
"Apa kalian senang sekarang?" Rizal menggeram marah.
"senang kenapa?" Zyan pura-pura tidak tahu.
"jangan berlagak tidak tahu kau ya, kalian berdua yang meminta ayah untuk mengerjai ku kan?
"tidak, itu semua memang ide ayah sendiri," santai Zyan "ya kan Joe," Joe hanya manggut-manggut.
"alah, kalian itu memang sama saja." Rizal berjalan masuk dalam kamar. Meninggalkan dua sahabatnya yang tersenyum puas.
Lima hari ini Rizal sama sekali tidak bisa menghubungi kekasihnya, ponsel Dery sengaja di sita oleh sang calon mertua karena Rizal memaksa melakukan video call.
Ditambah Rizal terus saja harus mengerjakan pekerjaan rumah dan berkebun.
Tubuhnya benar-benar lelah, seharusnya dia beristirahat dan menikmati perawatan sebelum hari pernikahan tapi dia malah dijahili habis-habisan.
Rizal berguling-guling di atas tempat tidurnya, sesekali memandang foto cantik Dery sebesar pintu yang sengaja dia pasang disamping tempat tidurnya.
besok kamu akan menjadi milik ku seutuhnya sayang,
.
Hari pernikahan...
Rizal sudah bersiap-siap dengan setelan jas yang terlihat sangat cocok untuk nya, wajah tampan nan putih itu benar-benar berbinar.
Semua orang sudah hadir disana, meski sang ayah tidak bisa menghadirinya tapi tidak mengurangi kebahagiaan yang Rizal rasakan.
Dari kejauhan, Rizal bisa melihat calon istrinya berjalan dengan anggun menggunakan kebaya warna putih sederhana tapi terlihat sangat elegan, dan didampingi oleh adiknya dan Fia orang kepercayaannya.
Ekheem...
Suara deheman sang calon mertua mengagetkannya.
"tutup mulutmu itu, air liur mu sudah akan menetes,"
"ehh..." Rizal spontan mengusap bibirnya, lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"istri ku cantik sekali ya yah,"
"Dery masih belum jadi istri mu," sewot ayah.
Zyan dan Joe terkikik geli melihat bosnya bertingkah konyol.
Tapi saat Dery sudah berdiri dihadapan mereka, seakan terhipnotis, semua orang menatap takjub pada Dery, dia terlihat sangat-sangat cantik, padahal riasan make up nya sangat natural.
Bahkan Ikbal yang juga hadir disana dibuat melongo,
__ADS_1
ijahh, dia sangat cantik, andai yang disana itu aku bukan Rizal, aku akan sangat bahagia.
Roby menyikut Ikbal, "kedip woii, dia udah mau jadi istri orang,"
"Ck, apa kagum aja juga gak boleh."
"terserah Lo aja deh,"
Kini Dery dan Rizal sudah duduk didepan penghulu, meski ini menjadi pernikahan Dery yang kedua, tapi dia juga terlihat gugup.
Rizal sudah menjabat tangan ayah Dery,
"Ananda Rizal Arandra Putra bin Rahadi Putra, aku nikahkan dan kawin kan engkau dengan Putri kandung ku Dery Pratiwi Raharja binti Rahmat Raharja dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas 20gram dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Dery Pratiwi Raharja binti Rahmat Raharja dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" dengan satu tarikan nafas Rizal dengan lantang mengucapkan ijab qobul.
"bagaimana saksi?"
"sah"
"Sah"
Mendengar kata sah, wajah tegang Rizal berubah menjadi sumringah. Spontan Rizal mengepalkan tangan dan berteriak, "yessss"
Ayah Dery, para saksi dan penghulu tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah Rizal.
"ayah, ibu, Rizal kini sudah menjadi suami putri kesayangan kalian, Rizal mohon doa restunya ya yah, Bu, semoga Rizal bisa menjadi imam yang baik dan selalu memberikan kebahagiaan pada Dery, Ucap Rizal tulus.
"ayah dan ibu merestui kalian berdua nak, semoga kalian selalu diberi kebahagiaan, ketentraman dan dikaruniai putra putri yang Sholeh dan Sholehah. Jaga dan lindungilah Putri kami, ayah percaya pada mu nak," Pak Rahmat dan sang istri berkaca-kaca, memeluk Rizal dengan rasa bangga dan haru.
