Setiap bulannya tetap menyerahkan laporan serta hasil dari cafe,
yang terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Satu lagi kekaguman Rizal, Dery wanita pekerja keras, baru tiga bulan cafe berdiri tapi sudah banyak peningkatan. R&D cafe, yang bertanya apa itu R&D, hanya Rizal yang tahu jawabannya.
*cerita ini hanya fiktif*
__ADS_1
Haii dear makasih banget buat dukungan kalian ya, komen, like dan vote kalian jadi semangat author, 🙏❤❤ love you all