Janda Judes

Janda Judes
Tertangkap


__ADS_3

"Cukup Sonya!! katakan dimana cucu ku, kembalikan cucu ku sekarang juga." Tuan Rahadi menatap Sonya penuh permohonan. Ia tak mungkin berlama-lama membiarkan cucu nya dalam bahaya.


"Sudah aku katakan, aku bahkan belum melihat rupa cucu mu. Seyakin itu kau mengira aku yang menculiknya?" dengan acuh wanita itu melemparkan tatapan sinis pada Rahadi.


Perlahan Sonya mendekati meja lalu menekan tombol rahasia untuk meminta bantuan anak buahnya.


Tanpa ia sadari seluruh anak buahnya telah dilumpuhkan oleh Jenny.


"berhenti berpura-pura tidak tahu wanita iblis!!! " teriak Daniel dengan lantangnya, dengan menodongkan senjata.


Dengan cepat Tuan Rahadi menahan Daniel agar tak gegabah. "jangan lepaskan temabakan sekarang nak, posisi kita masih belum menguntungkan, baby R ada padanya." bisik tuan Rahadi sambil menurunkan senjata Daniel.


"Tapi ayah.. " belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, tuan Rahadi sudah lebih dulu menggeleng kan Kepala.


"Sonya, aku mohon padamu, kasihanilah cucu dan menantu ku, jangan pisahkan mereka. tolong, kembalikan cucu ku, Sonya, "


"Kau tak perlu memohon padanya tuan, " suara lantang Jenny memekakkan telinga, dari arah belakang tubuh Sonya.


Semua mata tertuju pada Jenny dan juga Marco yang baru saja memasuki ruangan itu.


Terkejut? tentu saja, semua orang terkejut dengan kedatangan wanita asing itu bersama Marco.


Terlebih, mereka yakin wanita itu adalah anak buah Sonya juga.


"Marco, kau!!" sentak Zyan dan Joe bersamaan, mereka tak habis pikir jika lagi-lagi Marco berkhianat.


Rizal dan Tuan Rahadi pun tak kalah terkejutnya melihat Marco yang berdiri tegak di belakang Jenny dan Sonya.


"Marco!!!" teriak Rizal "jika terjadi sesuatu pada putra ku, aku sendiri yang akan memenggal kepala mu, " kali ini ia tak lagi bisa menahan amarahnya.


Tapi Marco maupun Jenny tak sedikitpun terlihat takut.


Bahkan wajahnya tak berekspresi sama sekali.


Entah apa yang mereka rencanakan, mereka hanya diam dengan tatapan lurus kedepan.


"hahaha" tawa lantang terdengar begitu meremehkan keluar dari mulut Sonya yang merasa berada diatas angin.


"Kau lihat Rahadi, bahkan anak dari sahabat mu pun ikut membantu anak buah andalan ku. " ucapnya angkuh.


"Marco, apa yang kau lakukan? kenapa kau begitu tega pada kami, " Tuan Rahadi menatap nanar pada Marco. Tapi pria itu masih saja diam.


Maaf tuan, tapi aku harus melakukan ini demi membalaskan dendam ku. batin Marco.


"kau mencari putra mu tuan? " tanya Jenny dengan wajah datar. "kau tak perlu khawatir, dia aman dibawah pengawasan ku. " sambungnya dengan senyum yang tak dapat diartikan.

__ADS_1


"kembalikan putra ku wanita sialan, " teriak Rizal dengan wajah yang sudah merah padam karena amarah yang memuncak.


"Heeiiii!! turunkan suara mu tuan," tunjuk Jenny dengan beraninya. "tidak seharusnya kau mrngancam ku bukan? aku yang memegang kendali disini, " serunya dengan lantang, membuat semua orang terdiam.


Apa yang harus aku lakukan, bagaimana keadaan putra ku sekarang. batin Rizal frustasi.


"apa yang kau inginkan, haah!! " geram Rizal


Jenny menatap Rizal dan Sonya bergantian. "aku hanya mau satu hal tuan, dan kau harus memenuhinya, " Rizal mengangguk tanda setuju. "katakan"


"aku ingin hukuman berat bagi wanita tua ini dan harus aku sendiri yang menghukumnya, "


Deg


Kalimat Jenny sontak membuat semua orang tercengang, begitu pula Sonya yang tampak panik.


"apa maksud mu?! " sentak Sonya.


"apa perkataan ku kurang jelas nyonya? "


"beraninya kau, " Sonya melayangkan tangan hendak menampar Jenny, tapi dengan cepat langsung ditepis.