"yah, Bu, setelah ini aku akan dibawa oleh suami ku, doakan aku ya yah, Bu, semoga aku akan selalu jadi istri yang patuh pada suami ku," peluk Dery pada orang tuanya.
"jadilah istri yang setia dan mencintai suami mu dalam semua keadaan ya sayang, ayah dan ibu tau, kamu istri yang patuh pada suami, kamu tidak akan mengecewakan suami mu," ibu Dery memeluk erat sang putri, begitu juga dengan ayah Dery.
Acara resepsi akan dilanjutkan malam nanti, di balroom hotel milik Rizal. Meski hanya akan dihadiri keluarga dekat, sahabat dan beberapa karyawan saja.
Tapi Rizal memberikan pelayanan yang terbaik.
.
Ditempat Lain.....
Marco sedang duduk bersantai dengan Mike diapartemen milik Mike,
Mereka tahu jika hari ini Rizal dan Dery sedang melangsungkan pernikahan.
Tapi mereka belum melakukan pergerakan apapun.
__ADS_1
Braakkkk....
Pintu apartemen terbuka dengan sangat keras. Marco dan Mike sudah tau siapa yang datang.
"apa yang kalian lakukan, haahh," teriak wanita itu dengan sangat lantang.
"kenapa sayang?" santai Mike.
"kita sudah ketinggalan satu langkah dengan mereka, apa kalian tidak tau jika jal*ng itu dinikahi oleh kekasih ku hari ini," wanita itu menggebrak meja.
"tenang lah nona, kami tahu semua itu," Marco menarik wanita itu dipangkuannya. "biarkan mereka berbahagia dulu saat ini, aku punya rencana yang lebih bagus. Bisa dipastikan mereka akan berpisah setelah ini."
"kau yakin rencana mu akan berjalan lancar?"
"tentu saja, apa kau meragukan ku, hmm?" tangan Marco mulai bergerilya di tubuh seksi wanita nya.
"tapi pastikan setelah ini jal*ng itu harus pergi dari hidup Rizal." wanita itu menggeram, tapi membiarkan Marco menikmati setiap lekuk tubuhnya.
"aku yang akan membawa dia pergi, kau jangan khawatir." tangan Marco sudah menyingkap rok yang dikenakan wanitanya.
"sekarang mari kita bersenang-senang sayang, aku merindukan desah*n seksi mu," mulut Marco sudah menyusuri wajahnya semakin lama semakin turun ke leher dan dadanya.
Mike masih diam menyaksikan mereka bercumbu, sedang sibuk menikmati minuman ditangannya.
"kenapa kau diam saja tuan, apa kau tidak ingin bersenang-senang," bisik wanita itu pada Mike. "aku menginginkan kalian berdua." lanjutnya.
Merasa tertantang, tanpa pikir panjang Mike melucuti pakaian yang menutupi bongk*han sintal milik wanita ini.
Lagi-lagi mereka bersenang-senang bertiga. Suara desah*n dan Leng*han menjadi irama yang begitu berisik diapartemen itu.
Mereka tidak lagi merasa malu dan risih, wanita ini benar-benar membawa mereka melayang menikmati surga dunia.
Gairah wanita ini sungguh luar biasa, meski digempur dua pria sekaligus dia terus saja bertahan, bahkan meminta lagi dan lagi.
Hanya Marco yang mampu mengimbangi kekuatan wanita ini.
Setiap mereka melakukan bertiga, Mike akan terkapar lebih dulu, dan Marco lah yang akan memuaskan wanitan nya.
Kini wanita itu sedang menikmati hujaman senjata Marco dan menghisap milik Mike yang sejak tadi tegak menantang.
Sudah tidak lagi menghiraukan pernikahan Rizal dan Dery, mereka sibuk memuaskan satu sama lain.
Wanita itu percaya dengan rencana yang akan Marco dan Mike lakukan nanti, membiarkan musuhnya berbahagia dulu baru akan menghancurkan mereka perlahan-lahan.
***bersambung.....
monmaap Yee author baru bisa up hari ini...
__ADS_1
Yuk bantu dukung author dengan like, komen dan vote... 🙏🙏🙏❤😘***