"Kau pikir aku ada dipihak mu, nyonya? " Jenny menatap nyalang pada Sonya. "tentu saja tidak!! " ia menghempaskan tangan Sonya dengan kuat hingga membuat wanita itu hampir tersungkur.


"si.. siapa kau? " tanya Sonya dengan terbata.


Sreett...


Jenny menarik rambut palsunya kuat, hingga kini menampilkan wajah aslinya, yang tentu saja membuat semua orang ternganga kecuali Marco tentunya.


"Kau!!! beraninya kau menipu ku, " Sonya menodongkan senjata pada Jenny, tapi dengan mudahnya dilumpuhkan oleh Marco.


"kau sudah tak memiliki kekuatan lagi nyonya, lalu apa gunanya senjata ini. " ucap Marco sambil melemparkan senjata ke lantai.


"tenanglah tuan, keponakan kesayangan ku itu ada ditempat yang tepat, kalian tak perlu khawatir. " sambung Marco dengan kedipan mata.


Tanpa babibu Jenny menarik Sonya lalu mengikatnya kuat, dan tanpa rasa kasihan ia menyeret wanita tua itu keluar dari ruangan itu diikuti oleh semua orang dengan penuh tanda tanya.


"Marco, Juii bagaimana kalian bisa.. " Joe menatap adiknya dengan penuh tanya.


"tentu saja bisa, aku bukan anak kecil Joe, jadi berhentilah meremehkan ku, " sergah Juii dengan sinis pada sang kakak.


"apa yang sebenarnya kau rencanakan Ju? dimana putra ku,? " dengan rasa tidak sabar Rizal mendesak Juii.


"tenanglah tuan, lebih baik kita cepat kembali kerumah sakit sekarang, dan wanita tua itu biarkan Jack yang membawanya ke markas untuk ku, " Jack yang sejak tadi nampak menghindari tatapan Juii, mau tak mau harus mengangguk setuju.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara lagi semua orang beranjak pergi dari tempat itu.


Dengan kecepatan sedang mobil mereka berjalan beriringan membelah jalanan kota.


Perjalanan yang cukup jauh mereka habiskan dalam diam, dengan pikiran mereka masing-masing.


Tentu masih tak mengerti dengan apa yang telah Juii lakukan.


Dan Rizal, meski ia tahu putranya akan baik-baik saja dibawah pengawasan Juii tapi rasa khawatir belum sepenuhnya hilang dalam hatinya.


Terlebih Marco yang ia utus menjaga istrinya justru sedang bersama Juii.


.


Setibanya dirumah sakit, Juii tak langsung membawa Rizal dan tuan Rahadi menuju ruangan dimana Dery dirawat.


Melainkan mereka dibawa ke ruang rawat lain dimana disitulah orang-orang yang disandera Sonya diselamatkan oleh Juii.


"siapa mereka Ju? " tanya Rizal dengan penuh rasa penasaran.


"orang yang disekap Sonya bertahun-tahun yang lalu tuan, " Juii mendekati seorang wanita yang masih nampak begitu lemah.


"ini dokter kandungn yang membantu nyonya Risya melahirkan tuan, ia disekap karena ingin mencoba membantu nyonya dan bayinya kabur. " Juii mengusap lembut tangan wanita itu. "tapi sayang usahanya sia-sia dan membuat nya disekap bertahun-tahun lamanya, ditempat yang tak layak, "


Ada rasa tercubit dalam hati tuan Rahadi kalau mendengar apa yang diceritakan Juii.


Begitu dendamnya sonya, hingga ia tega menghancurkan orang-orang yang berada di pihaknya.


"Lalu dimana Risya, istri ku? kau juga membawanya kemari kan Ju? " tatap penuh harap nampak jelas dimata tuan Rahadi.


Juii menggeleng dengan wajah tertunduk. "maafkan saya tuan, tapi satu-satunya wanita yang ada dipenjara itu adalah dokter ini, aku tak menemukan nyonya besar disana bahkan di markas TheBlackDelta lainnya pun tak ada. "


"nyo.. nyonya Risya telah me.. meninggal beberapa tahun yang lalu tuan, " suara dokter wanita itu begitu lirih dan pilu.


Deg


Bagai ditikam ribuan jarum, dada Rahadi terasa begitu sesak karena rasa sakit.


Harapannya berjumpa dengan istri tercintanya seakan tinggal harapan saja.


Cinta sejatinya, ibu dari kedua putranya benar-benar tak lagi bisa ia temui didunia.


Seandainya lebih awal ia mengetahui semuanya mungkin kini mereka akan berbahagia bersama.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2